Wapres serap aspirasi guru, dorong perbaikan sekolah di Riau

khrisna-edit-1784351161-703edc15ff

Kunjungan Wapres Gibran ke Sekolah di Riau: Aspirasi Guru dan Orang Tua Diserap Langsung

Wapres serap aspirasi guru dorong perbaikan – Jakarta – Upaya pemerintah dalam merespons aspirasi masyarakat hingga ke daerah terpencil terus digalakkan. Kali ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan langsung ke SDN 016 Serusa Parit Aman yang berlokasi di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Tujuan utama kunjungan tersebut adalah untuk menyerap berbagai masukan dari para guru serta mendorong perbaikan bangunan sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.

Kunjungan yang berlangsung pada hari Jumat, tanggal 17 Juli ini, ternyata bermula dari interaksi sederhana di media sosial. Salah seorang guru bernama Desi Pradipta sempat menyampaikan keluhan mengenai kondisi sekolahnya melalui unggahan di akun Instagram milik Wapres. Dalam komentarnya, Desi menjelaskan bahwa fasilitas sekolah sudah jauh dari layak dan membutuhkan perhatian lebih. Tidak lama setelah itu, Wapres merespons komentar tersebut dan akhirnya memutuskan untuk mengunjungi sekolah tersebut secara langsung.

“Saya komen di IG Bapak untuk datang ke sekolah kami di SD 016 Serusa dan alhamdulillahnya ditanggapi oleh Bapak, dan akhirnya Bapak hari ini datang ke sekolah kami,” jelas Desi saat Wapres meninjau fasilitas sekolahnya.

Kehadiran Wakil Presiden di sekolah tersebut membawa harapan baru bagi para pendidik dan siswa. Desi mengungkapkan bahwa ia berharap sekolah tempatnya mengabdi akan mengalami perbaikan signifikan sehingga menjadi lebih layak. Proses belajar mengajar pun diharapkan dapat berjalan dengan lebih baik setelah adanya rehabilitasi bangunan.

“Semoga sekolah ini lebih maju lagi dengan kedatangan Bapak Wakil Presiden, Bapak Gibran Rakabuming. Semoga sekolah ini juga bisa diperbaiki, itu harapan kami sebagai guru di sini, anak-anak juga,” tutur Desi dengan penuh harapan.

Dialog Langsung dengan Orang Tua Murid

Setelah meninjau kondisi sekolah, Wapres kemudian menggelar pertemuan langsung dengan para orang tua murid. Pertemuan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi sehari-hari. Muhari Siregar, seorang orang tua murid yang memiliki anak di kelas 2 dan kelas 6, menjadi salah satu perwakilan yang aktif dalam dialog tersebut.

Muhari menjelaskan bahwa sekolah tersebut merupakan bangunan tua yang telah berdiri sejak lama. Banyak alumni dari sekolah ini yang kemudian berkontribusi positif baik bagi desa maupun negara. Kondisi bangunan yang sudah tua membuat banyak bagian mengalami kerusakan, termasuk atap, plafon, dinding, dan pintu-pintu.

“Ini merupakan sekolah yang sudah tua, jadi alumni-alumninya sudah banyak yang berkontribusi baik untuk desa ataupun negara,” ujar Muhari Siregar dalam dialog bersama Wapres.

Wapres merespons dengan menyatakan kesediaannya untuk membantu proses rehabilitasi sekolah. Pertimbangan utama adalah banyaknya kerusakan yang terlihat pada berbagai elemen bangunan. Gedung yang sudah rapuh dan bangunan yang miring menjadi perhatian khusus. Selain itu, lapangan untuk kegiatan ekstrakurikuler dan upacara juga dinilai kurang memadai.

“Gedungnya sudah rapuh, bangunannya miring, lapangan untuk ekstrakurikuler sulit, lapangan upacaranya juga,” tambahnya.

Keluhan Masyarakat dan Komitmen Pemerintah

Selain permasalahan infrastruktur sekolah, Wapres juga memberikan kesempatan kepada para orang tua untuk menyampaikan keluhan lainnya. Mayoritas orang tua murid di sekolah tersebut berprofesi sebagai petani dan nelayan. Mereka menghadapi berbagai kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Keluhan yang disampaikan antara lain terkait ketersediaan solar, kondisi infrastruktur jalan menuju area pertanian, serta akses terhadap pupuk subsidi. Muhari menjelaskan bahwa selama ini mereka kesulitan mendapatkan pupuk subsidi di desa mereka. Wapres berjanji akan menindaklanjuti berbagai keluhan tersebut.

“Hal-hal lain, misalnya, keluhan kami soal ketersediaan solar, infrastruktur jalan ke pertanian juga bakal ditindaklanjuti. Jadi juga termasuk pupuk subsidi, pupuk subsidi akan disediakan berikutnya. Karena selama ini kami juga kesulitan mendapatkan pupuk subsidi di desa kami ini,” katanya.

Kunjungan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam merespons aspirasi masyarakat secara langsung. Hal ini sejalan dengan semangat Asta Cita yang digagas oleh Presiden Prabowo. Perbaikan sarana pendidikan beserta infrastruktur pendukungnya diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, hal ini juga mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap sekolah-sekolah di daerah terpencil, diharapkan kualitas pendidikan dapat meningkat secara signifikan. Para guru dan orang tua murid merasa optimis bahwa sekolah mereka akan mengalami transformasi positif dalam waktu dekat. Proses rehabilitasi bangunan sekolah menjadi simbol nyata bahwa pemerintah tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak untuk kemajuan pendidikan nasional.