Visit Agenda: Indonesia makin dipercaya FIP untuk buat turnamen padel internasional
Indonesia Makin Dipercaya FIP untuk Buat Turnamen Padel Internasional
Visit Agenda – Jakarta, 3 Juli 2026 – Peningkatan kepercayaan dari Federasi Padel Internasional (FIP) terhadap Indonesia semakin terbukti melalui pengumuman penyelenggaraan lebih banyak turnamen padel berstandar internasional. Wakil Ketua Umum I Perhimpunan Besar Padel Indonesia (PBPI) Mochtar Sarman mengungkapkan, keterlibatan Indonesia dalam acara internasional ini tidak hanya memperkuat reputasi negara sebagai tuan rumah kompetisi, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap pengembangan olahraga padel secara nasional.
FIP Beri Kepercayaan Lebih untuk 2026
Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Senin (6/7), Mochtar menjelaskan bahwa FIP memberikan kepercayaan lebih besar pada PBPI. “Tahun lalu kami sudah menggelar dua turnamen FIP Bronze, dan mereka sangat senang dengan hasilnya. Oleh karena itu, tahun ini kami dipercaya menyelenggarakan enam acara, termasuk tambahan untuk kategori FIP Promises,” katanya. Penyelenggaraan acara tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan padel di Indonesia, sekaligus memperkaya pengalaman para atlet nasional dalam bertanding melawan pemain dari berbagai negara.
“Tahun lalu (2025) kami sudah dikasih dua kali menggelar turnamen dan mereka sangat senang dengan apa yang sudah kami lakukan, makanya tahun ini (2026) dikasih lebih dan dipercaya untuk enam turnamen,”
Menurut Mochtar, kepercayaan FIP ini menjadi bukti bahwa PBPI mampu mengelola acara internasional secara profesional. Dengan penyelenggaraan turnamen yang semakin banyak, Indonesia dianggap sebagai destinasi yang layak untuk dikunjungi oleh atlet padel internasional. Hal ini juga membuka peluang bagi para pemain lokal untuk mengikuti pertandingan kelas dunia, serta memperoleh pengalaman yang bermanfaat bagi pertumbuhan karier mereka.
Turnamen di Berbagai Wilayah Indonesia
Indonesia kembali menjadi tuan rumah turnamen FIP Bronze di Jakarta, setelah sebelumnya diselenggarakan di Yogyakarta pada akhir Mei lalu. Tahun ini, PBPI menargetkan enam ajang yang akan berlangsung di Jakarta, Yogyakarta, Banten, dan Bali, termasuk tambahan turnamen untuk kategori junior. “Dengan peningkatan jumlah turnamen, kehadiran atlet internasional di Indonesia menjadi lebih sering, sehingga bisa menciptakan suasana kompetitif yang sehat,” ujarnya.
Peningkatan jumlah acara ini sejalan dengan peningkatan minat masyarakat terhadap padel. “Tahun lalu, hanya sekitar 120 peserta dari Indonesia yang turut serta dalam turnamen Yogyakarta, namun kini angka itu meningkat menjadi 300 orang untuk seri Jakarta,” tambah Mochtar. Angka ini menunjukkan bahwa lebih banyak pemain lokal yang tertarik untuk berpartisipasi dalam kompetisi internasional, dan mereka mulai memandang padel sebagai olahraga yang layak dikembangkan secara serius.
Padel Tourism dan Dampaknya pada Pariwisata
Sebagai bagian dari kebijakan pengembangan olahraga, PBPI menekankan konsep “padel tourism” sebagai strategi untuk menggabungkan pertandingan internasional dengan promosi pariwisata. Mochtar menjelaskan bahwa kehadiran atlet dan ofisial dari luar negeri tidak hanya meningkatkan prestasi padel Indonesia, tetapi juga memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata. “Kunjungan mereka ke Indonesia bisa meningkatkan popularitas destinasi wisata, terutama di wilayah yang menjadi lokasi turnamen,”
Kepercayaan FIP kepada Indonesia juga didukung oleh semakin baiknya infrastruktur olahraga padel di berbagai daerah. PBPI menyebutkan bahwa lokasi turnamen, seperti Jakarta Selatan, Yogyakarta, Banten, dan Bali, telah menyiapkan fasilitas yang memadai. Dengan adanya acara internasional, masyarakat Indonesia bisa lebih mengenal budaya dan kehidupan atlet internasional, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terlibat dalam olahraga ini.
Meningkatkan Kualitas Pertandingan dan Keterlibatan Global
Penyelenggaraan enam turnamen FIP Bronze pada 2026 diharapkan memberikan dampak signifikan pada kualitas pertandingan dan keterlibatan global. Mochtar menegaskan bahwa PBPI terus berupaya memperbaiki standar acara, termasuk kesiapan pihak penyelenggara dan partisipasi dari atlet internasional. “Dengan peningkatan jumlah turnamen, PBPI bisa menciptakan jadwal yang lebih kompetitif dan menarik bagi para pemain dari berbagai negara,”
Di sisi lain, FIP Promises yang diselenggarakan untuk kelompok usia junior akan menjadi wadah bagi pengembangan talenta muda. PBPI menilai ini sangat penting, karena masa depan padel Indonesia bergantung pada kesiapan atlet generasi muda. “Jika pemain junior tidak mendapat kesempatan bermain di turnamen resmi, mereka akan kesulitan mengasah kemampuan dan menghadapi kompetisi di tingkat lebih tinggi,”
Berikutnya, Mochtar menyebutkan bahwa keberhasilan turnamen sebelumnya menjadi dasar untuk memperluas kegiatan padel di Indonesia. “Kami bersyukur karena FIP mempercayakan PBPI untuk mengelola turnamen di berbagai wilayah. Ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi tempat yang layak untuk pertandingan tingkat internasional,”
Keterangan Tentang FIP Bronze-Promises Jakarta 2026
Acara FIP Bronze-Promises Jakarta 2026 akan berlangsung di Rana Grounds, Jakarta Selatan, pada 6–12 Juli. Turnamen ini diikuti oleh total 510 peserta dari 31 negara, menunjukkan tingkat partisipasi yang signifikan. PBPI berharap acara ini menjadi salah satu bukti bahwa olahraga padel tidak hanya berkembang di lapangan, tetapi juga mendapat perhatian dari sektor pariwisata dan budaya.
Pertandingan FIP Bronze di Jakarta akan melibatkan lebih dari 200 pemain putra dan putri dari Spanyol, Meksiko, Argentina, Kazakhstan, dan Indonesia. Sementara itu, FIP Promises akan fokus pada kelompok usia KU-14, KU-16, dan KU-18, yang menjadi fondasi untuk menemukan atlet muda berbakat. “Kami yakin bahwa keterlibatan lebih banyak negara dalam turnamen ini akan memperkaya pengalaman para peserta, sekaligus mendorong pertumbuhan padel di Indonesia,”
Keberhasilan PBPI dalam menyelenggarakan acara ini juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif. Mochtar menyebutkan bahwa pertandingan internasional bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga padel, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pihak luar negeri. “Kami berharap tahun ini menjadi awal dari keberlanjutan padel Indonesia dalam kancah internasional,”
Secara keseluruhan, kepercayaan FIP kepada Indonesia menunjukkan bahwa olahraga padel semakin diakui sebagai sport yang layak dikembangkan. Dengan jumlah turnamen yang meningkat dan partisipasi peserta yang lebih luas, PBPI terus berupaya memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari komunitas padel global.[]
