Visit Agenda: Jamaah haji perdana asal Sulbar tiba melalui Debarkasi Makassar

ImgResizer_Crop_IMG-20260610-WA0002

Jamaah Haji Pertama dari Sulawesi Barat Tiba di Makassar

Visit Agenda – Makassar, Rabu – Rombongan haji Sulawesi Barat (Sulbar) yang diberangkatkan melalui Debarkasi Makassar, Bandara Sultan Hasanuddin, menjadi kelompok pertama yang kembali ke tanah air setelah menjalani ibadah haji. Kelompok Terbang (Kloter) 11, yang terdiri dari 391 orang, mencakup 385 jamaah haji dan enam petugas. Perjalanan ini ditandai oleh upacara penerimaan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat dan masyarakat. PPIH Debarkasi Makassar, Wahyuddin Hakim, menjadi saksi langsung saat rombongan ini tiba di Asrama Haji Sudiang, di mana mereka diterima dengan penuh antusiasme.

Kloter 11 mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 1411 membawa jamaah dari berbagai titik di Arab Saudi. Proses serah terima dilakukan di Aula Arafah, tempat yang memiliki makna penting dalam perjalanan haji. Wahyuddin Hakim menyampaikan sambutan sambutan kepada jamaah, menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan rukun haji dengan baik. Ia mengucapkan selamat datang kembali ke Indonesia dan berharap setiap jamaah mendapatkan kemabruran dari ibadahnya.

“Selamat datang kembali ke tanah air, perjalanan yang panjang setelah menuntaskan semua rukun haji dan semoga semua jamaah mendapatkan kemabruran dari ibadah hajinya,” ujar Wahyuddin Hakim.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat 111 jamaah laki-laki dan 274 perempuan yang terdaftar dalam Kloter 11. Para jamaah menunjukkan kebahagiaan setelah selesai melaksanakan ibadah. Namun, ada satu jamaah, Suraten Kromo Dongso (68), yang masih menjalani perawatan di Makkah Medical Centre. Ia belum bisa kembali bersama rombongan karena kondisinya memerlukan penanganan lebih lanjut.

Proses penerimaan juga dihadiri oleh Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Barat, serta pejabat dari Kabupaten Polewali Mandar. Hadir pula sejumlah anggota dari Pemerintah Provinsi Sulbar yang turut memberikan dukungan kepada jamaah. Upacara ini menjadi tanda akhir dari perjalanan haji yang dijalani selama sekitar 14 hari. Mahardiana Jabbar, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Polewali Mandar, mewakili pemerintah setempat untuk menyampaikan ucapan terima kasih.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PPIH Embarkasi Makassar serta seluruh petugas kloter yang telah mendampingi jemaah haji selama proses ibadah hingga kembali ke tanah air,” kata Mahardiana Jabbar.

Menurut Mahardiana, jamaah haji dari Sulbar tahun ini mencapai total 1.428 orang. Mereka dibagi dalam empat kelompok terbang, yaitu Kloter 11, 12, 19, dan 20. Kloter 11 menjadi kelompok pertama yang tiba di Makassar. Selain itu, Debarkasi Makassar tahun ini memberangkatkan jemaah dari beberapa daerah di Indonesia Timur, termasuk Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Gorontalo. Jumlah jamaah yang dipulangkan mencapai 16.738 orang.

Proses debarkasi di Makassar berjalan lancar, dengan koordinasi yang baik antara PPIH dan tim pemerintah daerah. Setelah mendarat, jamaah langsung disambut oleh petugas dan diarahkan ke Asrama Haji Sudiang. Di sana, mereka melakukan prosedur pemeriksaan kesehatan dan dibantu dalam mengatur perjalanan kembali ke kampung halaman. Mahardiana mengingatkan jamaah untuk tetap menjaga kesehatan setelah berada di daerah masing-masing.

“Jika ada gejala penyakit tertentu setelah tiba di daerah masing-masing, segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat,” tambah Mahardiana.

Keberhasilan penerimaan ini menunjukkan kerja sama yang baik antara pihak kloter, pemerintah daerah, dan lembaga terkait. Kloter 11, yang menjadi yang pertama, menjadi pemandu bagi kelompok-kelompok haji lain yang akan tiba dalam waktu dekat. Dukungan dari seluruh tim PPIH Embarkasi Makassar sangat penting dalam memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah selama perjalanan pulang.

Menurut informasi terbaru, keberangkatan jamaah haji tahun ini memperlihatkan peningkatan jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya. Rombongan Sulbar yang kembali ke Indonesia menunjukkan bahwa ibadah haji tetap menjadi prioritas dalam kehidupan spiritual masyarakat. Kloter 11 memiliki peran khusus sebagai contoh keberhasilan penerimaan haji di Makassar.

Pemulangan jamaah haji juga didukung oleh fasilitas kesehatan yang tersedia di daerah. Mahardiana Jabbar menekankan pentingnya kesadaran masyarakat tentang tindakan preventif dalam menjaga kesehatan setelah berada di tanah air. Hal ini terutama dibutuhkan karena beberapa jamaah mungkin mengalami kelelahan atau efek dari perjalanan yang jauh. Pemantauan kesehatan selama masa debarkasi menjadi bagian dari program yang dirancang untuk memastikan semua jamaah kembali dalam kondisi optimal.

Kloter 11 yang tiba hari ini menunjukkan bahwa sistem debarkasi Makassar mampu menangani keberangkatan besar secara efisien. Pemprov Sulbar turut memastikan bahwa jamaah yang kembali akan mendapatkan pelayanan yang baik. Sejumlah pejabat seperti Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah serta Kabag Kesra Kabupaten Polewali Mandar hadir untuk memantau langsung proses penerimaan.

Keberangkatan jamaah haji merupakan bagian dari kegiatan besar yang melibatkan banyak pihak. Dari hasil debarkasi Makassar, terdapat 16.738 jamaah yang berhasil kembali ke Indonesia. Dari jumlah tersebut, Sulbar menjadi salah satu provinsi yang memberikan kontribusi signifikan. Proses debarkasi juga melibatkan perencanaan yang matang dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan pemulangan.

Kelompok Terbang 11 menjadi pionir dalam kegiatan debarkasi Makassar tahun ini. Penjemputan jamaah yang dilakukan secara terorganisir menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas pelayanan. Selain itu, rasa syukur para jamaah terhadap pihak-pihak yang mendampingi mereka selama perjalanan haji juga menjadi bagian dari kegiatan ini.

Kehadiran jamaah haji dari Sulbar memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesadaran masyarakat. Perjalanan mereka tidak hanya menjadi pengalaman spiritual, tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk menjalani ibadah haji. Pemulangan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara jamaah dan pihak yang membantu mereka sejak awal perjalanan.

Dengan ad