BI: Permintaan renminbi di pasar domestik setara 38,9 miliar dolar AS
Daftar Isi
Permintaan Yuan di Pasar Dalam Negeri Indonesia Mendekati Batas Proyeksi Tahunan
Bisadonasi.com – BI – Pertumbuhan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok telah mendorong pergeseran struktural dalam cara pelaku usaha domestik melakukan penyelesaian transaksi lintas batas. Alih-alih bergantung pada dolar Amerika Serikat sebagai mata uang perantara, volume transaksi yang langsung menggunakan renminbi (RMB) kini melonjak secara signifikan. Data yang dirilis Bank Indonesia per Juli 2026 menunjukkan bahwa akumulasi permintaan yuan di pasar domestik sudah menyentuh ekuivalen 38,9 miliar dolar AS — angka yang secara praktis menuntaskan target tahunan yang ditetapkan otoritas moneter.
Skala Permintaan yang Melampaui Ekspektasi
Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono menjelaskan bahwa lembaga tersebut semula memperkirakan permintaan tahunan terhadap renminbi akan berkisar pada level 40 miliar dolar AS. Namun, baru tujuh bulan berjalan, realisasi sudah menyentuh hampir seluruh proyeksi tersebut. Sisa waktu sekitar lima bulan di tahun berjalan membuat laju permintaan ini jauh melampaui ritme yang dipetakan sebelumnya.
“Kita masih ada sekitar lima bulan lagi. Jadi permintaan renminbi ini memang sangat besar.”
Pernyataan itu disampaikan Thomas dalam konferensi pers pasca Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu. Konteksnya penting: lonjakan ini bukan fenomena musiman, melainkan cerminan dari ekspansi volume perdagangan barang dan jasa antara kedua negara yang terus meluas sepanjang dekade terakhir.
Kerangka Regulasi yang Mendukung Transaksi Langsung
Untuk mengakomodasi lonjakan permintaan tersebut, BI telah menerbitkan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 24 Tahun 2026. Regulasi ini mengubah PADG Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur mekanisme penyelesaian transaksi bilateral antara Indonesia dan Tiongkok menggunakan rupiah dan renminbi melalui jalur perbankan. Dengan penerbitan aturan baru, landasan hukum bagi transaksi mata uang lokal menjadi lebih komprehensif dan adaptif terhadap dinamika pasar.
Langkah regulasi ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, BI dan People’s Bank of China (PBOC) telah menyepakati pembentukan Renminbi Clearing Bank di Indonesia — sebuah infrastruktur pasar yang dirancang untuk memperdalam pasar uang dan pasar valuta asing domestik sekaligus menjadi penyangga stabilitas nilai tukar rupiah.
Fungsi dan Operasionalisasi Clearing Bank
Renminbi Clearing Bank memiliki dua peran inti: menjamin ketersediaan likuiditas yuan di dalam negeri serta memfasilitasi transaksi langsung rupiah-renminbi tanpa perlu melewati mata uang ketiga. Thomas menegaskan bahwa operasionalisasi lembaga ini ditargetkan paling lambat kuartal keempat tahun berjalan.
Terkait penunjukan institusi yang akan menjalankan fungsi tersebut, Thomas mengungkapkan bahwa PBOC telah mengonfirmasi Bank of China sebagai Clearing Bank pertama di Indonesia. Di sisi lain, BI mendorong agar satu bank nasional dari kelompok Himbara turut melalui proses administratif untuk menjadi Clearing Bank kedua. Dengan demikian, pasar domestik akan memiliki dua kanal likuiditas yuan yang saling melengkapi.
“PBOC sudah memastikan bahwa Clearing Bank yang pertama adalah Bank of China. Tapi kami juga di Bank Indonesia mendorong suatu bank nasional dalam hal ini bank Himbara saat ini sedang melalui proses administrasi. Jadi nanti akan ada dua Clearing Bank Renminbi di Indonesia.”
Eliminasi Mata Uang Perantara dalam Perdagangan Ekspor-Import
Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti menyoroti dimensi perdagangan dari pergeseran ini. Volume transaksi ekspor-impor antara kedua negara yang menggunakan skema local currency transaction (LCT) terus meningkat. Sebelumnya, pelaku usaha yang membutuhkan yuan harus terlebih dahulu mengakuisi dolar AS di pasar domestik, lalu menukarkannya menjadi renminbi. Dalam sejumlah kasus, proses penukaran bahkan dilakukan di pasar offshore luar negeri, menambah lapisan biaya dan risiko kurs yang tidak perlu.
Mekanisme berlapis itu kini dipangkas secara fundamental. Dengan penambahan pasokan renminbi langsung di pasar domestik, pelaku usaha dapat bertransaksi dalam yuan tanpa harus melewati tahap akuisisi dolar terlebih dahulu. Konsekuensinya bersifat ganda: biaya transaksi turun, risiko kurs ganda tereliminasi, dan tekanan struktural terhadap permintaan dolar AS di pasar dalam negeri berkurang secara bertahap.
“Ini juga akhirnya akan mengurangi tekanan terhadap permintaan dolar ke depan. Jadi itu upaya yang kita lakukan melakukan diversifikasi dan pengayaan dari jenis-jenis valuta asing yang ada di pasar domestik kita.”
Dari perspektif kebijakan moneter, langkah ini memperluas spektrum instrumen yang tersedia bagi pelaku pasar dan mengurangi ketergantungan satu arah pada satu mata uang. Bagi eksportir dan importir yang berhadapan langsung dengan mitra dagang Tiongkok, ketersediaan likuiditas yuan domestik berarti siklus penyelesaian transaksi menjadi lebih singkat, prediktibel, dan efisien. Dalam jangka menengah, pendalaman pasar valuta asing domestik juga memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional terhadap guncangan eksternal yang selama ini kerap bermula dari gejolak di pasar dolar.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BI?
BI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BI matter?
BI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.