Topics Covered: Legislator dukung Mentan stabilkan harga telur ayam tingkat peternak

D89C3161-2E3C-43DA-A4B1-063B6817298F

Legislator Dukung Mentan Stabilkan Harga Telur Ayam Tingkat Peternak

Topics Covered – Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan menyambut baik langkah Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman dalam upaya menjaga kestabilan harga telur ayam di tingkat produsen. Dalam Rapat Kerja Komisi IV yang diadakan di Jakarta pada Rabu, Herry menilai langkah tersebut penting untuk memastikan kelangsungan usaha peternak rakyat dan meningkatkan pendapatan mereka. “Terima kasih, Bapak Menteri. Ketegasan Bapak terlihat jelas dalam penanganan harga telur dan ayam hidup yang sempat menyebabkan keluhan bagi para peternak,” ujarnya.

Upaya Pemerintah Memberikan Dampak Nyata

Dalam diskusi, Herry menyebutkan bahwa beberapa langkah yang diambil Kementerian Pertanian belakangan ini mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Salah satunya adalah peningkatan harga telur ayam ras di tingkat peternak. “Saya menerima banyak masukan dari peternak bahwa harga telur sempat turun selama sebulan terakhir, tetapi dalam dua hari terakhir mulai membaik,” terangnya. Menurut Herry, harga telur yang sebelumnya berkisar antara Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram kini sedang naik ke angka sekitar Rp23.000 per kilogram. Di beberapa daerah, harga bahkan sudah mencapai Rp24.000 per kilogram.

“Hari ini harga telur sudah meningkat. Semoga bisa terus stabil hingga mencapai Rp26.000 per kilogram, sehingga peternak kembali meraih keuntungan yang layak,” imbuhnya.

Perbaikan serupa juga terjadi pada komoditas ayam pedaging. Herry menjelaskan bahwa harga ayam hidup yang sempat merosot hingga Rp12.000 per kilogram kini kembali ke level Rp16.000 per kilogram. “Peternak ayam pedaging sempat terpuruk karena harga jauh di bawah biaya produksi. Alhamdulillah, kini harga sudah mulai naik. Semoga minggu depan bisa mencapai Rp21.000 per kilogram,” lanjutnya.

Pembangunan Pertanian Dilihat dari Kesejahteraan Peternak

Sebagai anggota Komisi IV DPR yang membidangi sektor pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, dan kelautan, Herry menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari produksi, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan para pelaku usaha. “Tugas Kementerian Pertanian bukan hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memastikan ekonomi para peternak tetap stabil dan berkelanjutan. Ketika petani dan peternak merasa sejahtera, maka pembangunan pertanian akan semakin kuat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional, mengumpulkan perwakilan peternak ayam petelur dari berbagai daerah guna membahas strategi mengatasi fluktuasi harga telur. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para peternak yang hadir menemui kami, meminta kebijakan yang dapat meningkatkan harga telur yang turun,” kata Amran di Jakarta, Selasa (9/6).

Langkah Pemerintah Mengatasi Kelebihan Pasokan

Amran menjelaskan bahwa pemerintah sedang berupaya mengatasi masalah pasokan berlebih yang menyebabkan harga telur ayam ras di tingkat peternak turun hingga di bawah titik keuntungan yang sehat. Ia menambahkan bahwa berbagai langkah telah disiapkan untuk melindungi peternak dari risiko kerugian, serta menjaga kelangsungan usaha sektor peternakan. “Pemerintah berkomitmen menstabilkan pasokan dan harga telur, serta memastikan keberlanjutan usaha peternak,” tegasnya.

Kebijakan yang diusulkan meliputi penerapan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur di tingkat peternak sebesar Rp26.500 per kilogram. “Kami akan mengawal penerapan HAP tersebut dengan ketat, agar bisa memberikan dampak positif bagi para produsen,” tambah Amran. Selain itu, ia mengimbau peternak untuk aktif memantau implementasi harga acuan tersebut dan berpartisipasi dalam menjaga kestabilan pasar.

“Kami berharap kebijakan ini bisa menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha pertanian dan peternakan,” ujarnya.

Menurut Herry, penerapan HAP telur menjadi langkah penting yang membantu mencegah kelebihan pasokan. Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah dan peternak dalam menjaga keseimbangan harga. “Keterlibatan peternak dalam proses pengambilan kebijakan akan memperkuat upaya peningkatan pendapatan mereka,” katanya.

Peran Legislasi dalam Mendukung Kebijakan Peternakan

Sebagai anggota DPR, Herry menggarisbawahi bahwa legislatif memiliki peran dalam menyeimbangkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. “Selain mengawasi implementasi kebijakan, kita juga harus mendengarkan suara peternak di lapangan agar langkah yang diambil lebih tepat sasaran,” ujarnya. Ia berharap kementerian terkait terus berkoordinasi dengan DPR untuk memastikan kebijakan-kebijakan yang berdampak langsung pada produsen.

Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah juga mengambil langkah-langkah untuk memastikan pasokan telur tetap seimbang. Tindakan ini melibatkan pemantauan produksi, pengaturan distribusi, dan pemberian bantuan keuangan jika diperlukan. Herry menyatakan bahwa peningkatan harga telur tidak hanya akan meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang sebelumnya terpuruk.

Menurut data terkini, kenaikan harga telur ayam ras di tingkat peternak terjadi setelah adanya intervensi dari pemerintah. “Perubahan ini tidak terlepas dari upaya Kementan dan Bapanas dalam merespons keluhan peternak,” jelas Herry. Ia juga mengapresiasi kecepatan respons yang ditunjukkan oleh pemerintah dalam mengatasi krisis harga yang terjadi.

Potensi Kenaikan Harga Telur di Masa Depan

Pada sesi rapat, Amran menegaskan bahwa pemerintah tetap optimis akan mampu menjaga kenaikan harga telur di tingkat produsen. “Dengan penerapan HAP dan komitmen untuk menjaga pasokan, kami yakin harga telur akan terus stabil dan mampu mencapai tingkat yang sehat dalam beberapa minggu ke depan,” lanjutnya.

Sementara itu, Herry mengingatkan bahwa kenaikan harga telur harus diiringi kebijakan yang jangka panjang. “Tidak hanya harga saat ini yang penting, tetapi juga strategi untuk memastikan harga tetap terjaga di masa depan. Kami sebagai legislatif harus menjadi pengawas yang baik dalam hal ini,” tuturnya.

Sebagai penutup, Herry menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian bergantung pada keseimbangan antara produksi dan keuntungan para produsen. “Jika peternak mendapatkan pendapatan yang layak, maka industri pertanian akan semakin berkembang dan kuat,” pungkasnya.

Dengan dukungan legislatif dan tindakan pemerintah yang terarah, diharapkan krisis harga telur dapat segera diatasi. Selain itu, peningkatan harga akan memberikan semangat baru bagi para peternak yang sebelumnya mengalami kesulitan. Masyarakat dan para pelaku usaha di sektor pertanian pun berharap kenaikan harga ini bisa berlangsung stabil dan berkelanjutan