Hasil Pertemuan: Kubu Rismon lakukan finalisasi SP3 kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi
Kubu Rismon Finalisasi SP3 dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Jakarta – Tim kuasa hukum Rismon Hasiholan Sianipar melakukan kunjungan ke Polda Metro Jaya guna menyelesaikan proses SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) terkait dugaan ijazah palsu yang melibatkan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Jahmada Girsang, pengacara Rismon, mengungkapkan bahwa hari ini mereka berada di Mapolda Metro Jaya untuk berdiskusi dan menyelesaikan dokumen tersebut.
“Saya kembali mengatakan, SP3 telah resmi ditandatangani. Ini menandakan bahwa prosesnya selesai,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa seharusnya Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya yang memberikan pernyataan terlebih dahulu, tetapi karena sang direktur sedang sibuk dengan tugas penting, maka tugas tersebut diambil alih oleh timnya. “Hari ini kami hanya menginformasikan kondisi di dalam, bahwa semuanya sudah oke. Sebenarnya saya sudah memegang semuanya, tetapi saya tidak ingin melangkahi Pak Direktur yang begitu baik kepada kami,” tambahnya.
Sebelumnya, Rismon menyebutkan bahwa proses keadilan restoratif (restorative justice) yang diajukan tidak dipengaruhi oleh pihak tertentu. “Hari ini proses RJ tanpa ada paksaan, tanpa ada intervensi dari pihak manapun, murni dari hasil penelitian saya yang baru,” katanya saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (1/4).
“Kemudian terkait buku Jokowi’s White Paper. Sebagai peneliti, kita harus independen dan bebas dari bias. Jika penelitian salah, kita harus siap mengakui,” tambah Rismon.
Rismon juga menepis isu menerima uang miliaran rupiah, bahkan puluhan miliar, dalam kasus tersebut. “Seluruh proses ini adalah inisiatif saya, didasari riset yang telah dilakukan. Logikanya, saya yang meminta maaf lalu diberi maaf, masa saya malah diberi uang? Justru seharusnya saya yang memberikan ganti rugi kepada Pak Joko Widodo, tetapi beliau tidak menuntut hal tersebut,” ucapnya.
Selain itu, Dirreskrimum Polda Metro Jaya akan mengadakan konferensi pers pada Kamis (16/4) untuk memberikan penjelasan lebih lanjut, setelah tim Rismon melakukan konferensi pers secara total. “Hari ini kami hanya menginformasikan kondisi di dalam, bahwa semuanya sudah oke,” katanya.
