Kebijakan Baru: Menteri Dody sebut serahkan penentuan Dirjen CK dan SDA ke Presiden

Menteri PU Beri Kepercayaan Penuh ke Presiden dalam Penentuan Dirjen CK dan SDA

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa keputusan mengenai pengisian jabatan Direktur Jenderal Cipta Karya (Dirjen CK) dan Sumber Daya Air (SDA) sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengungkapkan bahwa tugasnya hanya sebagai pihak yang mengusulkan nama-nama calon, sementara Presiden memiliki wewenang penuh untuk memilih figur yang tepat. “Ini jelas, tugas saya hanya mengusulkan nama-nama. Hak akhir penentuan berada di tangan Presiden Prabowo Subianto,” tutur Dody dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu.

“Jadi enggak bisa nanya ke saya mana beliau mau ngambil. Ya itu bener-bener saya pasrahkan ke beliau,”

Dody menegaskan bahwa ia yakin siapa pun yang dipilih Presiden akan memiliki kemampuan profesional untuk menjalankan tugas dengan baik. “Dan saya haqul yakin siapa pun yang beliau pilih, itu pasti seorang yang profesional,” ujarnya. Meski tidak merinci jumlah nama yang diajukan, ia menyatakan bahwa kandidat-kandidat tersebut memiliki kompetensi untuk mendukung pengelolaan Kementerian PU secara optimal.

Penyebab Mundurnya Dua Dirjen

Sebelumnya, Dody mengungkap bahwa dua Direktur Jenderal di Kementerian PU telah mengundurkan diri. Penyebabnya adalah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai indikasi kerugian negara sebesar Rp1 triliun. Kedua pejabat yang resign tersebut adalah Dewi Chomistriana (Dirjen CK) dan Dwi Purwantoro (Dirjen SDA).

Dody menegaskan bahwa kementeriannya akan selalu berdiri tegak terhadap keputusan Presiden. “Jadi ya terserah beliau saja. Kita ini tegak lurus, jadi siap gerak, kalau ada datang ya sudah kita maksimalkan yang beliau berikan kepada kita,” kata Dody.