Fajar Novario dan kisah di balik logo HUT Ke-81 RI
Fajar Novario dan kisah di balik – “`html
Perjalanan Fajar Novario Menuju Kemenangan Desain Logo HUT Ke-81 RI
Kemenangan yang diraih oleh Fajar Novario bersama tim Auman Design Bureau bukan sekadar hasil kebetulan. Pemuda kelahiran tahun 1999 ini awalnya tidak menaruh harapan besar ketika menerima notifikasi tentang sayembara desain logo resmi Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Momen tersebut terjadi pada awal Mei 2026, ketika sebuah pamflet digital dari akun Instagram Asosiasi Desainer Grafis Indonesia atau ADGI menyebar di grup percakapan tim kreatif mereka.
Sebagai co-founder yang berdomisili di Kota Padang, Sumatra Barat, Fajar bersama sepuluh anggota timnya memutuskan untuk berpartisipasi tanpa ekspektasi berlebihan. Kompetisi ini awalnya mereka anggap sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan desainer daerah dalam bersaing di kancah nasional. Namun, langkah sederhana tersebut justru membawa mereka menjadi pemenang utama di antara sekitar 120 peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
Proses Seleksi dan Inkubasi yang Menantang
Perjalanan menuju puncak prestasi tidak berjalan mulus. Setelah melewati seleksi administrasi, kurasi portofolio, serta tahap wawancara, Fajar masuk dalam lima finalis yang berhak mengikuti fase inkubasi. Bagi studio yang berdiri sejak tahun 2020 ini, pengalaman berkompetisi di tingkat nasional merupakan hal yang sangat istimewa. Selama empat minggu, para finalis menjalani proses asistensi intensif di bawah pengawasan ADGI untuk merancang logo dari nol.
Evaluasi dan checkpoint mingguan dilakukan pada setiap tahapan pengembangan desain. Di sinilah mentalitas Fajar dan seluruh tim diuji. Tantangan terbesar datang pada pekan kedua ketika konsep awal mereka mendapat kritik tajam. Konsep tersebut dinilai terlalu rumit karena mencoba memasukkan antara 40 hingga 50 simbol visual ke dalam satu desain logo.
“Bukan ditolak mentah-mentah, tapi dapat kritik yang lumayan pedas tuh dari asosiasi, karena terlalu muluk-muluk dan terlalu cocoklogi istilahnya, kayak gitu,” kenang Fajar, saat dihubungi ANTARA, Rabu (15/7).
Titik Balik dan Inspirasi dari Sejarah
Momen tersebut menjadi momen penting bagi Fajar dan timnya. Mereka menyadari bahwa sebuah logo peringatan kemerdekaan tidak harus memuat terlalu banyak simbol dan makna sekaligus. Pesan besar justru akan lebih mudah diterima ketika diterjemahkan melalui bentuk yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Dengan waktu tersisa sekitar dua minggu, Fajar dan tim mengambil keputusan berani untuk memulai semuanya dari awal.
Mereka mengubah sudut pandang riset. Alih-alih memaksakan beragam motif tradisional ke dalam satu ruang visual yang sempit, mereka mencoba mencari satu desain logo yang bisa mewakili beragam motif tersebut. Salah satu kontemplasi yang dilakukan Fajar adalah dengan mencoba membayangkan dirinya sebagai pendiri bangsa yang tengah merumuskan dasar negara.
Inspirasi kemudian datang dari kajian sejarah yang mengutip pidato Presiden pertama RI Soekarno mengenai tiga unsur pembentuk bangsa, yakni kesamaan nasib, kehendak untuk hidup bersatu, serta kecintaan terhadap tanah air. “Nah, tiga ini kita coba direlevansikan dengan gaya desain dan tema yang ada sekarang. Dari instrumen-instrumen tiga itu tadi, mereka itu merumuskan Pancasila,” kata pria berusia 27 tahun itu.
Kemenangan di Tangan Publik
Semangat persatuan di tengah keberagaman itulah yang kemudian diterjemahkan menjadi bentuk visual angka 8 dan 1 yang sejalan dengan tema besar HUT ke-81 RI, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Setelah melalui proses penilaian dan persetujuan dari Panitia Nasional Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sekretariat Negara, lima karya finalis tersebut akhirnya diumumkan kepada publik untuk selanjutnya dilakukan pemungutan suara.
Voting berlangsung pada 24-28 Juni 2026 dan diikuti masyarakat dari berbagai daerah serta diaspora Indonesia. Dari total 68.569 suara yang masuk, karya Fajar memperoleh 30.699 suara atau sekitar 44,73 persen dan ditetapkan sebagai pemenang. Fajar pun berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai serta pengakuan sebagai perancang identitas visual peringatan kemerdekaan tahun ini. Nama Fajar Novario kemudian diumumkan pemerintah sebagai perancang identitas visual peringatan kemerdekaan tahun ini.
“`
