Satgas PRR pastikan bantuan jaminan hidup tepat sasaran
Satgas PRR Pastikan Bantuan Jaminan Hidup Tepat Sasaran
Jakarta – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) setelah bencana di Sumatera memastikan distribusi bantuan jaminan hidup serta program sosial lainnya terus berlangsung secara efektif. Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa seluruh proses pemberian bantuan berjalan berdasarkan metode bottom-up, yang melibatkan data dari tingkat daerah.
“Kecepatan dalam menyalurkan bantuan, seperti rumah rusak, perabotan, atau uang belanja, bervariasi antar wilayah. Beberapa daerah terlihat lebih responsif, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama,” jelas Tito dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.
Menurut Tito, perbedaan laju distribusi tidak disebabkan oleh ketelatangan dari pusat, melainkan karena ketidaksamaan proses pengumpulan data dan pengajuan oleh pemerintah daerah. Dia menekankan perlunya verifikasi ganda, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga Forkopimda, serta pengujian lapangan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan tidak ada kesalahan atau gandaan data.
“Verifikasi sangat penting untuk menghindari pengulangan data. Ini menjadi dasar agar bantuan benar-benar sampai ke yang membutuhkan,” tegasnya.
Data Satgas PRR per 13 April 2026 menunjukkan bantuan sosial dari Kementerian Sosial seperti jaminan hidup, isi hunian, dan stimulus ekonomi masih terus didistribusikan luas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam Aceh, bantuan mencakup seluruh kabupaten/kota dengan nilai distribusi signifikan. Kabupaten Pidie Jaya mencatatkan penerimaan total sebesar Rp123,66 miliar, diikuti Aceh Timur sekitar Rp37,68 miliar, serta Aceh Tengah mencapai Rp27,14 miliar. Daerah lain seperti Bener Meriah, Nagan Raya, dan Kota Subulussalam juga mendapat distribusi bantuan dengan jumlah ratusan juta rupiah.
Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah yang menerima bantuan, terutama di Tapanuli Selatan (Rp14,61 miliar), Langkat (Rp8,51 miliar), dan Humbang Hasundutan (Rp3,62 miliar). Di Sumatera Barat, distribusi bantuan tercatat di Kota Padang Panjang (Rp81,81 miliar), Padang Pariaman (Rp9,18 miliar), serta Lima Puluh Kota (Rp6,75 miliar). Menteri Sosial Saifullah Yusuf menambahkan bahwa bantuan sosial pasca-kebencanaan tidak berhenti selama data telah diverifikasi.
“Kami terus salurkan bantuan tanpa jeda. Setiap data yang valid langsung diproses,” ujar Saifullah Yusuf saat penyaluran tahap II di Aceh Tamiang, Kamis (10/4).
Dalam tahap kedua, Aceh Tamiang telah menerima total bantuan Rp205,18 miliar, yang mencakup jaminan hidup bagi 20.908 orang sebesar Rp28,22 miliar, isi hunian untuk 5.941 kepala keluarga sekitar Rp17,82 miliar, stimulus ekonomi bagi 5.491 keluarga senilai Rp29,70 miliar, serta santunan bagi 187 korban luka berat senilai Rp935 juta.
