Bisnis

Universitas Negeri Makassar bantu Payabo Recycle olah sampah plastik

Foto : Ahmad Hidayat - bisadonasi.com
Daftar Isi
  1. Plastik Bekas di Makassar Kini Berubah Menjadi Aksesori Fashion Berkat Mesin Injeksi Pneumatik
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Plastik Bekas di Makassar Kini Berubah Menjadi Aksesori Fashion Berkat Mesin Injeksi Pneumatik

Bisadonasi.com – Di sudut Jalan Asrama Haji Sudiang, Makassar, sebuah kelompok warga selama bertahun-tahun memproses limbah plastik dengan tungku LPG dan tenaga tangan semata. Hasilnya terbatas: sekitar sepuluh unit produk per pekan, kerap disertai cacat berupa permukaan melengkung atau dimensi yang tidak presisi. Kini, wajah kegiatan itu berubah total setelah dua perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Selatan menyuntikkan teknologi mesin injeksi pneumatik semi otomatis ke dalam lini produksi kelompok tersebut.

Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Universitas Fajar turun tangan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang didanai penuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI (Kemdiktisaintek). Program ini berjalan di bawah payung Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) 2026, dengan UNM sebagai institusi pelaksana.

Dari Tungku LPG ke Kontrol Suhu Digital

Sebelum intervensi teknologi, Kelompok Payabo Recycle mengolah limbah plastik jenis High-Density Polyethylene (HDPE) dan Polypropylene (PP) secara manual. Tanpa mekanisme pengendalian suhu, setiap cetakan bergantung pada intuisi operator dan kondisi tungku yang tidak stabil. Konsekuensinya jelas: kualitas produk tidak konsisten, volume produksi nyaris tidak bergerak, dan potensi cacat struktural selalu mengintai.

Mesin baru yang diperkenalkan tim pengabdi dilengkapi sistem kontrol suhu digital berbasis algoritma Proportional-Integral-Derivative (PID) serta rangkaian pneumatik terintegrasi. Perangkat ini mampu mencetak material HDPE/PP menjadi produk berukuran presisi, mulai dari bingkai kacamata hingga aksesori jam tangan. Dengan demikian, kelompok tersebut tidak lagi terikat pada keterbatasan kapasitas tungku konvensional.

“Teknologi ini kami kembangkan bukan hanya untuk menghadirkan mesin, tetapi juga membantu mitra meningkatkan kemampuan produksi, mengembangkan produk baru, dan mengelola proses secara mandiri,” ujar Fauziah, Ketua Tim Pelaksana Program BIMA 2026, di Makassar, Kamis.

Fauziah, dosen Program Studi Rekayasa Industri UNM, menegaskan bahwa tujuan utama bukan sekadar menyerahkan satu unit alat. Fokusnya adalah membangun kapasitas internal kelompok agar mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan lini produksi secara berkelanjutan tanpa bergantung pada pihak luar.

Produk yang Melampaui Batas Daur Ulang Konvensional

Transformasi limbah plastik di Payabo Recycle kini menghasilkan spektrum produk yang jauh melampaui barang daur ulang biasa. Ecoboard dan furnitur tetap menjadi tulang punggung, namun lini baru merambah ke segmen eco fashion: bingkai kacamata dan aksesori jam tangan yang menuntut toleransi dimensi ketat. Pergeseran ke produk bernilai tambah tinggi sekaligus ringkas ini membawa konsekuensi praktis yang signifikan—biaya pengiriman turun drastis, sementara jangkauan pemasaran melebar melalui platform e-commerce dan media sosial.

“Teknologi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi mendukung pengurangan limbah plastik melalui prinsip ekonomi sirkular, serta berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab,” tambah Fauziah.

Perspektif ekonomi sirkular yang diadopsi di sini menempatkan sampah plastik bukan sebagai akhir rantai, melainkan sebagai bahan baku yang kembali masuk ke siklus produksi. Dalam konteks Makassar—kota pesisir dengan volume sampah plastik yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan aktivitas perdagangan—model semacam ini menawarkan jalur alternatif yang lebih realistis dibanding sekadar mengandalkan pengumpulan dan pembuangan ke TPA.

Pendampingan Terpadu: Lebih dari Sekadar Mesin

Tim pengabdi tidak berhenti pada serah-terima perangkat. Pendampingan yang diberikan bersifat holistik dan mencakup beberapa lapis:

Pertama, pelatihan pengoperasian dan perawatan rutin mesin agar kelompok mampu menjaga ketersediaan produksi tanpa downtime berkepanjangan. Kedua, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area produksi untuk meminimalkan risiko cedera operator. Ketiga, penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) produksi yang terdokumentasi sehingga proses dapat direplikasi dan diaudit. Keempat, pengendalian mutu pada setiap tahap pencetakan dan pascaproses. Kelima, pendampingan manajemen bisnis yang meliputi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pencatatan stok material dan produk jadi, serta strategi branding untuk memperkuat identitas pasar Payabo Recycle.

Tim dan Kerangka Program

Program pengabdian ini berjudul “Penerapan Teknologi Mesin Injeksi Pneumatik untuk Peningkatan Kapasitas Produksi dan Kemandirian Ekonomi Kelompok Payabo Recycle.” Fauziah memimpin tim yang beranggotakan Muh Bhilal Halim dari UNM serta Muhammad Yusuf Ali dari Universitas Fajar. Kolaborasi lintas institusi ini dirancang agar transfer teknologi tidak berhenti pada satu disiplin, melainkan menyentuh aspek rekayasa, manajemen, dan kewirausahaan secara simultan.

Dukungan pendanaan penuh dari DPPM melalui skema BIMA 2026 memastikan bahwa seluruh tahapan—perancangan mesin, instalasi, pelatihan, hingga pendampingan pasca-instalasi—dibiayai tanpa membebani kelompok mitra. Dengan demikian, Payabo Recycle dapat mengalokasikan sumber dayanya pada pengembangan produk dan pemasaran, bukan pada biaya modal teknologi.

Keberhasilan model ini, jika direplikasi di komunitas lain di Sulawesi Selatan maupun wilayah pesisir Indonesia, berpotensi mengubah narasi pengelolaan sampah plastik dari beban lingkungan menjadi aset ekonomi lokal yang terukur dan berkelanjutan.

Frequently Asked Questions

What is Universitas Negeri Makassar bantu Payabo Recycle?

Universitas Negeri Makassar bantu Payabo Recycle is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Universitas Negeri Makassar bantu Payabo Recycle matter?

Universitas Negeri Makassar bantu Payabo Recycle matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Ahmad Hidayat - bisadonasi.com

Ahmad Hidayat - bisadonasi.com

Ahmad Hidayat adalah seorang praktisi sosial dan penulis yang telah aktif lebih dari 10 tahun dalam kegiatan kemanusiaan dan penggalangan dana digital. Ia memiliki pengalaman langsung dalam mengelola berbagai program donasi, mulai dari bantuan bencana alam hingga program pendidikan untuk anak kurang mampu. Melalui tulisannya, Ahmad berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berbagi dengan cara yang tepat, transparan, dan berdampak nyata.

Fokus utamanya adalah menghubungkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan aksi nyata yang bisa dilakukan siapa saja. Dengan gaya bahasa yang sederhana namun mendalam, Ahmad membantu pembaca memahami bahwa donasi bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membangun harapan bagi sesama.