Key Strategy: BI Sulsel gandeng konten kreator perkuat literasi ekonomi syariah
Key Strategy: BI Sulsel Kolaborasi Konten Kreator Tingkatkan Literasi Ekonomi Syariah
Key Strategy menjadi pilar utama dalam upaya Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk mendorong kesadaran masyarakat tentang ekonomi dan keuangan syariah. Melalui kolaborasi dengan konten kreator, influencer, serta media massa, lembaga tersebut menargetkan penguatan literasi yang lebih luas dan efektif. Deputi Perwakilan BI Sulsel, Aswin Gantina, mengungkapkan bahwa pelatihan Training of Trainers (ToT) terkait ekonomi syariah adalah bagian integral dari strategi ini. “Kemitraan dengan kreator konten dan media menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan keuangan syariah secara menarik dan relevan,” jelasnya dalam kegiatan yang diadakan pada Rabu.
Peran Konten Digital dalam Membentuk Kesadaran Masyarakat
Aswin menekankan bahwa keberhasilan literasi ekonomi syariah bergantung pada adaptasi metode komunikasi sesuai dengan pergeseran perilaku konsumsi informasi. Platform digital dan media sosial kini menjadi media utama, sehingga konten yang disampaikan harus disusun agar lebih mudah dipahami dan menarik. “Key Strategy ini memastikan bahwa pesan syariah tidak hanya diterima, tetapi juga dihayati oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa kolaborasi dengan konten kreator membantu menyebarkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip syariah, seperti pembiayaan berbasis profit-sharing atau pengelolaan tabungan.
“Konten yang menarik harus didasari konteks yang tepat. Kami ingin masyarakat sadar bahwa ekonomi syariah adalah pilihan inklusif yang bisa diakses oleh semua lapisan, bukan hanya kelompok tertentu,” ujar Aswin.
Meningkatkan Akses dan Pemahaman Ekonomi Syariah
Kemitraan BI Sulsel dengan kreator konten memperluas jangkauan edukasi ekonomi syariah, terutama di tengah masyarakat yang lebih aktif menggunakan media digital. Program ini memberikan pelatihan kepada konten kreator untuk menghasilkan materi edukasi yang akurat dan menarik. Contohnya, mereka menggali topik seperti manajemen keuangan berbasis prinsip Islam, pemahaman bunga, serta manfaat pembiayaan syariah. Aswin menambahkan bahwa Key Strategy ini bertujuan untuk membuat literasi ekonomi syariah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama dalam pengambilan keputusan finansial.
“Dengan Key Strategy ini, kita bisa menciptakan kesadaran bahwa ekonomi syariah bukan sekadar tren, tapi solusi yang komprehensif untuk kebutuhan masyarakat,” kata Aswin.
Potensi Ekosistem Halal dan Kontribusi Ekonomi Syariah
Sulawesi Selatan dinilai memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem halal dari hulu hingga hilir. Aswin menyebutkan bahwa sektor kuliner, fashion, dan pariwisata bisa menjadi pilar pengembangan ekonomi syariah. “Key Strategy ini membantu masyarakat melihat bahwa ekonomi syariah adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar konsep abstrak,” jelasnya. Ia berharap kreator konten bisa memperkenalkan berbagai aspek keuangan syariah yang relevan, seperti penggunaan kartu kredit syariah atau pengelolaan dana sesuai prinsip halal.
BI Sulsel juga menyasar penggunaan platform digital untuk memperkuat literasi ekonomi syariah. Kebijakan ini bertujuan mengatasi kesenjangan informasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam ekonomi berbasis syariah. “Key Strategy yang digunakan saat ini adalah langkah strategis untuk memastikan kesadaran ekonomi syariah terus berkembang, terutama di tengah dinamika ekonomi global,” tambah Aswin.
Kolaborasi Akademisi dan Kreator untuk Memperkaya Konten
Kegiatan ToT dihadiri oleh narasumber dari berbagai lembaga, termasuk akademisi seperti Dr. Nasrullah Bin Sapa dari UIN Alauddin Makassar. Ia menyoroti pentingnya kesesuaian antara konten dan konteks dalam menyampaikan informasi ekonomi syariah. “Key Strategy ini memastikan bahwa materi edukasi dibuat dengan pendekatan yang menarik, namun tetap jelas dan berlandaskan prinsip syariah,” kata Nasrullah. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara lembaga keuangan dan kreator digital bisa meningkatkan daya tarik pembelajaran ekonomi syariah.
“Dengan Key Strategy ini, kita bisa membuka akses ekonomi syariah untuk seluruh masyarakat, termasuk yang belum familiar dengan konsep ini. Ini adalah langkah penting untuk membangun ekosistem yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Nasrullah.
BI Sulsel terus mengembangkan strategi kreatif dan interaktif dalam menyebarkan literasi ekonomi syariah. Kolaborasi dengan konten kreator dianggap sebagai cara efektif untuk memastikan informasi keuangan syariah mencapai segala lapisan masyarakat. Key Strategy ini tidak hanya fokus pada pengetahuan, tetapi juga pada perubahan perilaku dan kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi syariah. Dengan pendekatan ini, BI Sulsel berharap bisa menjadikan Sulsel sebagai wilayah yang mendorong pengembangan ekonomi syariah secara massal dan berkelanjutan.
