PPIH pulangkan dua calon haji asal Sumatera Utara ke daerah asal

PPIH Pulangkan Dua Calon Haji Asal Sumatera Utara ke Daerah Asal

PPIH pulangkan dua calon haji asal – Sebanyak dua calon haji yang berasal dari Sumatera Utara telah kembali ke daerah asal mereka setelah memenuhi persyaratan kesehatan yang dinilai tidak memenuhi standar penerbangan. Keputusan ini diambil oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, yang bertugas memastikan kesiapan jamaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Penyebab utama kedua calon haji tersebut dipulangkan adalah karena kondisi mereka yang menunjukkan gejala demensia atau pikun, serta gangguan mental atau kejiwaan yang bisa mengganggu proses ibadah secara keseluruhan.

Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan dua calon haji tersebut terungkap setelah menjalani pemeriksaan akhir oleh tim medis Embarkasi Medan. “Kedua calon haji yang mengalami gangguan, itu berasal dari Tapanuli Selatan dan Tanjung Balai,” jelas Zulkifli dalam wawancara di Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Senin. Menurutnya, selama proses seleksi, PPIH melakukan evaluasi terhadap berbagai tahapan, termasuk pembagian paspor, gelang, Kartu Nusuk, serta prosedur lainnya, untuk menentukan apakah seseorang layak diberangkatkan ke Arab Saudi.

“Kemarin ada dua orang. Satu yang mengalami demensia, dan satu lagi mengalami gangguan mental, sehingga bisa memengaruhi kegiatan jamaah lain,” tambah Zulkifli. Dalam penjelasannya, dia menegaskan bahwa perjalanan dari Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, ke Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz di Madinah memakan waktu lebih dari delapan jam. “Biasanya kalau di pesawat, pilot meminta agar calon haji yang tidak stabil tidak dibawa terbang, karena bisa mengganggu suasana di dalam pesawat,” imbuhnya.

Persyaratan Kesehatan Sebagai Pilar Penting

Persyaratan kesehatan menjadi bagian penting dari proses seleksi calon haji. Selain tes fisik, para jamaah juga diperiksa secara psikologis untuk memastikan mereka mampu mengikuti perjalanan yang berlangsung intensif. Zulkifli menjelaskan bahwa setiap tahapan penerbangan, termasuk pengurusan dokumen dan persiapan akhir, dilakukan secara teliti. “Kita memastikan bahwa calon haji tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga mampu menghadapi tantangan di Tanah Suci,” katanya.

Menurut data yang dihimpun PPIH Embarkasi Medan, total calon haji yang telah diberangkatkan mencapai 5.990 orang, termasuk 68 petugas haji dari kloter Sumatera Utara. Perjalanan berlangsung dari 22 April hingga 11 Mei 2026. Hingga hari ini, saat pemberangkatan Kloter 11, jumlah jamaah yang telah tiba di Arab Saudi mencapai 3.947 orang, dengan 44 petugas haji yang telah menyelesaikan perjalanan. Sementara itu, 2.043 calon haji atau sekitar 34,11 persen masih dalam perjalanan ke Tanah Suci.

Proses pemulangan ini menggambarkan upaya PPIH untuk meminimalkan risiko kesehatan selama perjalanan haji. “Kita memprioritaskan keamanan jamaah, baik di dalam pesawat maupun selama berada di tanah air,” ujar Zulkifli. Ia menekankan bahwa kondisi mental calon haji perlu dipantau secara berkala, terutama untuk kelompok yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit neurologis.

Konteks Kesehatan dalam Perjalanan Haji

Perjalanan haji membutuhkan ketahanan fisik dan mental yang tinggi, terutama karena durasi penerbangan yang cukup lama. PPIH Embarkasi Medan menjelaskan bahwa pengurusan surat keberangkatan tidak hanya dilakukan secara teknis, tetapi juga melalui evaluasi menyeluruh. “Kita memeriksa seorang calon haji dari awal, termasuk kemampuan berkomunikasi, kestabilan emosional, dan kemampuan mengikuti instruksi selama penerbangan,” kata Zulkifli.

Kelompok calon haji yang mengalami gangguan kejiwaan seperti demensia dianggap berisiko tinggi karena kemungkinan mengalami kebingungan atau tidak bisa mengikuti arahan petugas selama perjalanan. “Pilot pesawat biasanya menyarankan untuk tidak membawa calon haji yang memiliki gejala seperti ini, terutama jika mereka cenderung terusik atau memicu gangguan di sela-sela jamaah lain,” tambahnya. Zulkifli menambahkan bahwa pemulangan ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan seluruh jamaah yang ikut serta dalam kloter.

Dalam konteks ini, PPIH mengambil langkah pencegahan dengan mengeluarkan calon haji yang tidak memenuhi kriteria. “Kita ingin memastikan bahwa setiap jamaah yang terbang tidak hanya mampu menyelesaikan ibadah, tetapi juga bisa menikmati perjalanan tanpa hambatan,” ujarnya. Keputusan tersebut berdasarkan rekomendasi tim kesehatan yang bekerja sama dengan PPIH. Proses evaluasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi kejadian kecelakaan atau masalah kesehatan yang bisa terjadi di tengah perjalanan.

Kemungkinan Kloter Tahun Depan

Dalam wawancara terpisah, Zulkifli mengungkapkan bahwa dua calon haji yang dipulangkan tersebut masih memiliki potensi untuk diberangkatkan tahun depan jika kondisi kesehatan mereka membaik. “In syaa Allah, kalau perkembangan kesehatan mereka stabil, maka mereka bisa ikut dalam kloter yang akan datang,” katanya. Pernyataan ini memberikan harapan bagi para calon haji yang mengalami gangguan sementara, karena PPIH tetap mempertimbangkan kemungkinan pemulihan kondisi mereka.

Proses pemulangan ini juga menjadi contoh bagaimana PPIH memperhatikan kesehatan jamaah, bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga secara psikologis. Dengan melakukan pemeriksaan yang ketat, PPIH memastikan bahwa setiap calon haji yang diberangkatkan mampu menghadapi tantangan perjalanan. “Kita ingin menghindari situasi yang bisa memicu risiko di pesawat, seperti kebingungan, kegugupan, atau bahkan gangguan perilaku di tengah jamaah lain,” kata Zulkifli.

Dengan jumlah calon haji yang signifikan, PPIH Embarkasi Medan terus meningkatkan kualitas layanan untuk