Main Agenda: Lima tahun bermitra, Inggris perkuat hubungan dengan ASEAN

WhatsApp-Image-2026-06-10-at-10.41.09-PM

Perayaan Lima Tahun Kemitraan Inggris dengan ASEAN

Main Agenda – Di Jakarta, Dubes Inggris untuk ASEAN Helen Fazey menyoroti pentingnya kelima tahun kerja sama strategis antara Inggris dan kawasan Asia Tenggara. Acara King’s Birthday Party, yang diadakan Rabu malam, menjadi platform untuk menggambarkan komitmen kedua belah pihak dalam memperkuat hubungan bilateral. Tema acara, “UK celebrates Innovation and Five Years as an ASEAN Dialogue Partner,” menggarisbawahi upaya Inggris dalam meningkatkan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk politik, keamanan, ekonomi, sosial, dan budaya.

Transisi Hijau dan Solusi Berbasis Alam

Dubes Fazey menegaskan bahwa Inggris aktif dalam menghadirkan transisi hijau sebagai bagian dari kemitraannya dengan ASEAN. Ini mencakup dukungan terhadap pengembangan jaringan listrik regional, yang bertujuan mendorong keberlanjutan energi. Di Indonesia, kemitraan ini juga berfokus pada solusi lingkungan yang diterapkan di daerah utara Jawa untuk mencegah banjir. “Kami sedang mengerjakan transisi hijau, mendukung ASEAN dalam mengembangkan jaringan listrik, serta di Indonesia, mengerjakan solusi berbasis alam yang membantu mencegah banjir di utara Jawa,” ujar Helen Fazey.

Integrasi Ekonomi dan Regulasi

“Inggris turut mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan melalui program integrasi ekonomi, dengan berbagi keterampilan dan keahlian serta bekerja sama dalam implementasi perjanjian perdagangan yang diperbarui,” tambah Dubes Fazey.

Program integrasi ekonomi Inggris-ASEAN dijelaskan sebagai upaya menghadirkan perubahan dalam sektor regulasi, serta mendorong ekonomi terbuka yang inklusif. Hal ini mencakup perbaikan sistem kepabeanan dan perbankan, serta peningkatan akses ke layanan keuangan dan pembiayaan. Melalui kerja sama ini, Inggris berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih efektif dan mengurangi hambatan perdagangan antar negara-negara ASEAN.

Dialog Geoekonomi dan Kesiapan Perjanjian

Dubes Fazey juga menekankan pentingnya dialog geoekonomi yang dilakukan antara Inggris dan ASEAN. Tujuan utama dari dialog ini adalah untuk mengkaji dampak hubungan ekonomi dan perdagangan global terhadap masyarakat, baik secara politik maupun ekonomi. “Kami percaya bahwa kerja sama ini membuka peluang baru untuk menghadapi tantangan yang dihadapi oleh negara-negara anggota ASEAN,” ujar Helen Fazey.

Dalam hal kemitraan digital, Dubes Inggris menyebutkan bahwa Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital (DEFA) telah mencapai kesepakatan yang diharapkan segera dipublikasikan pada akhir tahun ini. “Inggris memberikan beberapa dukungan di awal proses, membantu melatih para negosiator saat mereka memasuki proses tersebut, dan kami berharap dapat mendukung ASEAN dan masing-masing negara anggota ketika mereka menerapkan perjanjian tersebut,” lanjutnya.

Komitmen Terhadap Myanmar

Mengenai situasi Myanmar, Helen Fazey menyatakan bahwa Inggris mendukung Konsensus Lima Poin yang dibuat oleh ASEAN. “Kami terus secara bilateral mengingatkan rezim di Myanmar untuk melihat kemajuan pada seluruh aspek konsensus, termasuk akses kemanusiaan dan proses politik yang inklusif,” jelas Dubes Inggris. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Inggris tetap selaras dengan ASEAN dalam menghadapi dinamika politik di negara tersebut.

Para Peserta Acara

Kedutaan Besar Inggris di Jakarta mengundang berbagai tokoh penting dalam acara King’s Birthday Party. Selain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, hadir pula Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta Didit Hediprasetyo. Mereka hadir untuk memperkuat hubungan antara Inggris dan Indonesia, serta membangun sinergi dengan negara-negara lain di ASEAN.

Langkah-Langkah Masa Depan

Sebagai bagian dari kemitraan lima tahun, Inggris berencana melanjutkan inisiatif yang telah berhasil. Ini termasuk memperluas kerja sama di bidang inovasi teknologi dan pendidikan, serta meningkatkan kapasitas pihak-pihak di kawasan Asia Tenggara. Dubes Fazey menekankan bahwa transisi hijau dan pembangunan berkelanjutan akan tetap menjadi prioritas, dengan fokus pada pelatihan sumber daya manusia dan pengembangan kebijakan yang ramah lingkungan.

Manfaat Kemitraan untuk Kehidupan Masyarakat

Kemitraan Inggris dengan ASEAN tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga pada kehidupan masyarakat secara umum. Dalam dialog geoekonomi, pihak-pihak meninjau potensi kerja sama dalam menghadapi perubahan iklim dan isu global lainnya. “Kami berharap dapat memperkuat kerja sama ini untuk menciptakan peluang yang lebih baik bagi masyarakat, baik melalui pemerintahan yang lebih transparan maupun inisiatif ekonomi yang inklusif,” kata Helen Fazey.

Perspektif Internasional dan Lokal

Menurut Dubes Inggris, kemitraan ini menjadi jembatan antara kebijakan internasional dan kebutuhan lokal di Indonesia. “Kerja sama di bidang transisi hijau dan infrastruktur berkelanjutan menunjukkan komitmen Inggris untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Jawa Utara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan,” ujar Fazey.

Dalam jangka panjang, Inggris ingin memastikan bahwa kemitraannya dengan ASEAN memberikan manfaat jangka panjang, termasuk menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih stabil dan mengurangi risiko ketegangan geopolitik. “Kami percaya bahwa kolaborasi ini menjadi fondasi untuk mencapai tujuan-tujuan bersama, baik dalam hal politik maupun ekonomi,” tambahnya.

Kesimpulan dan Harapan

Dubes Fazey menutup pidatonya dengan harapan bahwa lima tahun kemitraan ini menjadi momentum untuk menggali potensi yang lebih besar. “Dengan komitmen yang konsisten, Inggris dan ASEAN dapat menciptakan ekosistem yang lebih kuat, yang memperkuat hubungan antar negara serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya. Harapan ini sejalan dengan upaya kedua belah pihak untuk menciptakan masa depan yang lebih baik melalui kerja sama yang saling menguntungkan.