Program Terbaru: FFF sebut kerja sama PSSI membuka pintu pengembangan sepak bola putri
Kerja Sama FFF dan PSSI Dorong Peningkatan Sepak Bola Putri Indonesia
Jakarta – Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) menilai kolaborasi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan sepak bola putri di Tanah Air. Menurut Ludovic Debru, kepala delegasi internasional FFF, kerja sama ini bertujuan untuk membuka jalan pengembangan olahraga putri mulai dari tingkat dasar hingga profesional.
“Tujuan utama (dari kerja sama dengan PSSI) adalah membuka peluang bagi sepak bola putri. Ini merupakan langkah awal,” ujarnya dalam konferensi pers bertema “Empowering the Next Generation of Women’s Football – From Grassroots Development to Clairefontaine” di Jakarta, Rabu.
Dalam kerja sama ini, PSSI dan FFF akan melakukan beberapa inisiatif, termasuk pelatihan usia dini di Bandung, Jabar, serta penyelenggaraan coaching clinic untuk pelatih dan ofisial. Selain itu, sebanyak 20 pemain sepak bola putri dan 8 ofisial akan dikirim ke pusat pelatihan Clairefontaine, Prancis, pada 3–9 Mei mendatang.
Pemain yang berangkat ke Clairefontaine terdiri dari kombinasi atlet yang berasal dari Program Hydro Plus serta tim nasional putri Indonesia U-17. Mereka akan mengikuti sesi latihan selama enam hari dan menghadapi uji coba pertandingan melawan tim akademi yang ditentukan oleh FFF.
Ludovic Debru menekankan bahwa tujuan utama dari kerja sama tersebut adalah memperkuat dasar pengembangan sepak bola putri, terutama di Indonesia. “Peningkatan ini adalah proses yang berkelanjutan, yang terpenting adalah mengawali langkah-langkah konkret,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan menciptakan berbagai program pengembangan, mulai dari pembinaan pemain muda hingga pelatihan pendidikan bagi pelatih dan pengelola olahraga. Dengan mengirimkan atlet Indonesia ke Clairefontaine, tambahnya, mereka akan memperoleh pengalaman berharga yang mempersiapkan mereka untuk tampil optimal dalam kompetisi internasional.
Kerja sama ini juga menjadi kesempatan bagi FFF untuk memahami sistem pengelolaan sepak bola di Indonesia. “Kami sangat tertarik menggali lebih dalam mengenai cara sepak bola dikelola di sini,” tutur Ludovic, yang menilai pengalaman tersebut bisa saling memperkaya pengetahuan antara kedua pihak.
