Historic Moment: Zulkifli Hasan kenang almarhum mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah
Zulkifli Hasan Kenang Almarhum Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah
Historic Moment – Banda Aceh – Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), mengungkapkan rasa kehilangan atas wafatnya mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Pemimpin Partai Amanat Nasional tersebut menghadiri acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Aceh serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Aceh di Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh, pada hari yang sama. Di sela-sela acara, ia memberikan pernyataan belasungkawa kepada keluarga almarhum, sambil mengingat peran Zaini Abdullah dalam sejarah kepemimpinan Aceh.
Meninggal Dunia di RSUD Zainoel Abidin
Zaini Abdullah, yang dikenal dengan sapaan informal Abu Doto, meninggal dunia pada Sabtu (13/6) pukul 12.24 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Banda Aceh. Ia wafat di ruang intensif atau unit perawatan intensif (ICU) nomor 2 rumah sakit tersebut setelah menjalani perawatan sejak 4 Juni 2026. Usia almarhum saat wafat adalah 86 tahun. Sebelumnya, ia telah menjalani masa sakit yang terus-menerus, yang menandai akhir dari perjalanan karier publiknya yang panjang.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun kepada sahabat kami Zaini Abdullah. Saya sering berkomunikasi dengan beliau selama menjabat sebagai Menteri Kehutanan, ketika beliau memimpin Aceh sebagai Gubernur,” ujar Zulkifli Hasan.
Mengenang Kerja Sama di Masa Jabatan
Hubungan profesional antara Zulkifli Hasan dan Zaini Abdullah, yang pernah berada di pemerintahan Aceh, menjadi topik utama dalam pernyataan Menteri Koordinator. Menurut Zulkifli, almarhum sering meminta bantuan dalam berbagai urusan yang berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan. “Beliau pernah menyampaikan bahwa selama saya menjabat, akan saya dukung demi kemajuan Aceh,” imbuhnya. Dalam konteks itu, ia juga menyebutkan kesan dari interaksi kerja sama yang penuh dedikasi selama Zaini Abdullah memimpin Aceh.
Komitmen untuk Kemajuan Aceh
Dalam ucapan belasungkawa, Zulkifli Hasan tidak hanya mengenang masa jabatan Zaini Abdullah sebagai Gubernur, tetapi juga menyampaikan pesan untuk menjaga perkembangan Aceh. “Almarhum pernah berpesan agar Aceh tetap maju dan tidak ketinggalan oleh daerah lain, termasuk provinsi tetangga seperti Sumatera Utara,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa upaya untuk membuat Aceh lebih unggul dibandingkan wilayah lain adalah prioritas yang tidak pernah lekang.
“Kalau bisa lebih maju dari daerah-daerah lain,” tambah Zulkifli Hasan, menyoroti keinginan almarhum untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Usai Pelantikan, Zulkifli Bersama Hatta Rajasa Bertolak ke Rumah Duka
Setelah menyelesaikan pelantikan DPW PAN Aceh dan DPD PAN se-Aceh, Zulkifli Hasan mengunjungi rumah duka almarhum Zaini Abdullah di kawasan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Ia menuturkan bahwa kehadirannya di sana adalah bentuk penghormatan terakhir kepada tokoh yang selama ini dihormati oleh banyak pihak. “Saya sekarang akan bertakziah ke rumah almarhum Zaini Abdullah,” katanya, menegaskan rasa simpati dan kesedihan atas kepergiannya.
Kehadiran Zulkifli Hasan dalam acara pelantikan DPW PAN Aceh dan DPD PAN se-Aceh dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi Zaini Abdullah dalam pemerintahan. Dalam perjalanan sejarah Aceh, Zaini Abdullah dikenang sebagai salah satu tokoh yang berperan aktif dalam pembangunan daerah. Ia juga menjadi simbol persatuan dan keberanian dalam menghadapi tantangan politik dan ekonomi Aceh selama masa jabatannya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan tersebut memandang bahwa Zaini Abdullah memiliki peran penting dalam mendorong kerja sama antar lembaga pemerintahan. Dalam masa kepemimpinannya, almarhum sering berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian-kementerian pusat, untuk mewujudkan proyek-proyek yang bermanfaat bagi Aceh. Kehilangan Zaini Abdullah, menurut Zulkifli, adalah kehilangan besar bagi komunitas politik dan rakyat Aceh.
Kepergian Abu Doto tidak hanya mengguncang keluarga dan kerabat dekat, tetapi juga menggerakkan hati para penggemar politik di Aceh. Sebagai mantan Gubernur, ia meninggalkan jejak yang tak terlupakan, baik melalui kebijakan yang diterapkannya maupun konsistensi dalam menjalankan tugas. Zulkifli Hasan berharap bahwa warisan Zaini Abdullah akan terus dijaga oleh generasi muda Aceh, sehingga mampu mewariskan semangat pembangunan dan kerja keras kepada masa depan.
Acara pelantikan DPW dan DPD PAN Aceh serta se-Aceh di Balai Meuseuraya Aceh menjadi momen penting untuk mengenang peran Zaini Abdullah dalam perjalanan partai. Zulkifli Hasan menekankan bahwa kehadiran almarhum selama masa kepemimpinannya memberikan dampak besar terhadap kebijakan dan pengambilan keputusan di Aceh. Ia juga menyebutkan bahwa almarhum adalah sosok yang selalu memperhatikan kepentingan Aceh di tingkat nasional.
Dengan meninggalnya Abu Doto, dunia politik Aceh kehilangan seorang tokoh yang penuh dedikasi. Zulkifli Hasan meminta seluruh masyarakat Aceh untuk tetap semangat dalam membangun daerah, sambil mengenang perjuangan almarhum yang telah berkontribusi secara nyata. Kepergian ini menjadi pengingat bahwa kemajuan Aceh tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga pada kerja sama yang konsisten dari semua pihak.
