Tidur teratur bantu melancarkan buang air besar di pagi hari

image0-6

Tidur Teratur Bantu Melancarkan Buang Air Besar di Pagi Hari

Tidur teratur bantu melancarkan buang air besar – Jakarta – Menjaga rutinitas tidur yang teratur setiap malam berdampak positif pada kelancaran buang air besar di pagi hari, mengingat kualitas istirahat memengaruhi kesehatan saluran pencernaan secara signifikan. Dilansir dari laman Eating Well, pada Senin, dokter spesialis gastroenterologi Catherine Ngo mengatakan bahwa tidur yang memadai dan berkualitas memperkuat fungsi sistem pencernaan, sehingga menjaga pola pergerakan usus yang teratur. Menurut Ngo, kebiasaan tidur yang konsisten membantu tubuh mempertahankan aktivitas alami usus, yang menjadi dasar kebiasaan BAB yang lebih konsisten.

Pengaruh Tidur Teratur Terhadap Sistem Pencernaan

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kualitas serta durasi tidur memiliki pengaruh nyata terhadap keseimbangan mikrobioma usus, yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan. Mikrobioma ini berperan krusial dalam pencernaan dan penciptaan nutrisi, serta pengaturan peristaltik usus. Tidur yang tidak teratur atau kurang berkualitas dapat mengganggu ritme sirkadian, serta menghambat proses alami pencernaan, sehingga meningkatkan risiko konstipasi, kembung, dan kondisi saluran pencernaan yang tidak stabil.

“Tidur yang cukup dan berkualitas membantu sistem pencernaan mempertahankan pola pergerakan usus yang teratur,” kata Ngo dalam wawancara dengan media.

Menurut Ngo, ritme sirkadian tubuh, yang diatur oleh siklus tidur dan bangun, memengaruhi hormon pencernaan seperti motilin dan gastrin. Ketika tidur terganggu, hormon ini bisa tidak berfungsi optimal, menyebabkan usus menjadi lebih lambat dalam menyerap dan memproses makanan. Selain itu, kurangnya istirahat yang memadai dapat mengurangi sekresi cairan pencernaan, sehingga menghambat proses pembentukan tinja.

Stres Hormon dan Gangguan Pencernaan

Dokter gastroenterologi Rucha Shah menambahkan bahwa kebiasaan tidur hingga larut malam memicu peningkatan kadar hormon kortisol di waktu yang tidak tepat, sehingga mengganggu kinerja sistem pencernaan secara signifikan. Hormon kortisol biasanya bekerja sebagai pengatur respons tubuh terhadap stres, tetapi jika diproduksi berlebihan di pagi hari, hal ini bisa mengurangi sensitivitas usus terhadap rangsangan alami seperti makanan atau minuman.

“Kebiasaan tidur terlalu larut dapat menyebabkan peningkatan hormon kortisol pada waktu yang tidak semestinya, sehingga memengaruhi proses pencernaan,” kata Shah dalam penjelasannya.

Menurut Shah, kebiasaan ini sering terjadi pada pekerja shift malam, yang cenderung mengalami ketidakstabilan pola BAB. Orang-orang yang bekerja di malam hari biasanya mengalami gangguan ritme tubuh, sehingga mengubah waktu tubuh untuk mengeluarkan tinja. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko sembelit, karena usus menjadi tidak cukup terstimulasi selama waktu tidur.

Membangun Kebiasaan BAB yang Teratur

Bangun lebih awal setelah mencapai durasi tidur yang cukup memberikan kesempatan bagi tubuh untuk bersiap secara alami sebelum memulai rutinitas harian. Menurut Ngo, kondisi rileks berperan penting dalam membantu otot sfingter berfungsi secara optimal selama proses BAB, sedangkan keadaan terburu-buru di pagi hari justru menyebabkan tubuh terbiasa menunda dorongan buang air besar.

Dokter tersebut menjelaskan bahwa rasa rileks membantu otot usus melakukan peristaltik yang lebih efektif, sementara kecemasan atau kelelahan di pagi hari dapat menghambat proses ini. Sebagai contoh, orang yang bangun tergesa-gesa sering kali memaksa diri mengabaikan dorongan BAB, yang berujung pada kebiasaan menahan tinja hingga waktu yang tidak tepat.

Kebiasaan ini juga memperparah kekakuan otot sfingter, menyebabkan tinja menjadi lebih kering dan sulit dikeluarkan. Untuk menghindari masalah seperti ini, para ahli menyarankan mengatur waktu tidur agar konsisten dengan jam biologis tubuh. Kebiasaan ini tidak hanya memperbaiki kualitas tidur, tetapi juga mendukung keseimbangan hormon pencernaan.

Rekomendasi Tambahan untuk Memperbaiki Pola BAB

Untuk menjaga keteraturan BAB, para ahli merekomendasikan beberapa langkah, seperti memastikan asupan cairan yang cukup sepanjang hari, mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, serta melakukan jalan kaki selama 10 hingga 20 menit setelah makan malam untuk merangsang aktivitas usus.

Menurut Ngo, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki tidak hanya merangsang pergerakan usus, tetapi juga membantu mengurangi stres yang terkait dengan jam makan. Selain itu, menghindari makanan berlemak dan mengonsumsi makanan probiotik seperti yogurt atau tempe