Official Announcement: Empat atlet speed putra tembus putaran final Series Krakow di Polandia

XxjpbeE007092_20250713_PEPFN0A001

Empat Atlet Speed Putra Indonesia Melangkah ke Putaran Final Series Krakow di Polandia

Official Announcement –

Jakarta, Jumat – Empat atlet panjat tebing speed putra dari Indonesia berhasil mencapai babak final atau 32 besar dalam World Climbing Series Krakow 2026 yang berlangsung di Polandia. Menurut Wahyu Pristiawan Buntoro, Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, keempat atlet tersebut akan tampil pada hari Sabtu (4/6) mendatang dalam pertandingan akhir. “Ya, mereka berhasil melangkah ke babak final dan akan tampil pada hari Sabtu (4/6) mendatang,” jelas Wahyu saat dihubungi ANTARA di Jakarta.

Daftar Atlet yang Lolos ke Final

Keempat atlet putra yang sukses memasuki 32 besar adalah Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, Antasyafi Robby Al Hilmi, dan Veddriq Leonardo. Hasil kualifikasi yang diumumkan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC) menunjukkan bahwa Raharjati menduduki posisi keempat, yang merupakan peringkat tertinggi di antara rekan-rekannya dari Tanah Air. Ia mencatatkan waktu tercepat dalam empat kali percobaan sebesar 4,822 detik.

Aditya Tri Syahria berada di posisi kelima dengan catatan waktu terbaik sebesar 4,873 detik, sementara Antasyafi Robby Al Hilmi menempati peringkat ke-23 dengan waktu 5,16 detik. Veddriq Leonardo, yang meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024, berada di urutan ke-29 dengan catatan 5,223 detik. Meski waktu mereka tidak terlalu dominan, keberhasilan lolos ke babak final menunjukkan konsistensi dan kemampuan para atlet di kancah internasional.

“Selanjutnya mereka bertanding di putaran final pada Sabtu (4/6),” ujar Wahyu, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI).

Kualifikasi ini diadakan dalam rangka menguji daya tahan dan keterampilan para pesaing. Dalam seri Krakow 2026, format kompetisi berbeda dari sebelumnya, di mana jumlah peserta dalam nomor individu putra dan putri ditingkatkan menjadi 32 orang. Sebelumnya, hanya 16 atlet yang bisa melangkah ke putaran final. Perubahan ini memberikan peluang lebih besar bagi atlet dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam babak kualifikasi, setiap peserta diberi empat kali kesempatan untuk mencatat waktu terbaik. Mereka menjalani jalur (lane) A, B, C, dan D. Raharjati Nursamsa, misalnya, menorehkan catatan waktu tercepat di antara rekan-rekannya dengan 4,822 detik. Ia menjadi salah satu atlet yang paling menjanjikan, terutama karena performa konsisten di beberapa event internasional.

Aditya Tri Syahria, di posisi kelima, juga menunjukkan kemampuan yang solid. Waktu 4,873 detik yang ia catat menunjukkan bahwa ia bisa bersaing dengan atlet-atlet dari negara-negara besar. Namun, ia masih membutuhkan peningkatan untuk memperbaiki posisi di babak final. Antasyafi Robby Al Hilmi, yang termasuk dalam atlet muda harapan Indonesia, mencatat waktu 5,16 detik. Meski posisinya lebih rendah, kehadiran anak muda seperti ini menjadi harapan untuk masa depan olahraga panjat tebing di Indonesia.

Veddriq Leonardo, sebagai salah satu atlet yang tercatat dalam sejarah olahraga panjat tebing Indonesia, mencatat waktu 5,223 detik. Meskipun ia berada di urutan ke-29, prestasinya tetap menginspirasi para atlet lain. Ia menjadi contoh bagaimana konsistensi dan keuletan bisa membawa keberhasilan di tingkat internasional.

Partisipasi Timnas dalam Series Krakow

Tim nasional panjat tebing Indonesia turut membawa tujuh atlet untuk berlaga dalam seri Krakow. Dari jumlah tersebut, empat atlet putra dan tiga atlet putri turut serta. Selain keempat atlet putra yang lolos ke babak final, tiga atlet putri yang mengikuti seri ini adalah Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji’ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih.

Menurut Wahyu, semua atlet akan mengikuti semua nomor yang dipertandingkan, yaitu individu putra, individu putri, relay putra, relay putri, serta relay campuran. Hal ini memungkinkan atlet untuk menunjukkan keahlian di berbagai disiplin, termasuk dalam format relay yang membutuhkan kerja sama tim.

Format baru ini juga mengubah dinamika kompetisi. Dengan lebih banyak peserta, pertandingan menjadi lebih menarik dan penuh tantangan. Para atlet harus siap menghadapi tekanan dari lawan-lawan yang lebih banyak, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi mereka secara lebih luas.

Keberhasilan empat atlet putra Indonesia melangkah ke babak final menunjukkan kemajuan signifikan dalam prestasi olahraga ini. Sebagai salah satu negara yang baru mulai mengembangkan panjat tebing secara masif, Indonesia perlahan menunjukkan keberadaannya di panggung dunia. Kesuksesan ini bisa menjadi motivasi untuk mengembangkan program latihan dan peningkatan kualitas atlet di masa depan.

Dalam rangka mempersiapkan event ini, PP FPTI telah melakukan banyak upaya, termasuk pemilihan atlet yang berpotensi dan pembinaan intensif. Dengan keberadaan atlet muda seperti Antasyafi Robby Al Hilmi, Federasi berharap bisa membangun basis yang lebih kuat untuk kompetisi internasional.

Sebagai penutup, Wahyu mengapresiasi keberhasilan keempat atlet putra tersebut. “Ini adalah bukti bahwa persiapan dan kerja keras berbuah hasil yang memuaskan,” kata Wahyu. Ia juga menegaskan bahwa timnas akan terus berusaha meningkatkan performa untuk mencapai level yang lebih baik di event-event mendatang.

Dengan format baru dan jumlah peserta yang lebih besar, Series Krakow menjadi platform yang tepat untuk mengevaluasi kemampuan atlet. Keempat atlet Indonesia yang lolos ke babak final menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dalam lingkungan yang lebih kompetitif. Hasil ini menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan menuju tujuan jangka panjang, yaitu menorehkan prestasi di tingkat global.