Solution For: Hasil kelas Pro-Am Race 2 GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Hasil Kelas Pro-Am Race 2 GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Kemenangan Tim Phantom Global Racing di Sesi Balapan

Solution For – Dalam rangkaian acara GT World Challenge Asia 2026, Pertamina Mandalika International Circuit menjadi panggung utama bagi pembalap yang berlaga di kelas Pro-Am Race 2. Sesi balapan ini diadakan di Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, pada hari Minggu (3/5/2026), dan menarik perhatian ribuan penggemar otomotif. Acara ini menandai salah satu momen penting dalam kalender balap dunia, dengan penggemar dari berbagai belahan dunia yang memadati sirkuit untuk menyaksikan pertarungan sengit antara para pembalap profesional dan amatur.

Kelas Pro-Am Race 2 mencatatkan sejumlah kemenangan menarik, dengan tim Phantom Global Racing menjadi penentu pemenang. Anthony Xu Liu dan Loek Hartog, dua pembalap yang membawa nama tim tersebut, berhasil mencetak catatan waktu terbaik sepanjang 1 jam 1 menit 20,722 detik. Hasil ini menjadi perhatian utama, terutama karena sirkuit Mandalika yang dikenal memiliki medan yang cukup menantang, terutama dalam sektor tikungan yang curam dan perubahan permukaan lintasan.

ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.

Berikutnya, pembalap dari tim Absolute Racing, Alessandro Ghiretti dan Huang Ruohan, mengakhiri lomba dengan posisi kedua, mencatatkan waktu 1 jam 1 menit 36,611 detik. Sementara itu, kombinasi pembalap dari Audi Sport Asia Team Phantom, Andres Pato dan Jaxon Evans, menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 1 jam 1 menit 40,101 detik. Perbedaan waktu antara para peserta menunjukkan tingkat persaingan yang ketat di sirkuit ini, yang terus memperlihatkan keunggulan teknik dan strategi balap.

Kemacetan dan Tantangan di Lintasan Mandalika

Pertamina Mandalika International Circuit, dengan panjang total 4,3 km dan 18 tikungan, memang dianggap sebagai sirkuit yang cukup kompleks untuk dijajaki oleh pembalap. Kombinasi antara jalur lurus yang panjang dan area jalan yang berliku membuat setiap pembalap harus sangat teliti dalam mengatur kecepatan dan keseimbangan. Dalam Race 2, tantangan ini terlihat jelas dari hasil yang tercatat, dengan selisih waktu antara pemenang dan pelengkap podium mencapai sekitar 16 detik. Meski demikian, para pembalap tetap menunjukkan kemampuan yang luar biasa, terutama dalam menghadapi kondisi lintasan yang terus berubah selama sesi balapan.

Anthony Xu Liu, yang merupakan salah satu pembalap baru dalam kelas Pro-Am, menunjukkan performa yang memukau. Dengan kecepatan stabil dan kemampuan mengambil tikungan yang baik, pembalap asal Tiongkok ini berhasil memimpin sejak awal hingga akhir lomba. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa tim Phantom Global Racing memiliki persiapan yang matang, termasuk teknologi mobil dan strategi taktis yang terencana rapi. Loek Hartog, sebagai pembalap belanda yang bergabung dengan tim tersebut, juga berperan penting dalam membangun performa kompetitif yang luar biasa.

ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.

Sementara itu, Alessandro Ghiretti dan Huang Ruohan, yang mewakili Absolute Racing, menghadapi tantangan berbeda. Kombinasi antara pembalap berpengalaman dan pemula ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan sesi sebelumnya, meski tetap menghadapi tekanan dari tim-tim lain yang juga berkualitas. Dalam Race 2, mereka mampu menempati posisi kedua dengan catatan waktu yang kompetitif, menunjukkan konsistensi dan kemampuan adaptasi yang baik. Hasil ini juga menjadi penanda bahwa tim Absolute Racing memiliki potensi untuk bersaing di kelas ini.

Podium dan Reaksi Pembalap

Setelah selesainya lomba, para pembalap yang berhasil memperoleh podium berfoto bersama di tengah antusiasme penonton yang menyaksikan langsung di sirkuit. Anthony Xu Liu (ketiga kiri) dan Loek Hartog (ketiga kanan) duduk di posisi teratas, sementara Alessandro Ghiretti (kedua kiri) dan Ruohan Huang (kiri) menempati urutan kedua. Di bawah mereka, Andres Pato dan Jaxon Evans dari Audi Sport Asia Team Phantom menyelesaikan lomba di peringkat ketiga. Reaksi pembalap di podium menunjukkan kepuasan atas prestasi mereka, meski juga menyadari bahwa masih ada ruang untuk peningkatan.

Dalam wawancara singkat setelah lomba, Anthony Xu Liu mengungkapkan rasa gembira atas kemenangan yang diraih. “Balapan kali ini sangat berat, tetapi kami siap menerima hasilnya. Kinerja tim Phantom Global Racing sangat memuaskan, dan kami akan terus bekerja keras untuk tampil lebih baik di sesi berikutnya,” ujarnya. Sementara itu, Loek Hartog menekankan pentingnya persiapan teknis dan rencana balapan yang matang. “Kami tahu bahwa sirkuit ini membutuhkan kesabaran dan kepercayaan diri, dan kami berhasil memadukan keduanya,” tambahnya.

ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.

Pembalap dari tim Audi Sport Asia Team Phantom, Andres Pato, juga memuji performa timnya. “Ini adalah lomba yang sangat menantang, tetapi kami puas dengan hasil yang diperoleh. Kami berharap bisa menempati posisi lebih baik di sesi lainnya,” katanya. Dalam pertandingan ini, Audi Sport Asia Team Phantom menunjukkan kekuatan kompetitif, dengan waktu yang hanya terpaut 16 detik dari juara. Kemenangan ini menegaskan bahwa tim-tim yang berlaga di kelas Pro-Am memiliki kemampuan yang seimbang, baik dari segi teknik maupun pengalaman.

Kontribusi Kehadiran Audi Sport Asia Team Phantom

Tim Audi Sport Asia Team Phantom, yang memiliki pengalaman di ajang internasional, memberikan kontribusi penting dalam Race 2. Dengan mobil yang memiliki kecepatan tinggi dan akselerasi cepat, mereka mampu menempati posisi ketiga dengan waktu 1 jam 1 menit 40,101 detik. Dalam konteks kelas Pro-Am, kehadiran tim ini meningkatkan daya tarik lomba, karena mereka terlibat dalam pertandingan dengan berbagai kombinasi pembalap dari latar belakang yang berbeda.

Kehadiran Audi Sport Asia Team Phantom juga memberikan pengaruh terhadap persaingan di lintasan. Mereka menunjukkan bahwa tim berpengalaman tidak kalah dalam menghadapi kombinasi pembalap berpengalaman dan amatur. Hal ini memperkuat bahwa GT World Challenge Asia 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk pembalap profesional, tetapi juga menjadi platform bagi pembalap yang ingin menantang diri mereka di tingkat internasional.

ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.

Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, para pembalap menunjukkan dedikasi tinggi. Kombinasi antara kecepatan, strategi, dan konsistensi menjadi faktor utama dalam menentukan pemenang. Dengan akhir lomba yang dinanti-nantikan, pertandingan ini tidak hanya memberikan kesenangan bagi penggemar, tetapi juga menginspirasi para pembalap lain untuk terus berusaha memperbaiki performa mereka. Sesi Race 2 di Mandalika menjadi penanda bahwa GT World Challenge Asia 2026 akan terus menawarkan pert