Aktris cilik Ellea Candice buat sang ibu ikut akting Sekawan Limo 2
Aktris Cilik Ellea Candice dan Ibu yang Ikut Bermain dalam Sekawan Limo 2
Aktris cilik Ellea Candice buat sang – Jakarta — Film komedi horor terbaru yang diproduksi oleh Starvision, berjudul “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih,” menarik perhatian publik karena melibatkan aktris cilik Ellea Candice, seorang anak berusia enam tahun. Dalam film ini, Ellea memainkan peran sebagai anak Andrew, yang diperankan oleh Indra Pramujito. Kehadiran Ellea tidak hanya menjadi daya tarik tambahan tetapi juga menunjukkan peran penting anak-anak dalam industri perfilman Indonesia. Dengan usianya yang muda, Ellea berkesempatan mengambil bagian dalam adegan-adegan yang menantang, sekaligus memperlihatkan kemampuan aktingnya yang sudah terlatih sejak dini.
Pengalaman Membintangi Sekawan Limo 2
Pengalaman Ellea dalam memainkan peran di “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” terasa unik karena ia ditemani langsung oleh ibunya, Rensia Sanvira, yang juga turut bermain dalam film ini. Rensia memerankan Linda, nenek Angel — tokoh yang menjadi karakter dari Ellea. Kehadiran ibunya tidak hanya memberi kehangatan di lokasi syuting tetapi juga menjadi dukungan moral yang vital bagi Ellea. Dalam sebuah konferensi pers di bioskop Setiabudi, Jakarta Selatan, Ellea mengungkapkan rasa gembiranya mengikuti proses produksi film tersebut.
“Seru, seru banget. Paling suka digendong sama Om Bayu,” kata Ellea, menunjukkan antusiasmenya terhadap proyek film ini. Dengan senyum ceria, anak kecil ini menyampaikan kebahagiaannya bisa bekerja bersama sang sutradara, Bayu Skak, yang juga terkenal karena film-film horor sebelumnya.
Sebagai aktris cilik, Ellea menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan para aktor dewasa. Ia harus beradaptasi dengan suasana syuting yang sering kali penuh dengan efek menakutkan. Namun, dalam adegan tertentu, Ellea berhasil mengatasi ketakutannya karena didampingi oleh ibunya selama proses perekaman. Ibu yang juga menjadi nenek karakternya memberikan kepercayaan dan kehangatan yang membuat Ellea merasa lebih nyaman dalam menjalani perannya.
Persiapan dan Kebiasaan di Lokasi Syuting
Rensia Sanvira, ibu Ellea, mengungkapkan bahwa ia memiliki kebiasaan khusus saat mendampingi anaknya di lokasi syuting. “Saya biasanya mengatur suasana agar Ellea tidak merasa cemas. Karena dia masih kecil, setiap adegan yang menakutkan harus disampaikan dengan cara yang menarik dan menyenangkan,” jelas Rensia. Dalam film ini, Ellea diberi adegan dengan karakter Jun Ping, seorang vampir dari Negeri Tirai Bambu, yang diperankan oleh Stanley Hao. Meski karakter tersebut dikenal menyeramkan, Ellea justru merasa senang karena bisa menjalani proses akting yang penuh kreativitas.
“Paling takut sama hantunya, Kak Stanley, karena seram banget. Tapi aslinya baik,” ujar Ellea, dengan nada lucu namun juga mengungkapkan kecemasannya terhadap tokoh yang menjadi bagian dari film ini. Anak berusia enam tahun ini menekankan bahwa meski Jun Ping menakutkan, ia tetap percaya bahwa aktor tersebut menyembunyikan sisi baik di balik wajah menegangkan.
Dalam proses perekrutan, Ellea tidak hanya dianggap sebagai aktris cilik biasa tetapi juga sebagai bagian dari keluarga. Rensia Sanvira menambahkan bahwa ia sendiri awalnya merasa skeptis ketika mendapat undangan langsung dari sutradara Bayu Skak untuk bermain dalam film tersebut. “Saya kaget, ‘Mas Bayu benaran mengajak saya? Saya belum pernah punya pengalaman’ gitu kan. Tapi ya luar biasanya Mas Bayu dia bilang, ‘Enggak apa-apa, kita sama-sama belajar’ gitu. Jadi terima kasih Mas Bayu, terima kasih juga semuanya sudah kasih ibu dan anak ini pengalaman yang sangat menyenangkan,” ungkap Rensia.
Rensia menekankan bahwa keikutsertaannya dalam film ini bukan sekadar kebetulan. Ia menggambarkan bagaimana kehadiran Ellea sebagai aktris cilik menjadi pengalaman yang mengubah pandangan tentang dunia perfilman. “Sebelumnya, saya pikir memainkan peran di film hanya untuk orang dewasa. Tapi dengan Ellea, saya merasa seperti menjadi bagian dari cerita yang lebih hidup,” tambahnya. Kebiasaan ini juga memperkuat hubungan antara ibu dan anak dalam menghadapi tekanan di industri yang terkesan matang.
Karier Baru dalam Industri Film
Film “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” dijadwalkan tayang secara serentak di seluruh jaringan bioskop tanah air mulai 27 Mei 2026. Tanggal tersebut menjadi momen penting bagi Ellea dan Rensia karena memulai babak baru dalam karier mereka. Dengan penampilan Ellea, film ini menambah daftar karya-karya yang memadukan elemen komedi dan horor, sekaligus menarik perhatian publik terhadap anak-anak yang berbakat.
Rensia Sanvira juga menjelaskan bahwa peran Linda dalam film ini memperkaya pengalamannya sebagai aktor. “Karakter Linda punya kesan lembut tetapi juga kuat, jadi saya bisa menggambarkan emosi yang berbeda dalam setiap adegan,” katanya. Dengan memerankan peran yang memiliki kedalaman emosional, Rensia menunjukkan kemampuan aktingnya yang matang, sementara Ellea menunjukkan bakat berikutnya. Kedua ibu dan anak ini menjadi contoh bagaimana keberanian dan kepercayaan bisa menghasilkan karya yang memukau.
Bayu Skak, sutradara film ini, mengapresiasi kehadiran Ellea dan Rensia dalam menciptakan dinamika unik dalam cerita. “Keikutsertaan Ellea dan Rensia membawa dimensi baru, terutama dalam membangun koneksi antara karakter yang berbeda usia. Mereka saling melengkapi dan membuat alur cerita lebih hidup,” kata Bayu. Dalam proyek ini, ia berharap bisa menginspirasi lebih banyak anak-anak untuk memulai perjalanan akting mereka, sekaligus menunjukkan bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk mengejar passion.
Kehadiran Ellea Candice dan Rensia Sanvira dalam “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” menjadi peristiwa yang menggambarkan keberanian dalam memasuki dunia yang berbeda. Meski Ellea masih di bawah usia 10 tahun, keterlibatannya dalam film ini menunjukkan bahwa bakat akting bisa terbentuk sejak dini. Sementara Rensia, yang sebelumnya fokus pada peran sebagai ibu dalam kehidupan sehari-hari, kini menemukan panggung baru sebagai aktor yang mampu mengimbangi anak kecilnya. Keduanya menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi momen tak terlupakan, dan mereka berharap bisa terus berkarya di masa depan.
Film “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” dikenal sebagai seri lanjutan dari film pertama yang sukses, sehingga menarik banyak penonton yang ingin melihat perkembangan alur cerita. Dengan kombinasi humor dan ketakutan, film ini diharapkan mampu menarik berbagai segmen penonton, termasuk anak-anak yang gemar tontonan menegangkan. Dalam konteks ini, Ellea dan Rensia menjadi bagian dari ekosistem kreatif yang lebih luas, yang memperlihatkan bagaimana keluarga bisa menjadi penopang utama dalam dunia perfilman.
Proses syuting film ini tidak hanya tentang mengambil adegan, tetapi juga tentang membangun hubungan antar pemain. Ellea dan Rensia sering berdiskusi tentang karakter mereka, sehingga memperkuat kemitraan antara ibu dan
