Solving Problems: Soundtrack “Garuda Di Dadaku” dinyanyikan oleh Quinn Salman

IMG_20260617_122733

Soundtrack “Garuda Di Dadaku” dibawakan oleh Quinn Salman

Solving Problems – Sebuah film animasi yang baru saja meramaikan bioskop seluruh Indonesia, “Garuda Di Dadaku,” menghadirkan lagu orisinal berjudul “Bersama Sang Garuda” sebagai bagian dari soundtracknya. Lagu ini menjadi salah satu momen paling berkesan dalam cerita, dengan Quinn Salman sebagai penyanyi utamanya. Pembuatan soundtrack ini bukan sekadar pengisi alunan musik, tetapi juga menjadi alat untuk menyampaikan pesan kebersamaan dan semangat menggapai mimpi.

Alunan Musik yang Menjadi Simbol Kebersamaan

Lagu “Bersama Sang Garuda” dirilis sebagai bagian dari proyek film animasi yang mengambil alur cerita dari versi tahun 2009. Quinn Salman, yang juga mengisi suara karakter Naya dalam film tersebut, mengungkapkan bahwa lagu ini memiliki makna mendalam bagi dirinya. Dalam sebuah siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu, Quinn menyampaikan bahwa lagu ini berhasil menggambarkan rasa antusiasme dan kehangatan yang mampu membangkitkan semangat pendengarnya.

Yang paling aku sukai dari lagu ini adalah kesannya yang dinamis, hangat, dan mampu membangkitkan semangat. Lagu ini bukan hanya musik, tapi juga cerita yang bisa terasa langsung oleh siapa pun yang mendengarkannya.

Proses Kreatif dan Pengaruh pada Penonton

Quinn Salman tidak hanya menjadi penyanyi, tetapi juga turut serta dalam proses penulisan lirik lagu tersebut. Ia menggambarkan bahwa momen kebersamaan Naya, Putra, dan tim sepak bolanya dalam film menjadi inspirasi utama bagi lagu ini. “Saya ingin pendengar lagu ini bisa merasakan betapa pentingnya dukungan teman dan orang-orang terdekat dalam menjalani perjalanan menuju mimpi besar,” tambah Quinn.

Untuk memperkuat pesan tersebut, film ini menghadirkan video musik lagu yang dirilis melalui kanal YouTube BASE Entertainment. Dalam video tersebut, Quinn tampil bersama Keanu Azka (Putra), David Obinna (Kapri), dan Abirama Putra (Fatih), dengan konsep visual yang menggambarkan berbagai kegiatan sehari-hari yang mencerminkan persahabatan dan kebersamaan. Aktivitas seperti lomba mewarnai, bermain sepak bola di komunitas, serta berbagai kegiatan promosi di berbagai kota menjadi bagian dari narasi musik ini.

Promo yang Menggabungkan Musik dan Aktivitas Komunitas

Sebagai bagian dari kampanye promosi, video musik ini juga diputar di beberapa kota besar, termasuk Cibitung, Depok, Bogor, Jakarta, Lampung, Cipanas, Cirebon, Karawang, Sidoarjo, Garut, dan Cikupa. “Aktivitas di setiap kota tidak hanya memperkenalkan film, tetapi juga menciptakan kesan yang lebih personal bagi penonton,” jelas Quinn. Dengan menggabungkan lirik lagu dan visual kegiatan nyata, film ini berusaha menunjukkan bahwa mimpi besar bisa diraih bersama, bukan hanya sendirian.

Kelompok Produksi dan Kolaborasi Suara

Proyek “Garuda Di Dadaku” (2026) diproduksi oleh tim yang terdiri dari Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson. Dalam versi tahun ini, film disutradarai oleh Ronny Gani, sementara Dewi Rosma menjabat sebagai Produser Pelaksana. Pada sisi suara, film ini menghadirkan berbagai bintang, seperti Keanu Azka, Kristo Immanuel, Quinn Salman, Ibnu Jamil, Revalina S. Temat, Sal Priadi, Ringgo Agus Rahman, Rizky Ridho, Zee Asadel, Oki Rengga, Emir Mahira, dan Bima Sena.

Sebagai bagian dari soundtrack, “Bersama Sang Garuda” melengkapi “Garuda Di Dadaku,” yang dibawakan oleh Isyana Sarasvati. Kedua lagu ini dianggap sebagai pendekatan baru dalam menggambarkan spirit kebersamaan yang menjadi inti dari cerita film animasi ini. Dengan dua soundtrack orisinal, film ini berusaha menyajikan alunan musik yang selaras dengan narasi kehidupan karakter dan pesan utamanya.

Hasil Kolaborasi yang Menginspirasi

Quinn Salman menegaskan bahwa kehadiran lagu ini tidak hanya menambah kesan emosional, tetapi juga menjadi bahan diskusi dan refleksi bagi penonton. “Saya harap lewat lagu dan video musik ini, para penonton bisa terinspirasi untuk mengejar mimpi mereka, dan merasa bahwa dukungan dari sahabat serta keluarga adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan,” tutur Quinn. Pesan tersebut juga diwujudkan dalam alur cerita film, yang menampilkan perjalanan Naya, Putra, dan tim sepak bolanya dalam membangun hubungan yang kuat.

Para penonton, terutama anak-anak dan remaja, diharapkan bisa terkoneksi dengan cerita yang menyajikan kisah penuh semangat dan persahabatan. Dengan soundtrack yang menjadi bagian integral dari film, “Garuda Di Dadaku” berusaha menciptakan pengalaman yang lebih menyeluruh, baik melalui visual, suara, maupun pesan yang ingin disampaikan kepada penikmatnya. Quinn menegaskan bahwa lagu ini adalah hasil kolaborasi yang berharga, dan ia sangat bangga dengan hasil akhirnya.

Artis dan Tim yang Terlibat dalam Proyek Ini

Dalam film ini, Quinn Salman tidak hanya sebagai penyanyi, tetapi juga berperan sebagai seorang yang menggambarkan semangat kebersamaan. Keanu Azka, yang berperan sebagai Putra, dan David Obinna (Kapri) juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan atmosfer film. Selain itu, Abirama Putra yang memerankan Fatih menjadi bagian dari sinergi suara yang mewakili seluruh karakter.

Quinn mengungkapkan bahwa kebersamaan tim suara menjadi kekuatan besar dalam menyelesaikan proyek ini. “Setiap suara dalam film ini adalah bagian dari cerita yang lebih luas, dan kehadiran mereka membuat narasi lebih hidup,” kata Quinn. Dengan menggabungkan berbagai keahlian, film ini berhasil menciptakan karya yang relevan dan mudah diterima oleh berbagai kalangan usia.

Produksi “Garuda Di Dadaku” (2026) menandai kembalinya cerita yang popular sejak 2009, dengan versi baru yang lebih modern. Meski alur ceritanya tetap mengeksplorasi tema kebersamaan dan semangat, film ini juga menambahkan elemen baru seperti lagu orisinal dan soundtrack yang menunjang keseluruhan pengalaman menonton. Quinn Salman dan tim kreatif berharap karya ini mampu menginspirasi generasi muda untuk terus mengejar impian mereka, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap orang-orang yang mendukung mereka.