Aktor Benidictus Siregar sebut masih suka dipanggil Juna Sekawan Limo

Aktor Benidictus Siregar sebut masih suka dipanggil Juna Sekawan Limo

Jakarta, Rabu

Aktor Benidictus Siregar sebut masih suka – Setelah menghadiri konferensi pers pemutaran pratayang film “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Benidictus Siregar memberikan pernyataan tentang perannya dalam sekuel ini. Aktor yang lahir di Yogyakarta ini mengungkap bahwa karakter Juna dalam film pertama “Sekawan Limo” (2024) telah membawanya lebih dikenal oleh publik sebagai seorang aktor. Meski awalnya dikenal sebagai komedian, ia merasa identitas baru ini justru semakin memperkuat citranya.

“Pembukanya dari Sekawan Limo 1, sampai sekarang masih banyak yang memanggil Juna, Juna, Juna,” ujar Beni. Ia menambahkan, panggilan tersebut menandakan kepopuleran karakter yang diperaninya.

Peluncuran film kedua dalam seri ini, yang berjudul “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih,” telah menjadi perhatian utama bagi Beni. Ia menyebut bahwa proses syuting dan pengembangan karakter Juna dalam sekuel ini membutuhkan perhatian ekstra. “Aku kan sempat bantuin ‘Yo Wis Ben’ juga di beberapa film dan series, jadi kayak udah agak paham gitu,” kata Beni. Hal ini memudahkan komunikasi dengan sutradara Bayu Skak, yang menjadi penanggung jawab produksi film tersebut.

Dalam pembuatan “Sekawan Limo 2,” Beni tidak sendirian. Ia bekerja sama dengan Joshua Suherman, yang bertindak sebagai konsultan komedi. Menurut Beni, Joshua memiliki peran penting dalam menyaring ide lucu yang diusulkan oleh seluruh tim. “Itu kerja keras dari Joshua yang juga ngobrol dengan kita,” tutur Beni. Konsultan ini terus berperan aktif dalam mengoptimalkan humor yang diintegrasikan ke dalam alur cerita.

“Walaupun komedi konsultannya Jojo (Joshua), Jojo selalu nampung ide bareng-bareng dari kita, dan dia yang memutuskan ‘jokes’ mana yang akan dipakai,” kata Beni. Ia menyatakan bahwa Joshua tidak hanya memberikan arahan tetapi juga menjadi pemandu bagi tim dalam mengembangkan konsep film.

Kedekatan antara Beni dan Joshua serta tim produksi dianggap sebagai salah satu faktor keberhasilan dalam membangun suasana syuting yang menyenangkan. Selain itu, hubungan yang baik dengan Bayu Skak juga berkontribusi pada efisiensi produksi. Beni menilai bahwa kolaborasi intensif dengan sutradara ini mempercepat proses pengambilan gambar dan meminimalkan kesalahpahaman.

Pengalaman bermain di film “Sekawan Limo” pertama menjadi dasar bagi Beni untuk menghadapi tantangan di sekuel. Ia mengungkap bahwa mempertahankan akting yang konsisten sangat penting karena panggilan “Juna” telah melekat dalam benak penonton. “Panggilan itu menuntut tanggung jawab yang besar,” kata Beni. Ia berharap untuk terus memperlihatkan kemampuan aktingnya dalam membangun karakter yang sempurna.

Menurut Beni, keberhasilan karakter Juna juga berkat kemampuan konsultan komedi Joshua Suherman dalam menyaring gagasan lucu. “Dia yang memutuskan ‘jokes’ mana yang akan dipakai,” imbuh Beni. Konsultan ini membantu menghindari kejenuhan dan mengarahkan humor ke arah yang lebih efektif.

Antusiasme Publik dan Pengembangan Karier

Beni menilai bahwa popularitas Juna berdampak signifikan pada karier aktingnya. Sebelumnya, ia lebih dikenal sebagai seorang komedian yang terlibat dalam pertunjukan lawak tunggal tingkat nasional. Namun, peran dalam film “Sekawan Limo” pertama membawanya ke dunia perfilman. “Aku merasa mesti mempertahankan akting yang baik saat menampilkan persona pemuda Jawa lugu dari karakter tersebut,” tutur Beni.

Kedekatan dengan Bayu Skak, yang juga telah memandu film-film sebelumnya, menjadi keuntungan besar. “Kalau di kepala terlintas ada sesuatu, aku juga akan langsung mengeluarkan ideku,” kata Beni. Ia menilai bahwa kerja sama yang harmonis antara aktor dan sutradara membuat produksi berjalan lancar.

Interaksi yang intens antara Beni dan Bayu Skak serta tim produksi dinilai sangat membantu dalam menciptakan suasana kerja yang menyenangkan. “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” menjadi bukti bahwa keduanya mampu merangkul tantangan dalam mengadaptasi cerita ke dalam layar lebar. Beni juga menekankan bahwa “chemistry” antara Juna dan karakter yang diperankan Elsa Japasal menjadi salah satu faktor unik dari film ini.

Kemungkinan Karier di Tahun 2026

Beni berharap bahwa tahun 2026 akan menjadi awal dari karier aktornya yang semakin berkembang. Ia menyebut bahwa telah ada beberapa film dan serial yang siap tayang hingga akhir tahun, termasuk “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” yang dijadwalkan untuk dirilis pada 27 Mei. “Tahun 2026 mungkin baru jalan setengah, tapi aku sudah mempunyai deretan film yang siap tayang di bioskop,” ujarnya.

Dalam menghadapi tuntutan kinerja sebagai aktor, Beni mengaku tidak ragu. Ia merasa bahwa pengalaman sebagai komedian memberinya keunggulan dalam mengatur ekspresi dan humor. Namun, ia juga menyadari bahwa akting film membutuhkan pendekatan yang berbeda. “Aku perlu lebih fokus pada detail karakter dan suasana peran,” katanya.

Kontribusi Joshua Suherman dalam proses pengambilan gambar dianggap sangat berarti. Ia menilai konsultan ini mampu mengarahkan tim dengan baik, sehingga setiap adegan menjadi lebih menghibur. “Joshua selalu nampung ide dari kita, dan dia yang memutuskan mana yang paling cocok,” tutur Beni. Kedekatan ini juga menjadikan “Sekawan Limo 2” sebagai proyek yang lebih stabil.

Beni berharap “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” akan memberikan kesempatan baginya untuk terus berkembang sebagai aktor. Ia menyebut bahwa film ini tidak hanya menjadi puncak dari seri pertama, tetapi juga menjadi langkah awal menuju proyek-proyek yang lebih besar. “Aku berharap bisa terus menciptakan karakter yang berkesan dan membuat penonton tertawa,” pungkasnya.

Dengan keberhasilan “Sekawan Limo 2,” Beni optimis bahwa identitasnya sebagai aktor akan semakin kuat. Ia juga berharap penggemar yang telah menyukai Juna sebelumnya akan menantikan kemunculan karakter baru dalam film-film berikutnya. “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” menjadi bukti bahwa ia mampu mempertahankan kualitas karya sekaligus menghadirkan inovasi dalam komedi film.