Topics Covered: Mentan pastikan kualitas stok beras baik dan layak salur
Mentan Pastikan Kualitas Stok Beras Nasional Terjaga Baik
Topics Covered – Jakarta – Dalam pertemuan dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mengonfirmasi bahwa kualitas stok beras nasional tetap terjaga secara baik. Ia menegaskan, seluruh cadangan beras yang disimpan di berbagai gudang di Indonesia memenuhi standar mutu yang aman dan layak untuk didistribusikan kepada masyarakat. Pernyataan ini diberikan sebagai respons atas kekhawatiran Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, yang menyoroti perlunya percepatan perputaran stok beras agar tidak terjadi penurunan kualitas, khususnya terhadap beras yang sudah tersimpan lebih dari satu tahun.
Pertanian Tanggapi Perhatian Komite IV DPR RI
Dalam rapat tersebut, Titiek Soeharto menyoroti stok beras di Jawa Timur yang mencapai 1,4 juta ton. Dari total itu, sekitar 400 ribu ton berada dalam penyimpanan lebih dari setahun. “Jadi, mohon diperhatikan kembali stok tersebut agar bisa berputar lebih cepat,” kata Titiek dalam
“Kami kunjungan, langsung kami telepon Bulog, diganti hari itu juga, karena kualitas berasnya kurang bagus.”
Menanggapi pernyataan Titiek, Amran menyatakan pemerintah telah memperketat pengawasan terhadap stok beras. Ia menegaskan bahwa jika ditemukan indikasi penurunan mutu, pihaknya langsung mengambil langkah korektif. Selain itu, Menteri Pertanian meminta Perum Bulog melaporkan kondisi stok secara transparan. Dalam laporan tersebut, jumlah stok beras nasional saat ini mencapai 5.305.594 ton. Dari angka total, 93.488 ton atau 1,76 persen termasuk dalam kategori beras turun mutu, tetapi masih dapat direproses untuk kembali layak dipakai.
Stok Beras Kategori C dan Kebutuhan Pengelolaan
Amran juga memastikan bahwa tidak ada beras kategori B yang harus dibuang (disposal) karena tidak memenuhi standar. Sementara beras kategori C, yang mengalami kerusakan akibat bencana seperti banjir atau longsor, tercatat sebanyak 3.619 ton. Kondisi ini terutama terjadi di Aceh akibat bencana alam yang menyebabkan kerusakan pada gudang penyimpanan.
Menurutnya, beras kategori C yang rusak tetap memiliki nilai ekonomi karena bisa diubah menjadi tepung beras. “Kalau tidak, mungkin 10 persen atau sekitar 9 ribu ton dari 93.488 ton bisa dijadikan tepung dan harganya masih bagus,” jelas Amran dalam
“Kita sudah setengah mati kerja. Alhamdulillah ada yang rusak karena berasnya ada. Kalau dulu tidak rusak karena berasnya yang kurang, sehingga beras impor masuk.”
Kualitas Beras yang Terjaga Meski Ada Kerusakan
Amaran menambahkan bahwa jumlah beras yang mengalami kerusakan hanya sebagian kecil dari total stok nasional. Ia menyatakan bahwa pemerintah telah memperbaiki sistem pengelolaan stok agar tetap memenuhi standar kualitas. Dengan cadangan beras yang mencapai 5,3 juta ton, pihaknya yakin bahwa kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia dapat terpenuhi secara tepat waktu.
Dalam kunjungan lapangan, pihaknya juga menemukan beberapa kasus beras dengan kualitas yang tidak optimal. Namun, jumlahnya tergolong kecil. “Kami minta Bulog waspada dari sekarang,” tambah Amran. Ia menegaskan bahwa masalah kualitas beras hanya terjadi pada sebagian kecil volume, sementara mayoritas stok tetap dalam kondisi baik.
Capaian Pemerintah dalam Peningkatan Produksi Beras
Amran menyatakan bahwa kondisi stok beras saat ini mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan produksi dan cadangan beras nasional. Dengan volume stok yang signifikan, ia yakin kebutuhan masyarakat tidak akan terganggu meski ada beberapa beras yang sedikit mengalami kerusakan. Ia menyoroti bahwa sebelumnya, keterbatasan produksi membuat beras impor harus masuk, tetapi kini keadaan berbeda.
Dalam penjelasannya, Amran juga menekankan bahwa pengawasan terhadap stok beras tidak hanya dilakukan secara berkala, tetapi juga secara real-time. Pihaknya bekerja sama dengan Bulog untuk memastikan setiap tahap penyimpanan dan distribusi berjalan sesuai standar. Hal ini dilakukan demi menjaga keberlanjutan pasokan beras di tengah tantangan cuaca dan permintaan pasar yang meningkat.
Upaya Terus Dilakukan untuk Mengoptimalkan Stok
Menurut Amran, meski ada beberapa beras yang tidak sempurna, pemerintah tetap berupaya memaksimalkan manfaat dari stok yang ada. “Kita harus jujur dan terbuka,” ujar dia dalam
“Supaya berputarnya lebih cepat lagi,”
yang sebelumnya disampaikan Titiek Soeharto.
Dengan total stok beras mencapai lebih dari 5 juta ton, pemerintah menyatakan bahwa cadangan ini menjadi jaminan bagi ketersediaan beras di tengah situasi ekonomi dan politik yang dinamis. Pihaknya menegaskan bahwa pengelolaan stok tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang keamanan pangan mereka. Upaya ini diharapkan bisa terus ditingkatkan guna menghadapi masa-masa kritis seperti musim kemarau atau permintaan tinggi pada hari raya besar.
Dalam rapat, Titiek Soeharto juga menekankan pentingnya transparansi dalam distribusi beras. Ia menilai, adanya kualitas beras yang sedikit menurun justru menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengelolaan yang efektif. “Kita harus jujur dan terbuka,” kata Amran, yang sejalan dengan pernyataan Titiek. Dengan demikian, pihaknya optimis bahwa cadangan beras nasional dapat terus dijaga secara baik dan siap digunakan untuk mendukung kebutuhan rakyat di seluruh Indonesia.
