Latest Program: ASDP dukung pelestarian laut demi kelancaran penyeberangan-logistik
ASDP Berkomitmen Mengawasi Pesisir dan Perairan untuk Kelancaran Logistik Nasional
Latest Program – Di tengah upaya memperkuat tata kelola transportasi penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengungkapkan dukungan terhadap pelestarian laut sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan ekosistem perairan yang menjadi tulang punggung keberhasilan layanan feri serta alur logistik nasional. Direktur Utama perusahaan, Heru Widodo, menjelaskan bahwa ASDP, sebagai salah satu operator transportasi laut utama, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan perairan. “Kawasan pesisir dan perairan memainkan peran kritis dalam memastikan kelancaran, keselamatan, serta keandalan layanan transportasi, sehingga ASDP berkomitmen untuk berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kesehatan ekosistem laut,” tuturnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Senin.
Langkah Nyata Melalui Aktivitas Ocean Clean Up Day
Komitmen terhadap lingkungan laut tidak hanya berupa janji, tetapi juga aksi konkret. ASDP meluncurkan kegiatan Ocean Clean Up Day 2026 secara serentak di berbagai wilayah operasionalnya, sebagai bagian dari perayaan Hari Laut Sedunia 2026. Acara ini bertujuan menekankan pentingnya perlindungan perairan dan pesisir, serta mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, lebih dari 13 ton sampah berhasil dikumpulkan dari kawasan pesisir, pelabuhan, dan jalur penyeberangan feri yang menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh insan ASDP dan stakeholder mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan laut dan kawasan pesisir,” ujar Heru Widodo.
Kegiatan Ocean Clean Up Day 2026 ini dilaksanakan sebagai bagian dari inisiatif lebih luas dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Heru menekankan bahwa sampah yang terbuang ke laut tidak hanya mengganggu estetika alam, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan ikan dan ekosistem terumbu karang. “Dengan mengurangi sampah di perairan, kami mencoba memberikan kontribusi besar untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut di masa depan,” tambahnya. Dalam pelaksanaannya, aktivitas ini melibatkan lebih dari 400 peserta yang terdistribusi di 27 wilayah cabang ASDP, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat dan mitra kerja.
Bukan hanya fokus pada pembersihan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekosistem laut dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Heru menyampaikan bahwa ASDP secara aktif berupaya memperkuat tanggung jawab sosialnya dengan menjalankan berbagai inisiatif yang bertujuan menjaga kebersihan dan keselamatan jalur transportasi. “Dari waktu ke waktu, kami terus berusaha menyelaraskan operasional feri dengan upaya pelestarian lingkungan,” jelasnya. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pesisir yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan untuk masyarakat serta pengguna jasa feri.
Peran ASDP dalam Mewujudkan SDGs dan Target Nasional
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa Ocean Clean Up Day 2026 merupakan bagian dari pengembangan agenda pembangunan berkelanjutan nasional. “Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pembersihan lingkungan, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14 yang menekankan perlindungan ekosistem laut,” katanya. Windy menyoroti bahwa upaya pengurangan sampah plastik dan perlindungan kawasan pesisir menjadi prioritas bagi ASDP dalam menjaga kualitas layanan feri yang optimal.
“Kami berharap aksi kolaboratif ini dapat memperkuat budaya peduli lingkungan dan mendorong terciptanya kawasan pesisir yang lebih bersih secara berkelanjutan,” tutur Windy.
Dalam konteks ekonomi nasional, keberlanjutan lingkungan laut dianggap sangat vital karena transportasi feri menjadi tulang punggung pengangkutan barang dan penumpang antar pulau. Windy mengungkapkan bahwa ASDP terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui berbagai program dan inovasi lingkungan yang diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah operasionalnya. “Kami berusaha memastikan setiap aktivitas operasional tidak merusak ekosistem, sekaligus memberikan dampak positif terhadap lingkungan,” tambahnya.
Upaya pengelolaan sampah yang dilakukan ASDP diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lainnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Windy juga menekankan bahwa perlindungan kawasan pesisir tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan keandalan layanan feri bagi masyarakat. “Dengan lingkungan yang lebih bersih, aktivitas pengangkutan dapat berjalan lebih lancar tanpa hambatan dari sampah yang mengapung di perairan,” ujarnya.
Dalam mengejar keberlanjutan, ASDP terus mengembangkan berbagai program yang berfokus pada pembersihan laut dan pengurangan polusi. Pembersihan sampah dilakukan secara rutin di pelabuhan, jalur feri, serta area pesisir yang sering terdampak oleh aktivitas manusia. Selain itu, perusahaan juga melakukan pengelolaan limbah feri melalui pengurangan penggunaan bahan plastik dan penerapan teknologi daur ulang. “Kami sadar bahwa lingkungan laut adalah sumber daya yang harus dijaga agar dapat terus memberikan manfaat untuk kehidupan masyarakat,” jelas Heru.
Menurut Heru, keberhasilan Ocean Clean Up Day 2026 menunjukkan pentingnya kolaborasi antar sektor dalam mencapai tujuan lingkungan. “Partisipasi aktif seluruh pihak membuktikan bahwa pelestarian laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga mitra swasta dan masyarakat,” imbuhnya. Ia menambahkan bahwa langkah ini membantu mengurangi beban lingkungan, sekaligus memastikan bahwa keberlanjutan ekosistem laut tetap terjaga meskipun ada peningkatan kebutuhan transportasi dan logistik.
Kegiatan Ocean Clean Up Day 2026 juga menjadi bentuk partisipasi ASDP dalam mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk menekan jumlah sampah plastik yang mencemari perairan. Sampah plastik, khususnya, dianggap sebagai ancaman serius bagi ekosistem laut karena membutuhkan waktu ribuan tahun untuk terurai. Heru menegaskan bahwa ASDP terus berusaha mengurangi dampak sampah plastik melalui inisiatif yang dilakukan di seluruh wilayah operasionalnya. “Kami berkomitmen untuk menjaga kawasan pesisir tetap bersih dan sehat, sebagai bagian dari visi jangka panjang dalam mengembangkan layanan feri yang berkelanjutan,” katanya.
Secara keseluruhan, ASDP menganggap bahwa pelestarian laut adalah kunci utama untuk menjaga keberlanjutan layanan feri. Dengan menjaga kebersihan perairan, perusahaan berharap dapat menjamin kestabilan operasional serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi. Windy menambahkan bahwa ASDP terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan laut melalui inovasi dan program yang dilakukan secara konsisten. “Kami percaya bahwa lingkungan yang bersih akan mendukung layanan transportasi yang lebih optimal, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Komitmen ASDP dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut juga berdampak pada peningkatan kesad
