Suporter timnas Inggris dan Argentina saling sahut lagu kebangsaan

khrisna-edit-1784151660-1c0d2b4039

Suporter Timnas Inggris dan Argentina Saling Sahut Lagu Kebangsaan di Atlanta

Suporter timnas Inggris dan Argentina saling – Atlanta, Amerika Serikat (ANTARA) – Suasana hangat dan penuh persahabatan terjalin di Stadion Mercedes-Benz saat suporter timnas Inggris dan Argentina saling menyahuti lagu kebangsaan masing-masing. Momen bersejarah ini terjadi pada hari Rabu, tepat sebelum pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 resmi dimulai. Kehadiran kedua kubu suporter menciptakan atmosfer yang luar biasa meriah di tengah persiapan para pemain untuk menghadapi laga penting tersebut.

Momen Lagu Kebangsaan yang Penuh Kehangatan

Ketika melodi “God Save The King” mulai berkumandang dari speaker stadion, para suporter Argentina tidak tinggal diam. Mereka merespons dengan menyanyikan lagu berbahasa Spanyol sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas antar bangsa. Kehadiran mereka mengubah suasana yang seharusnya hening menjadi penuh keriuhan yang menggema di seluruh tribun. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional antara para penggemar sepak bola dari kedua negara tersebut.

Ketika giliran Argentina melantunkan “Himno Nacional Argentino”, suporter Inggris juga menciptakan keriuhan pada situasi yang sakral. Momen ini menjadi bukti bahwa persaingan di lapangan hijau tidak mengurangi rasa saling menghormati di luar lapangan.

Rivalitas yang Berakar Sejak Lama

Persaingan antara Inggris dan Argentina memang memiliki akar yang sangat dalam dalam dunia sepak bola internasional. Bukan hanya dalam olahraga, kedua negara ini juga terikat oleh sejarah melalui Perang Falkland atau yang dikenal sebagai Perang Malvinas pada tahun 1982. Konflik ini memberikan dimensi tambahan pada rivalitas mereka yang kini terlihat melalui antusiasme suporter di setiap pertemuan. Para penggemar dari kedua negara telah membangun tradisi saling menghormati selama bertahun-tahun.

Di kancah Piala Dunia, kedua tim telah bergantian menyandung satu sama lain dalam berbagai edisi turnamen. Pada Piala Dunia 1966, misalnya, Inggris berhasil menaklukkan Argentina dengan skor 1-0 di babak perempat final. Kemenangan tersebut menjadi tonggak sejarah penting bagi Inggris, yang kemudian meraih trofi Piala Dunia pertama dan satu-satunya mereka hingga saat ini. Pertandingan-pertandingan ini selalu menarik perhatian jutaan penonton di seluruh dunia.

Momen Ikonik Maradona di Piala Dunia 1986

Pada Piala Dunia 1986, Argentina berhasil membalas dendam dengan menumbangkan Inggris di perempat final dengan skor 2-1. Pertandingan ini menjadi salah satu laga paling diingat dalam sejarah Piala Dunia. Dua gol yang dicetak Diego Maradona menjadi momen ikonik yang tak terlupakan. Gol pertama dikenal sebagai “tangan Tuhan” yang kontroversial, sementara gol kedua dijuluki “terbaik abad ini”.

Dalam gol kedua tersebut, Maradona menunjukkan kehebatannya dengan melewati nyaris seluruh pemain Inggris dari tengah lapangan sebelum akhirnya mencetak gol. Prestasi luar biasa ini membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia 1986, yang menjadi trofi kedua mereka setelah kemenangan pertama pada tahun 1978. Legenda sepak bola ini telah mengukuhkan namanya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Argentina Raih Trofi Ketiga di Qatar 2022

Perjalanan sukses Argentina di kancah sepak bola dunia terus berlanjut hingga tahun 2022. Pada edisi tersebut, mereka berhasil meraih trofi Piala Dunia ketiga dalam sejarah mereka. Kemenangan ini memperkuat posisi Argentina sebagai salah satu kekuatan terbesar dalam sepak bola internasional. Suporter timnas Inggris dan Argentina kini kembali bertemu dalam babak semifinal yang penuh harapan.

Sampai berita ini diturunkan, pertandingan empat besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina masih berlangsung imbang tanpa gol. Kedua tim menunjukkan permainan yang seimbang, dan penonton di Stadion Mercedes-Benz menunggu dengan penuh harap siapa yang akan melaju ke babak final. Momen ini menjadi bagian dari sejarah baru dalam rivalitas panjang kedua negara yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Kehadiran suporter dari kedua kubu menambah warna tersendiri dalam pertandingan bersejarah ini.