Bisnis

Menperin: Arahan Presiden tegaskan industri jadi fondasi ekonomi

Foto : Nadia Utami - bisadonasi.com
Daftar Isi
  1. Menperin: Arahan Presiden Tegaskan Industri Jadi Fondasi Ekonomi
  2. FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Peran Menperin
  3. Related Reading

Menperin: Arahan Presiden Tegaskan Industri Jadi Fondasi Ekonomi

Bisadonasi.com – Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto mengenai urgensi pertumbuhan ekonomi dan investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui arahan tersebut, Menperin mempertegas posisi industri sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang harus terus diperkuat. “Bapak Presiden menegaskan bahwa pertumbuhan dan investasi bukanlah tujuan akhir, tetapi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Setiap investasi harus mampu menciptakan pekerjaan dan setiap kebijakan harus memperbaiki kehidupan masyarakat,” ujar Menperin.

Bagi Kementerian Perindustrian, arahan ini semakin memperkuat tekad untuk menjalankan industrialisasi yang inklusif, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah sebesar-besarnya di dalam negeri. Menperin menjelaskan bahwa dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, strategi ini menjadi panduan utama dalam menjalankan misi pembangunan ekonomi. Dalam pidatonya di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo menekankan bahwa di tengah dinamika global berupa konflik geopolitik, perang dagang, gangguan rantai pasok, serta tekanan ekonomi dunia, Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Implementasi Strategi Besar Industrialisasi Nasional

Agus menjelaskan bahwa arahan Presiden tersebut diterjemahkan pihaknya melalui implementasi Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN). Strategi ini diarahkan untuk memperkuat struktur industri nasional, mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah, memperkuat produktivitas dan daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas. Menurutnya, industrialisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan nilai tambah ekonomi semakin banyak tercipta dan dinikmati di dalam negeri.

Menperin menilai kebijakan penguatan industri telah menunjukkan hasil positif yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,32 persen secara tahunan atau year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama sebesar 5,29 persen. Selain tumbuh lebih tinggi dari ekonomi nasional, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 18,50 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sehingga tetap menjadi kontributor terbesar dalam struktur perekonomian Indonesia. Industri pengolahan juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar dengan kontribusi mencapai 0,90 persen.

Lebih lanjut, kinerja industri nasional juga tercermin dari sejumlah indikator aktivitas manufaktur. Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) berada pada level 52,31, sementara Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia Juli 2026 berada di level 50,2 dan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juli 2026 mencapai 53,10. “Capaian ini menunjukkan bahwa kebijakan Presiden yang memberikan keberpihakan kuat terhadap sektor industri telah menghasilkan dampak yang konkret. Manufaktur bukan hanya tumbuh, tetapi pertumbuhannya mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Ini menjadi modal yang sangat penting untuk terus memperbesar peranan industri sebagai motor penggerak ekonomi,” tutur Menperin.

Menperin juga menegaskan pemerintah akan terus menjaga momentum tersebut melalui kebijakan yang memberikan kepastian usaha, memperkuat pasar domestik, meningkatkan investasi, serta menciptakan iklim industri yang semakin kompetitif. Ia juga menekankan bahwa hilirisasi harus terus diperluas agar tidak berhenti pada pengolahan komoditas menjadi produk antara. Hilirisasi perlu diarahkan hingga menghasilkan produk akhir bernilai tambah tinggi sekaligus memperkuat ekosistem industri nasional.

Menurut Agus, investasi yang masuk ke Indonesia harus mampu membawa dampak luas bagi perekonomian, termasuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok domestik, menggunakan produk dalam negeri, mengembangkan sumber daya manusia, serta membawa transfer teknologi. Menperin menambahkan penguatan industri nasional juga membutuhkan pasar domestik yang kuat. Agar masyarakat dapat mengakses informasi lebih lengkap mengenai perkembangan industri nasional, dapat mengunjungi halaman berita resmi Menperin.

Langkah Strategis Menuju Kemandirian Ekonomi

Agus menegaskan Kemenperin akan terus mengawal arahan Presiden melalui kebijakan proindustri yang berfokus pada penguatan struktur industri, hilirisasi, substitusi impor, transformasi teknologi, pengembangan industri hijau, peningkatan kualitas SDM, serta perluasan pasar domestik dan ekspor. “Pesan Bapak Presiden sangat jelas bahwa Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki sendiri. Bagi kami, salah satu fondasi utama untuk mewujudkannya adalah industri nasional yang kuat dan berdaulat. Karena itu, momentum pertumbuhan manufaktur yang saat ini sudah melampaui pertumbuhan ekonomi nasional harus terus kita jaga dan tingkatkan,” tegas Agus.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Peran Menperin

Apa itu Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN)? SBIN adalah strategi yang diimplementasikan oleh Menperin untuk memperkuat struktur industri nasional, mempercepat hilirisasi, dan meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global.

Berapa kontribusi industri pengolahan terhadap PDB Indonesia? Sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 18,50 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, menjadikannya kontributor terbesar dalam struktur perekonomian nasional.

Apa target utama kebijakan hilirisasi menurut Menperin? Menperin menekankan bahwa hilirisasi harus diarahkan hingga menghasilkan produk akhir bernilai tambah tinggi, bukan hanya berhenti pada pengolahan komoditas menjadi produk antara.

Bagaimana Menperin mengukur keberhasilan kebijakan industri? Keberhasilan diukur melalui berbagai indikator seperti pertumbuhan industri pengolahan nonmigas, indeks manufaktur (PMI, IKBM, IKI), serta kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan nilai tambah ekonomi.

Nadia Utami - bisadonasi.com

Nadia Utami - bisadonasi.com

Nadia Utami adalah content strategist yang berfokus pada pengembangan konten edukatif di bidang sosial dan kemanusiaan. Ia memiliki pengalaman dalam membangun kampanye digital yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donasi.

Nadia percaya bahwa konten yang baik bukan hanya informatif, tetapi juga mampu menggerakkan hati pembacanya untuk bertindak.