Key Discussion: Prilly rutin membaca dan mendiskusikan buku bareng pasangan
Prilly Rutin Membaca dan Mendiskusikan Buku Bareng Pasangan
Key Discussion – Jakarta – Prilly Latuconsina, seorang aktris, pengusaha, dan aktivis, menjelaskan bahwa rutinitasnya mencakup kegiatan membaca serta berdiskusi tentang buku bersama kekasihnya sebagai bagian dari upaya menerapkan prinsip belajar sepanjang hayat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam acara gelar wicara bertema “Satu Abad Rahmi Hatta 1926–2026” yang digelar di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu, Prilly menegaskan bahwa dirinya menetapkan target membaca setidaknya satu buku per bulan, yang kemudian dibahas secara bersama-sama dengan pasangannya. “Biasanya saya setiap bulan itu targetin harus ada buku yang dibaca dan dibahas,” ujarnya.
Saat moderator menanyakan dengan siapa ia melakukan diskusi buku tersebut, Prilly menjawab, “Sama pasangan saya.” Aktris yang dikenal dengan nama lengkap Prilly Mahatei Latuconsina mengungkapkan bahwa kebiasaan ini menjadi bagian dari hubungan mereka, yang dilakukan bersama aktor Omara Esteghlal. Menurut Prilly, keduanya tidak hanya bertemu karena ketertarikan terhadap dunia akting, tetapi juga karena memiliki minat yang sama terhadap membaca. “Kebetulan kami juga bertemu dan bisa bersama karena membaca buku yang sama,” lanjutnya.
Prilly menyampaikan bahwa selama ini, ia dan kekasihnya kerap membuat kesepakatan untuk membaca buku yang sama atau mendiskusikan teori tertentu, kemudian mengaitkannya dengan berbagai peristiwa yang terjadi di masa kini. “Jadi kita janjian kalau kita diskusi itu harus ada satu buku yang kita bahas atau satu teori yang mungkin bisa kita koneksikan sama apa yang terjadi sekarang,” katanya. Hal ini menunjukkan bagaimana kebiasaan sederhana mereka diubah menjadi sarana untuk memahami isu sosial dan politik secara lebih mendalam.
“Biasanya saya setiap bulan itu targetin harus ada buku yang dibaca dan dibahas,” kata Prilly.
“Sama pasangan saya,”
“Kebetulan kami juga bertemu dan bisa bersama karena membaca buku yang sama,” ujarnya.
Prilly menekankan bahwa kegiatan membaca menjadi salah satu cara untuk terus belajar sekaligus menerapkan nilai-nilai yang diyakini dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai bahwa kebiasaan ini, jika dilakukan secara konsisten, dapat membentuk karakter seseorang dan mengarahkannya pada hal-hal yang lebih luas. Dalam wawancara tersebut, ia mengatakan bahwa rutinitas ini bukan hanya mengisi waktu luang, tetapi juga memperkaya pemikiran dan memberikan wawasan yang relevan dengan kehidupan modern.
Acara “Satu Abad Rahmi Hatta 1926–2026” bertujuan untuk mengenang keteladanan istri dari Bung Hatta, Rahmi Hatta, sebagai inspirasi bagi generasi muda. Prilly menyampaikan bahwa peringatan ini menyoroti peran perempuan dalam berkontribusi pada kebudayaan dan pendidikan nasional, terutama melalui kegemaran membaca. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan membaca bersama pasangan tidak hanya memperkuat ikatan romantis, tetapi juga memicu diskusi yang produktif, yang sering kali menghasilkan perspektif baru dalam memandang isu yang sedang hangat diperdebatkan.
Sebagai seorang aktris yang kerap muncul dalam tayangan sinetron seperti “Ganteng-Ganteng Serigala,” Prilly mengakui bahwa membaca memberinya pengaruh besar dalam pengembangan karier. Ia menjelaskan bahwa keterbukaan terhadap berbagai pandangan dan pengetahuan dari buku membantu mengembangkan kreativitas serta kemampuan berpikir kritis. “Membaca mengajarkan saya cara melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda, sehingga bisa menciptakan karakter yang lebih kompleks dalam peran-peran saya,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Prilly juga menyoroti bagaimana budaya membaca menjadi sarana untuk membangun kebiasaan hidup yang sehat. Ia berharap kegiatan serupa bisa diadopsi oleh lebih banyak orang, terutama para pemuda, sebagai upaya memperkaya kualitas hidup. “Buku bukan hanya hiburan, tetapi juga alat untuk memperluas wawasan dan meningkatkan empati terhadap sesama,” katanya. Prilly menambahkan bahwa berdiskusi dengan pasangan menghasilkan interaksi yang dinamis, yang menjadikan proses belajar lebih menyenangkan.
Prilly Latuconsina mengungkapkan bahwa kegemaran membaca dan berdiskusi memperkuat komunikasi antara dirinya dan kekasihnya, Omara Esteghlal. Keduanya sering menetapkan jadwal rutin untuk mengeksplorasi buku-buku yang mereka anggap relevan, baik dari genre fiksi maupun non-fiksi. “Kita bisa menyelami isu-isu yang kompleks melalui teori-teori yang dibahas, lalu mengaitkannya dengan kehidupan nyata,” ujarnya. Dengan demikian, kebiasaan ini bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga bagian dari strategi untuk tetap relevan dalam dunia yang terus berubah.
Peringatan Satu Abad Rahmi Hatta, yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Nasional, juga menjadi kesempatan bagi Prilly untuk membagikan pengalaman pribadinya. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai keteladanan yang diwakili oleh Rahmi Hatta masih relevan hingga hari ini, terutama dalam mendorong masyarakat untuk terus belajar. “Rahmi Hatta adalah contoh bagus bagaimana satu orang bisa memengaruhi banyak orang melalui peran kecilnya di kehidupan sehari-hari,” katanya. Prilly berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi batu loncatan bagi generasi muda untuk mengejar mimpi dan meningkatkan kualitas diri.
Prilly juga menekankan bahwa membaca buku bersama pasangan memberinya kepuasan tersendiri. “Diskusi bersama memicu kesadaran bahwa pengetahuan tidak hanya diperoleh secara individual, tetapi juga melalui pertukaran ide,” katanya. Dalam perjalanan hidupnya, ia percaya bahwa proses belajar ini memperkaya karakter seseorang dan memungkinkan mereka untuk menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan. Dengan berbagi pengalaman membaca, Prilly berharap dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat untuk terus berkembang di kalangan masyarakat luas.
