Kebijakan Baru: WCPP 2026 Bali jadi ruang kolaborasi sistem pemasyarakatan global

Kongres Pemasyarakatan Global 2026 di Bali Fokus pada Pemulihan dan Kolaborasi

Jakarta, Selasa – Pembukaan WCPP 2026 di Bali memperlihatkan komitmen Indonesia untuk mendorong evolusi sistem pemasyarakatan global yang lebih manusiawi, adaptif, serta berfokus pada pemulihan. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menekankan bahwa konsep ini menggambarkan pergeseran paradigma hukum dari model penjara tradisional ke pendekatan berbasis data dan pemulihan.

Kongres yang dihadiri 400 peserta dari 44 negara mengusung tema “Getting Smart on Justice: Healing Hearts and Safer Societies”. Forum ini dianggap sebagai platform strategis untuk memperkuat kerja sama internasional dalam merancang sistem pemasyarakatan yang lebih inklusif, berorientasi pada pemulihan, dan berkelanjutan.

“Kongres ini juga menjadi forum merumuskan model pembinaan yang lebih efektif, serta menyusun rekomendasi sebagai acuan praktik global,” ujar Agus dalam keterangannya.

Menurut Agus, pendekatan restorative justice menjadi elemen kunci dalam membangun sistem hukum yang tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga memperbaiki hubungan sosial antara korban, pelaku, dan masyarakat. Ia menambahkan, peran Balai Pemasyarakatan dalam pembimbingan dan pengawasan harus ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Kongres tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra sebagai pembicara utama. Dalam wawancaranya, Yusril menekankan bahwa tidak ada satu model pemasyarakatan yang bisa diaplikasikan secara universal, sehingga forum seperti WCPP menjadi penting untuk dialog antar-negara.

“Sistem keadilan modern harus mampu menyeimbangkan penegak hukum, perlindungan korban, keselamatan publik, serta peluang reintegrasi bagi pelaku,” kata Yusril.

Selain itu, penyelenggaraan WCPP 2026 menampilkan karya-karya warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Produk-produk yang dipamerkan mendapat perhatian serius dari delegasi internasional dan diharapkan mendorong peluang ekspor ke tingkat global.