What Happened During: Wali Kota Surabaya nilai layanan JCH di Asrama Haji makin efisien

Wali Kota Surabaya Apresiasi Peningkatan Efisiensi Layanan JCH di Asrama Haji

What Happened During – Surabaya, Senin – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan penilaian positif terhadap layanan penerimaan dan pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Jawa Timur. Menurutnya, sistem yang berlaku tahun ini lebih terorganisir dan mampu mengurangi durasi menunggu jamaah. “Ketika masuk, prosesnya berjalan cepat, lalu diikuti pemeriksaan kesehatan serta tahapan lainnya yang dibagi ke dua lokasi berbeda, sehingga waktu tunggu menjadi lebih singkat,” jelasnya saat berada di lokasi Asrama Haji. Ia menekankan bahwa perbaikan ini terasa sejak jamaah memasuki area asrama haji hingga selesai menjalani proses karantina sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

Perubahan Sistem Membawa Efisiensi

Eri Cahyadi menyatakan bahwa perbedaan signifikan terjadi dibandingkan tahun sebelumnya, di mana antrean masih terlihat panjang. “Sistem pelayanan tahun ini berbeda, lebih baik, dan tidak lagi menyebabkan kesan kacau,” katanya. Ia mengungkapkan, pengelompokan jamaah ke area berbeda sesuai kelompok terbang telah membuat alur pemberangkatan lebih terstruktur. “Kloter 51 sudah berada di tempat yang berbeda, sehingga tidak perlu menunggu lama. Dulu saya lihat antreannya mengular, sekarang prosesnya lancar,” tambahnya dengan nada puas.

Persiapan yang lebih matang, menurut Eri, juga mempercepat pengelolaan dokumen dan persiapan fisik jamaah. Ia mengatakan bahwa seluruh prosedur, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pemberangkatan, telah disesuaikan agar lebih cepat dan efektif. “Ini membuat jamaah tidak terlalu stres dan merasa lebih nyaman,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan seluruh pihak, termasuk petugas dan pengelola, berkontribusi besar pada perbaikan layanan. Selain itu, pembagian ruangan berdasarkan kelompok terbang juga mengurangi kerumunan, sehingga meminimalkan risiko penyebaran penyakit selama masa karantina.

Kepuasan Jamaah Sebagai Bukti Keberhasilan

Menurut Eri, perbaikan ini bukan hanya terlihat dari segi waktu, tetapi juga dari kualitas pelayanan. “Jamaah merasa lebih dihargai dan nyaman selama berada di Asrama Haji,” katanya. Ia mengapresiasi tim Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur serta seluruh petugas yang berperan dalam menjaga keharmonisan dan kenyamanan jamaah. “Saya berharap mereka terus berupaya meningkatkan layanan ini, karena sangat penting bagi kesuksesan ibadah haji,” imbuhnya.

Hal ini sejalan dengan harapan Eri agar pelayanan kesehatan menjadi lebih baik. Ia menyebut bahwa selama masa karantina, jamaah tidak hanya diawasi, tetapi juga diberi informasi terkini mengenai persiapan keberangkatan. “Saya yakin, semua jamaah akan berangkat dengan aman dan tenang, karena sistemnya sudah optimal,” ujarnya. Ia juga mengharapkan jamaah menjaga kekompakan selama menjalani ibadah, karena kerja sama yang baik antara jamaah dan petugas akan mempercepat proses.

Peringatan untuk Jamaah dalam Masa Ibadah

Dalam kesempatan yang sama, Eri Cahyadi memberikan pesan khusus kepada jamaah untuk tetap menjaga kesehatan. Ia menekankan bahwa suhu udara di Arab Saudi diperkirakan mencapai 40 hingga 45 derajat Celsius, sehingga jamaah harus siap menghadapi cuaca yang ekstrem. “Jamaah harus segera melapor ke petugas jika mengalami gangguan kesehatan, baik di Surabaya maupun di sana,” pesannya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan pelayanan di Asrama Haji akan teruji selama jamaah menjalani ibadah haji.

Ketua Asrama Haji Embarkasi Surabaya mengungkapkan bahwa sebanyak tiga kloter jamaah calon haji dari Surabaya akan berangkat ke Arab Saudi pada Selasa (5/5). Jadwal keberangkatan ketiga kloter tersebut adalah pukul 04.10, 05.40, dan 20.35 WIB. “Jamaah yang berangkat hari ini sudah mempersiapkan diri secara matang, karena sistem pelayanan di Asrama Haji terus diperbaiki agar tidak ada hambatan,” kata mantan anggota DPRD tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberangkatan yang terjadwal juga didukung oleh kesiapan logistik dan transportasi yang lebih lengkap.

Program Karantina untuk Membangun Kepuasan

Program karantina yang diterapkan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, menurut Eri, menjadi bukti komitmen pengelola dalam menjaga kualitas layanan. “Karantina ini bukan hanya sebagai tahap awal, tetapi juga sebagai pelengkap untuk memastikan jamaah siap secara fisik dan mental,” katanya. Ia menyebutkan bahwa selama karantina, jamaah tidak hanya menjalani pemeriksaan kesehatan, tetapi juga diberi pelatihan mengenai prosedur ibadah haji. “Petugas bersikap ramah dan profesional, sehingga jamaah merasa tenang,” tutur Eri.

Menurut Eri, perbaikan sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap keberhasilan pemberangkatan jamaah. “Saya yakin, semua jamaah akan kembali dengan predikat haji mabrur, karena persiapan mereka sudah optimal,” ujarnya. Ia juga mengingatkan jamaah agar tetap berkoordinasi dengan petugas, karena keberhasilan ibadah haji bergantung pada kolaborasi yang baik. “Semoga petugas diberi kesabaran dan kekuatan untuk mendampingi jamaah selama di Arab Saudi,” pungkasnya.

Persiapan Kloter yang Terstruktur

Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin, menerima tiga kloter jamaah calon haji asal Surabaya, yang masing-masing datang pada pukul 06.00, 07.00, dan 20.35 WIB. Proses penerimaan jamaah dilakukan secara terpadu, di mana setiap kloter diberikan jalur yang berbeda untuk memastikan alur pemberangkatan tidak terganggu. “Kloter yang tiba pagi hari langsung diberikan perawatan khusus, sementara kloter yang tiba sore diberikan waktu lebih banyak untuk persiapan,” kata staf pengelola Asrama Haji.

Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan kloter dilakukan dengan sistem yang lebih terarah, sehingga tidak ada penumpukan jamaah. Eri Cahyadi mengakui bahwa pihaknya terus memantau proses ini, baik di dalam maupun di luar Asrama Haji. “Kami ingin semua jamaah tidak hanya diberi layanan, tetapi juga kepastian bahwa mereka akan berangkat tanpa hambatan,” katanya. Ia menambahkan bahwa setiap kloter dilengkapi dengan informasi terkini mengenai keberangkatan dan kondisi di Arab Saudi.

Eri Cahyadi juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi fisik sebelum berangkat, karena kelelahan atau kekurangan stamina bisa mengganggu konsentrasi selama ibadah haji. “Selain itu, jamaah harus berpikir lebih jernih untuk