Tim KKN Tanggap Bencana Unhas turun bantu warga di Manggarai Timur
Daftar Isi
Mahasiswa Unhas Bawa Layanan Kesehatan Langsung ke Pengungsian Manggarai Timur
Bisadonasi.com – Di tengah puing-puing bangunan yang masih berserakan di sejumlah titik Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, sekelompok mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar memilih turun langsung ke lapangan. Mereka bukan sekadar pengamat dari kejauhan, melainkan pelaksana nyata yang memeriksa kesehatan warga, merawat luka akibat reruntuhan, dan menghadirkan sedikit keceriaan bagi anak-anak yang terpaksa tinggal di tenda pengungsian. Misi kemanusiaan ini dijalankan oleh Tim KKN Tanggap Bencana Unhas, yang sejak hari ketiga keberadaannya di lokasi bencana telah menjangkau ribuan warga terdampak.
Komposisi Tim dan Peran Organisasi Kemahasiswaan
Yang membedakan misi kali ini dari kegiatan KKN konvensional adalah kehadiran dua pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unhas secara langsung di lapangan. Fathu Rahman, yang memimpin BEM Fakultas Hukum, dan Muhammad Rizki Rivaldo, Ketua BEM Fakultas Kedokteran Gigi, turun bersama ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas. Kehadiran mereka bukan sekadar simbolis; keduanya terlibat aktif dalam distribusi bantuan dan koordinasi layanan di titik-titik pengungsian.
Prof Muhammad Ruslin, yang merangkap jabatan sebagai Ketua Tim KKN Tanggap Bencana Unhas sekaligus Wakil Rektor I Unhas, menegaskan bahwa keterlibatan pimpinan BEM bersama mahasiswa lintas fakultas mencerminkan peran strategis organisasi kemahasiswaan dalam misi kemanusiaan. Ia menilai kehadiran mereka memperkuat semangat kolaborasi dan memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pasca-bencana.
“Keterlibatan dua Ketua BEM Unhas bersama mahasiswa dari berbagai fakultas menunjukkan peran aktif organisasi kemahasiswaan dalam misi kemanusiaan,” ujar Prof Ruslin dalam keterangannya yang diterima di Makassar, Jumat.
Layanan Kesehatan di Desa Satar Punda
Pada hari ketiga setelah tiba di wilayah bencana, tim KKN Tanggap Bencana Unhas menjangkau Kecamatan Lamba Leda Barat, Kabupaten Manggarai Timur. Di Desa Satar Punda, mahasiswa menggelar posko pemeriksaan dan pelayanan kesehatan dasar yang beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 12.45 WITA. Dalam empat jam lebih itu, sebanyak 60 warga terdampak bencana menerima pemeriksaan medis.
Di antara layanan yang diberikan, tim juga menangani perawatan luka pada 10 warga yang sebelumnya mengalami cedera akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat bencana terjadi. Perawatan tersebut mencakup pembersihan luka, pembalutan, serta pemberian edukasi sederhana tentang perawatan lanjutan di rumah sementara.
Temuan Kesehatan: Dari Flu Anak hingga Hipertensi yang Terabaikan
Hasil pemeriksaan menunjukkan pola keluhan yang cukup konsisten. Keluhan paling dominan adalah flu dan batuk ringan, terutama pada kelompok anak-anak. Kondisi ini tidak mengherankan mengingat anak-anak di pengungsian terpapar perubahan cuaca, kepadatan tenda, dan penurunan kualitas sanitasi dalam waktu singkat.
Yang lebih mengkhawatirkan justru ditemukan pada kelompok dewasa. Pada warga berusia di atas 40 tahun, sejumlah pasien teridentifikasi memiliki riwayat hipertensi namun tidak mendapatkan pengobatan secara rutin. Bagi masyarakat pedesaan yang aksesnya ke fasilitas kesehatan terbatas, keterlambatan penanganan hipertensi dapat berujung pada komplikasi serius seperti stroke atau gagal jantung. Temuan ini menjadi pengingat bahwa bencana tidak hanya menimbulkan luka fisik akut, tetapi juga mengungkap kerentanan kesehatan kronis yang selama ini tersembunyi.
Permainan Edukatif untuk Anak-Anak Pengungsi
Selain dimensi medis, tim juga menyisihkan waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak yang bermukim di tenda pengungsian. Mahasiswa mengajak mereka mengikuti permainan edukatif yang dirancang untuk mengisi waktu luang sekaligus menciptakan suasana lebih menyenangkan di tengah keterbatasan ruang dan ketidakpastian situasi. Aktivitas sederhana ini berfungsi sebagai bentuk intervensi psikososial ringan, membantu anak-anak mengalihkan perhatian dari trauma dan kecemasan yang menyertai pengalaman kehilangan tempat tinggal.
Implikasi Lebih Luas: Mahasiswa sebagai Lini Pertama Tanggap Bencana
Misi di Manggarai Timur ini menjadi contoh konkret bagaimana perguruan tinggi dapat mengintegrasikan pendidikan, pengabdian masyarakat, dan tanggap bencana dalam satu kerangka kerja. Tim KKN Tanggap Bencana Unhas tidak beroperasi sebagai entitas terpisah dari kurikulum; sebaliknya, mahasiswa mengaplikasikan kompetensi lintas disiplin—kedokteran gigi, hukum, kesehatan masyarakat, dan komunikasi—dalam konteks lapangan yang nyata.
Bagi warga Manggarai Timur yang masih dalam fase pemulihan, kehadiran tim mahasiswa membawa pesan bahwa mereka tidak sendirian. Di balik setiap pemeriksaan tekanan darah, setiap plester luka, dan setiap tawa anak yang berhasil dipecahkan lewat permainan sederhana, tersimpan komitmen institusional bahwa bencana bukan hanya urusan pemerintah pusat atau lembaga donor, melainkan tanggung jawab kolektif yang melibatkan seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda yang sedang menempuh pendidikan tinggi.
Operasi tim di Kecamatan Lamba Leda Barat dan sekitarnya masih berlanjut. Dengan ratusan mahasiswa yang terbagi dalam beberapa kelompok kerja, cakupan layanan kesehatan dan distribusi bantuan diharapkan menjangkau lebih banyak desa di wilayah Manggarai Timur yang terdampak, memastikan tidak ada warga yang tertinggal tanpa akses terhadap pertolongan dasar.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Tim KKN Tanggap Bencana Unhas turun?
Tim KKN Tanggap Bencana Unhas turun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Tim KKN Tanggap Bencana Unhas turun matter?
Tim KKN Tanggap Bencana Unhas turun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.