Prabowo dorong “ubi bombing” untuk atasi karhutla
Daftar Isi
Inovasi “Ubi Bombing” dari Lubuk Linggau Jadi Andalan Baru Perang Melawan Karhutla
Bisadonasi.com – Sebuah temuan sederhana dari seorang anggota TNI di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, kini mendapat perhatian langsung dari puncak kekuasaan negara. Tepung ubi atau singkong yang selama ini menjadi bahan pangan pokok jutaan keluarga Indonesia diproyeksikan sebagai bahan baku agen pemadam kebakaran hutan dan lahan. Presiden Prabowo Subianto secara eksplisit mendorong agar inovasi tersebut tidak berhenti di tahap eksperimen kecil-kecilan, melainkan segera diuji dalam skala industri dan diintegrasikan ke dalam protokol penanganan karhutla nasional.
Perintah itu disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin. Dalam forum tersebut, Kepala Negara menegaskan bahwa setiap sumber daya, teknologi, dan inovasi yang tersedia di dalam negeri wajib dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman api. Ia menolak pendekatan parsial dan menuntut agar upaya pemadaman dilakukan secara cepat, efektif, dan menyeluruh.
Dari Dapur Rakyat ke Lapangan Pemadaman
Mekanisme kerja bahan berbasis tepung ubi atau singkong relatif mudah dipahami. Ketika disemprotkan ke area yang terbakar, partikel tepung membentuk lapisan yang memisahkan unsur-unsur pendukung proses pembakaran — yakni bahan bakar, oksigen, dan panas — sehingga reaksi rantai api terputus. Pada tahap awal kebakaran, bahan ini juga berfungsi sebagai agen pemadam langsung. Dengan kata lain, satu bahan dapat berperan ganda: mencegah penyebaran api sekaligus memadamkan titik api yang masih kecil.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang hadir dalam rapat tersebut memaparkan detail inovasi ini. Ia menjelaskan bahwa bahan tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang anggota TNI di Lubuk Linggau dan telah menunjukkan efektivitas awal yang menjanjikan. Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, menambahkan bahwa inovasi tersebut sudah dipaparkan kepada jajaran terkait dan telah disampaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Meskipun kapasitas produksi saat ini masih terbatas, bahan itu dinilai efektif dan memiliki ruang pengembangan yang luas.
Perintah Presiden: Produksi Skala Besar dan Pengujian Serius
Prabowo tidak sekadar mengapresiasi temuan tersebut. Ia memberikan instruksi konkret agar inovasi ubi bombing segera diproduksi dalam skala besar dan diuji coba secara lebih luas. Presiden juga memerintahkan agar kebutuhan anggaran untuk produksi diajukan secepatnya sehingga pemerintah dapat mendukung seluruh rantai proses — mulai dari riset, produksi massal, hingga pengujian efektivitas di lapangan.
“Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar. Ajukan biaya untuk produksinya. Kita usahakan semua upaya. Berarti yang kita bukan waterbomb, ubi bombing. Ubi bombing,” ucap Presiden Prabowo.
Penekanan pada frasa “bukan waterbomb, ubi bombing” menunjukkan bahwa Presiden ingin publik dan aparatur memahami bahwa ini adalah kategori agen pemadam yang berbeda dari sekadar penyemprotan air. Tepung ubi bekerja melalui mekanisme kimiawi-fisik yang memisahkan elemen pembakaran, bukan sekadar mendinginkan permukaan.
Peran BRIN dan BNPB dalam Pengembangan Agen Kimia Pemadam
Di luar inovasi berbasis ubi, Prabowo juga meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta BNPB mengkaji kemungkinan penggunaan bahan kimia atau material tertentu yang mampu memadamkan maupun mencegah penyebaran api secara lebih efektif. Ia membayangkan produk akhir dalam bentuk tabung semprot portabel — serupa alat pemadam kebakaran konvensional — yang dapat dibawa langsung oleh tim pemadam di lapangan.
“Seperti alat pemadam kebakaran, ya yang kita bayangkan, itu kan yang keluar kan zat kimia. Benar nggak? Ya, coba dicek ya. Mungkin BRIN, coba dicek BRIN ya. BRIN apakah bisa produksi atau kita sourcing. Kan dijual untuk alat-alat ya, isinya,” jelas Prabowo.
Instruksi ini membuka dua jalur pengembangan: produksi dalam negeri oleh BRIN, atau pengadaan (sourcing) dari pasar internasional. Pendekatan pragmatis tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin terjebak pada satu sumber teknologi saja, melainkan memilih jalur tercepat menuju ketersediaan agen pemadam yang andal.
Tim Alpha dan Dimensi Militer dalam Penanganan Karhutla
Presiden juga meminta Panglima TNI menguji coba kemampuan Tim Alpha — satuan khusus yang dikenal dengan operasi penyelamatan dan penanganan bencana — dalam mendukung penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Langkah ini menempatkan kekuatan militer bukan hanya sebagai pendukung logistik, tetapi sebagai operator langsung di garis depan pemadaman. Berbagai dukungan dan metode penanganan akan terus dievaluasi agar respons lapangan semakin cepat dan terkoordinasi.
Konteks: Mengapa Karhutla Tetap Jadi Ancaman Struktural
Indonesia secara geografis rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama pada periode kemarau ketika vegetasi gambut dan lahan kering menjadi bahan bakar alami. Setiap tahun, kabut asap dari karhutla tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas penerbangan, tetapi juga melepaskan emisi karbon dalam jumlah besar yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Sumatera Selatan sendiri merupakan salah satu episentrum karhutla di Pulau Sumatra, dengan luas lahan gambut yang signifikan dan aktivitas perkebunan yang intensif.
Ketergantungan pada penyemprotan air dari udara — waterbombing — selama bertahun-tahun terbukti memiliki keterbatasan: jangkauan terbatas, konsumsi bahan bakar pesawat tinggi, dan efektivitas menurun pada api yang sudah menjalar luas. Di sinilah inovasi berbasis tepung ubi menawarkan alternatif yang lebih murah, tersedia lokal, dan dapat diproduksi massal tanpa bergantung pada impor bahan kimia khusus. Jika berhasil dikembangkan dalam skala industri, ubi bombing berpotensi mengubah paradigma penanganan karhutla dari respons reaktif menjadi pencegahan proaktif di tingkat komunitas dan satuan lapangan.
Dengan arahan langsung dari Presiden, dukungan anggaran yang dijanjikan, serta keterlibatan BRIN, BNPB, TNI, dan Polri, inovasi dari Lubuk Linggau ini kini berada di persimpangan antara eksperimen lapangan dan kebijakan nasional. Keberhasilannya akan menentukan apakah Indonesia memiliki senjata pemadam yang murah, lokal, dan siap pakai untuk menghadapi musim kemarau berikutnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Prabowo dorong ubi bombing untuk atasi?
Prabowo dorong ubi bombing untuk atasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Prabowo dorong ubi bombing untuk atasi matter?
Prabowo dorong ubi bombing untuk atasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.