Program Terbaru: Ulama Lebak : PP Tunas cetak generasi berakhlak dan berkarakter

Ulama Lebak : PP Tunas Cetak Generasi Berakhlak dan Berkarakter

Program Pemerintah Dukung Pembentukan Karakter Anak

Kabupaten Lebak, Sabtu – Ulama ternama dari daerah ini, KH Hasan Basri, menyatakan bahwa PP Nomor 17 Tahun 2025 mengenai perlindungan tata kelola sistem elektronik dalam melindungi anak mampu menciptakan generasi yang memiliki nilai-nilai akhlak dan karakter kuat. Ia menekankan bahwa kebijakan ini mendukung upaya pemerintah dalam melindungi anak-anak bangsa dari peluru moral yang semakin mengancam.

Dalam wawancara, KH Hasan Basri menjelaskan bahwa kecanduan gawai di kalangan anak-anak, bahkan sejak usia empat tahun, menjadi perhatian utama. Hal ini berpotensi menyebarkan berbagai hal negatif, seperti judi online, pornografi, seks bebas, narkoba, dan berbagai tindakan kriminal lainnya. “Konten medsos yang buruk dapat memengaruhi kehidupan mereka secara mendalam,” tegasnya.

“Kami meyakini bahwa anak-anak penerus bangsa yang tidak dibatasi penggunaan media digital bisa membawa malapetaka bagi masa depan mereka,” kata Anggota Fatwa MUI Banten.

Dalam rangka menangani masalah ini, ulama mengusulkan bahwa anak usia 16 tahun sebaiknya tidak diperbolehkan menggunakan handphone Android. Menurutnya, manfaat penggunaan gawai justru lebih sedikit dibandingkan risiko yang terjadi, seperti stres, kecanduan, atau bahkan insiden bunuh diri yang dipicu oleh konten negatif.

Lebak sendiri menjadi daerah yang cukup menonjol dalam kasus kekerasan seksual. Dengan pembatasan media sosial, diharapkan anak-anak bisa memiliki ruang yang sehat untuk berkembang, membangun identitas diri, serta membentuk akhlak dan karakter yang baik di tengah arus digital yang semakin cepat.

KH Hasan Basri menambahkan bahwa pendidikan nilai-nilai kebangsaan dan integritas sejak dini sangat penting. “Dengan adanya pembatasan ini, anak-anak bisa tumbuh sebagai generasi yang berjiwa nasionalis dan memiliki prinsip moral yang kuat,” ujarnya.