Menkraf: Pengembangan ekraf solusi tekan pengangguran usia muda

WhatsApp-Image-2026-07-30-at-10.06.37_1

Menkraf: Pengembangan Ekonomi Kreatif Jadi Solusi Utama Tekan Pengangguran Usia Muda

Bisadonasi.com – Surabaya, Jawa Timur – Menkraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa pengembangan sektor ekonomi kreatif merupakan strategi kunci untuk menekan angka pengangguran terbuka di Indonesia. Dalam pernyataannya di hadapan para pelaku media, Menkraf menyoroti potensi besar industri kreatif sebagai alternatif solusi yang dapat menyerap tenaga kerja generasi muda secara signifikan. Hal ini menjadi sangat relevan mengingat bahwa generasi muda merupakan kelompok dominan dalam jumlah pencari kerja nasional saat ini.

Berdasarkan data resmi yang disampaikan, tingginya proporsi pengangguran terbuka secara signifikan berasal dari kelompok usia muda. Dari total 7,47 juta penganggur yang tercatat di Indonesia, sekitar 82,6 persen di antaranya merupakan generasi Gen Z dan milenial. Menkraf menekankan bahwa angka ini menunjukkan adanya kesesuaian antara karakteristik pengangguran dengan potensi industri kreatif sebagai solusi.

Menkraf Jelaskan Potensi Besar Industri Kreatif untuk Generasi Muda

Teuku menjelaskan bahwa jika minat generasi muda untuk bekerja di industri kreatif sangat tinggi, sementara sebagian besar pengangguran juga berasal dari kelompok usia yang sama, maka industri kreatif memiliki peluang besar untuk menjadi solusi. “Kalau keinginan Gen Z dan milenial bekerja di industri kreatif begitu besar, sementara sekitar 82,6 persen pengangguran juga berasal dari kelompok yang sama, berarti industri kreatif bisa menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran terbuka,” jelas Menkraf dalam acara Jatim Media Summit 2026 yang diselenggarakan di Surabaya pada hari Kamis.

“Menkraf juga menambahkan bahwa pengembangan sektor ini tidak hanya berfokus pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan era digital,” ujarnya.

Karakteristik Industri Kreatif yang Sesuai dengan Preferensi Generasi Muda

Menurut Menkraf, besarnya minat generasi muda terhadap industri kreatif merupakan modal penting untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut. Ia menilai bahwa karakteristik industri kreatif sangat sesuai dengan preferensi generasi muda dalam memilih pekerjaan. Gen Z dan milenial cenderung mencari pekerjaan yang sejalan dengan minat atau passion mereka, memberikan fleksibilitas waktu, serta menawarkan peluang memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan konvensional.

“Kalau dulu mungkin sulit dibayangkan, tetapi pada era digital seperti sekarang, peluang memperoleh penghasilan yang lebih besar melalui sektor ekonomi kreatif sangat mungkin diwujudkan,” kata Menkraf.

Saat ini, jumlah pekerja di sektor ekonomi kreatif telah mencapai sekitar 27,4 juta orang. Dari jumlah tersebut, 63 persen merupakan Gen Z dan milenial, sementara 58 persen di antaranya adalah perempuan. Angka-angka ini menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif sangat inklusif karena mayoritas pelakunya berasal dari generasi muda dan melibatkan banyak perempuan. Menkraf menyebutkan bahwa data ini menjadi bukti nyata bahwa industri kreatif telah menjadi pilihan utama bagi generasi muda Indonesia.

Penguatan Ekosistem untuk Menyerap Lebih Banyak Tenaga Kerja Muda

Oleh sebab itu, Menkraf terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui berbagai pendekatan strategis. Upaya tersebut mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pendampingan pelaku usaha, akses pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi digital. Semua langkah ini bertujuan agar semakin banyak generasi muda terserap ke sektor tersebut. Dengan memperkuat fondasi ekosistem, diharapkan industri kreatif dapat terus berkembang dan menyerap tenaga kerja secara berkelanjutan.

Pengembangan sektor ini juga sejalan dengan transformasi digital yang sedang berlangsung di Indonesia. Generasi muda yang melek teknologi memiliki keunggulan dalam memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan usaha kreatif mereka. Hal ini membuka peluang baru bagi wirausaha muda untuk menciptakan lapangan kerja sendiri maupun bekerja di perusahaan kreatif yang semakin berkembang. Menkraf optimis bahwa dengan dukungan yang tepat, sektor ekonomi kreatif dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Peran Menkraf dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif

Apa peran utama Menkraf dalam mengatasi pengangguran usia muda? Menkraf berfokus pada pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang mampu menyerap tenaga kerja generasi muda melalui peningkatan kompetensi, akses pembiayaan, dan pendampingan pelaku usaha.

Berapa jumlah penganggur di Indonesia yang berasal dari generasi muda? Dari total 7,47 juta penganggur, sekitar 82,6 persen merupakan generasi Gen Z dan milenial.

Berapa banyak pekerja di sektor ekonomi kreatif saat ini? Jumlah pekerja di sektor ekonomi kreatif telah mencapai sekitar 27,4 juta orang, dengan 63 persen merupakan Gen Z dan milenial.

Bagaimana Menkraf mendukung transformasi digital dalam ekonomi kreatif? Menkraf mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui pendampingan, akses pembiayaan, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar generasi muda dapat memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan usaha kreatif mereka.

Apakah sektor ekonomi kreatif inklusif bagi perempuan? Ya, 58 persen pekerja di sektor ekonomi kreatif adalah perempuan, menunjukkan bahwa sektor ini sangat inklusif dan memberikan peluang yang setara bagi perempuan Indonesia.