Embarkasi Banjarmasin berangkatkan JCH Kloter 08 asal Kalsel-Kalteng

Embarkasi Banjarmasin Berangkatkan Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 08 dari Kalsel dan Kalteng

Embarkasi Banjarmasin berangkatkan JCH Kloter 08 asal – Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian perjalanan jamaah calon haji (JCH) menuju Tanah Suci, Arab Saudi. Senin malam, tepatnya sekitar pukul 23.55 Wita, embarkasi ini resmi mengirimkan kloter ke-8 jamaah haji yang berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Keberangkatan ini berlangsung dengan lancar, sejalan dengan persiapan yang telah dijalankan sejak awal proses. Sesuai protokol, para jamaah diantar ke pesawat untuk perjalanan menuju Madinah, dengan total peserta mencapai 356 orang.

Persiapan dan Pelaksanaan

Sebelum diberangkatkan, jamaah calon haji Kloter 08 telah mengikuti upacara pelepasan di Aula Asrama Haji. Acara tersebut menjadi momen penting untuk memastikan bahwa seluruh peserta dalam kondisi siap dan terorganisir. Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Eddy Khairani, menjelaskan bahwa semua jamaah sudah melalui proses pemeriksaan dan pelatihan sebelum keberangkatan.

“Saat ini persiapan jamaah calon haji diantar ke pesawat untuk keberangkatan,” ujar Eddy Khairani di Asrama Haji Banjarbaru, Senin.

Kloter ini terdiri dari dua kelompok, yaitu 231 jamaah dari Kota Banjarmasin, Kalsel, dan 125 orang dari Kalteng, yang berasal dari Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Kota Palangka Raya, serta Kabupaten Kotawaringin Timur. Sebelum naik ke bandara, para jamaah diimbau untuk tetap menjaga kesehatan fisik dan mental, karena perjalanan ke Tanah Suci memerlukan stamina yang maksimal.

Kondisi Cuaca dan Peringatan untuk Jamaah

Dalam perjalanan ke Arab Saudi, jamaah akan menghadapi cuaca yang cukup ekstrem. Eddy Khairani menyoroti pentingnya menjaga asupan cairan, terutama di tengah suhu udara yang mencapai 34°C hingga 36°C di siang hari. “Cuaca panas dapat memicu dehidrasi, sehingga jamaah dianjurkan untuk mengonsumsi air secukupnya dan menghindari kelelahan,” tambahnya.

Menurut Eddy, persiapan sebelum keberangkatan juga melibatkan evaluasi terhadap kondisi fisik para jamaah, termasuk pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara rutin. Ia menekankan bahwa setiap langkah harus diawasi secara ketat untuk memastikan tidak ada hambatan dalam perjalanan.

“Jamaah calon haji asal Kalteng, yakni dari Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Palangka Raya, dan Kotawaringin Timur,” ungkap Eddy.

Sejauh ini, proses keberangkatan Kloter 08 berjalan mulus dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Mulai dari penerimaan di embarkasi hingga pemindahan ke bandara, tidak ada keluhan signifikan dari para jamaah. Eddy juga menyampaikan imbauan khusus kepada para petugas haji agar tetap memberikan layanan yang humanis dan penuh empati, terlebih bagi lansia, uzur, serta disabilitas.

Dalam menjalankan ibadah haji, jamaah harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang intens. Eddy mengingatkan bahwa penting untuk menjaga pola hidup sehat, seperti makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup, agar tidak mengganggu kebugaran selama di Tanah Suci.

Total Jamaah yang Sudah Berangkat

Dengan keberangkatan kloter ke-8 ini, jumlah total jamaah calon haji yang telah diberangkatkan oleh Embarkasi Banjarmasin mencapai lebih dari 2.800 orang. “Ini adalah capaian signifikan, terutama dalam konteks pembatasan keberangkatan yang diatur oleh pemerintah,” kata Eddy.

Bahkan, untuk Kloter 01, jamaah yang sebelumnya telah tiba di Madinah sudah berpindah ke Makkah untuk menjalankan umrah wajib. Proses ini menunjukkan kesiapan embarkasi dalam mengelola keberangkatan secara berkelanjutan dan terpadu.

Struktur Kloter di Tahun 2026

Embarkasi Banjarmasin menargetkan 19 kloter untuk tahun 2026, dengan distribusi 14 kloter berasal dari Kalsel dan lima kloter dari Kalteng. Total calon haji yang akan berangkat mencapai 6.822 orang. Struktur ini dirancang agar semua peserta mendapat pelayanan yang sesuai, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Menurut Eddy, kloter ke-8 menjadi bagian dari rangkaian keberangkatan yang terus berjalan. Ia menyatakan bahwa seluruh jamaah diimbau untuk tetap kompak dan bersatu dalam menjalankan ibadah haji. “Kloter ke-8 ini adalah langkah awal dalam keberangkatan besar yang direncanakan,” imbuhnya.

Peran Petugas dalam Memastikan Kesuksesan

Keberhasilan keberangkatan JCH Kloter 08 tidak terlepas dari peran petugas yang dijalankan dengan profesional dan penuh perhatian. Eddy menekankan bahwa petugas harus memastikan kebutuhan jamaah terpenuhi, termasuk fasilitas kesehatan, bantuan logistik, serta pendampingan selama perjalanan.

Di sisi lain, para jamaah diberikan informasi mengenai kondisi di Tanah Suci, seperti cuaca yang ekstrem dan lingkungan yang baru. “Dengan persiapan yang matang, kami yakin jamaah akan dapat menjalani ibadah dengan lancar dan aman,” ujar Eddy.

Kehadiran JCH dari Kalteng juga menjadi bagian penting dari keberagaman jamaah haji. Dengan berbagai pengalaman dan kondisi masing-masing, peserta dari daerah tersebut mendapat perhatian khusus dalam pelatihan dan pemberangkatan. Eddy mengungkapkan bahwa pembagian kloter ini dilakukan berdasarkan ketersediaan fasilitas dan koordinasi dengan pihak terkait.

Keberangkatan JCH Kloter 08 menjadi