Waka MPR: Perubahan iklim buka peluang pertumbuhan ekonomi RI

1000008637

Waka MPR: Perubahan Iklim Membuka Peluang Pertumbuhan Ekonomi RI

Krisis Iklim sebagai Momentum Ekonomi Nasional

Bisadonasi.com – Jakarta — Waka MPR, Eddy Soeparno, menyampaikan pernyataan penting mengenai hubungan antara penanganan perubahan iklim dengan peluang ekonomi yang terbuka bagi bangsa Indonesia. Dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, yang berlokasi di Jakarta pada hari Kamis, Waka MPR menekankan bahwa langkah-langkah Indonesia dalam menghadapi tantangan iklim memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar pelestarian lingkungan.

Menurut Waka MPR, upaya penanggulangan perubahan iklim tidak hanya berfungsi untuk menjaga kelestarian alam, tetapi juga membuka ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, dan menciptakan lapangan kerja. Ia menilai bahwa krisis iklim yang melanda Indonesia saat ini bukan semata-mata persoalan lingkungan hidup, melainkan telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan nasional negara.

“Hal ini membutuhkan beyond business-as-usual solution dan transisi energi serta penghijauan kembali (reforestation) kini menjadi jalur yang tidak dapat dinegosiasikan,” ujar Eddy Soeparno dalam pernyataannya.

Fondasi Kelembagaan dan Regulasi Pendukung

Waka MPR menjelaskan bahwa Indonesia telah berhasil membangun fondasi kelembagaan yang kuat untuk mengubah tantangan iklim menjadi peluang ekonomi. Fondasi ini didukung oleh PR 110/2025 serta implementasi Sistem Registri Unit Karbon atau yang dikenal dengan singkatan SRUK. Kedua instrumen ini berperan penting dalam penguatan integritas kebijakan iklim nasional.

Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) resmi diluncurkan oleh Pemerintah pada tanggal 9 Juli 2026. Peluncuran ini menandai dimulainya era baru dalam pengembangan pasar karbon nasional Indonesia. SRUK dikelola secara langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan berfungsi sebagai sistem pencatatan, pengelolaan, dan verifikasi unit karbon yang akan diperdagangkan di pasar karbon. Baca lebih lanjut tentang SRUK.

Keberadaan SRUK semakin diperkuat melalui terbitnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2026 tentang Sistem Registri Unit Karbon. Peraturan ini memberikan landasan hukum yang jelas bagi operasional SRUK dalam mendukung perdagangan karbon yang transparan, kredibel, dan berintegritas tinggi.

“Ini juga menghasilkan pengganda ekonomi dari lapangan kerja, investasi, hingga kesiapan manufaktur,” tambahnya.

Proyek Abadi Masela dan Komitmen Jangka Panjang

Salah satu contoh nyata komitmen Indonesia dalam mengatasi isu iklim secara serius adalah proyek Abadi Masela. Proyek ini menjadi model penyelarasan agenda pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan upaya mitigasi perubahan iklim yang dilakukan secara bersamaan. Melalui proyek ini, Indonesia menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak harus bertentangan dengan upaya pelestarian lingkungan.

Pemerintah menyatakan bahwa SRUK dirancang untuk mendukung perdagangan karbon yang transparan, kredibel, dan berintegritas. Salah satu fungsi krusial SRUK adalah mencegah terjadinya penghitungan ganda atau double counting atas penurunan emisi karbon. Mekanisme ini memastikan bahwa setiap unit karbon yang diperdagangkan memiliki nilai yang jelas dan dapat dipercaya oleh pasar internasional.

Dengan demikian, Waka MPR tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memanfaatkan potensi ekonomi dari pasar karbon global. Langkah ini diharapkan dapat menarik investasi asing, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional dalam konteks ekonomi hijau yang semakin berkembang di tingkat internasional.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Waka MPR dan Perubahan Iklim

Apa peran Waka MPR dalam isu perubahan iklim? Waka MPR, Eddy Soeparno, berperan dalam mendorong kebijakan yang menghubungkan penanganan iklim dengan pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai inisiatif dan regulasi.

Kapan SRUK diluncurkan dan apa fungsinya? SRUK resmi diluncurkan pada 9 Juli 2026. Fungsinya sebagai sistem pencatatan, pengelolaan, dan verifikasi unit karbon untuk perdagangan karbon nasional.

Apa itu Proyek Abadi Masela? Proyek Abadi Masela adalah model penyelarasan agenda pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan mitigasi perubahan iklim yang dilakukan secara bersamaan di Indonesia.

Bagaimana SRUK mencegah double counting? SRUK memastikan setiap unit karbon yang diperdagangkan memiliki nilai yang jelas dan dapat dipercaya oleh pasar internasional melalui mekanisme pencatatan yang terintegrasi.