New Policy: Tekan penyebaran TBC, Dinkes Kota Malang gencarkan screening mobile
New Policy: Dinkes Kota Malang Gencarkan Screening Mobile untuk Tekan Penyebaran TBC
New Policy – Dinas Kesehatan Kota Malang meluncurkan New Policy terbaru dalam upaya menekan penyebaran tuberkulosis (TBC) di tengah masyarakat. Inisiatif ini bertujuan memperluas akses layanan kesehatan dengan memperkenalkan program screening mobile yang dilakukan secara berkala di berbagai wilayah. New Policy ini menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit menular yang mengancam sistem pernapasan, sebagaimana ditekankan oleh Kementerian Kesehatan sebagai ancaman utama di Indonesia. Unit kesehatan bergerak ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap TBC serta memudahkan deteksi dini.
Inisiatif Screening Mobile untuk Deteksi Dini TBC
Screening mobile diterapkan sebagai solusi praktis untuk memastikan warga bisa memeriksa kondisi kesehatan tanpa harus ke puskesmas. Layanan ini beroperasi di berbagai kelurahan, termasuk mengunjungi rumah warga atau menyelenggarakan acara di ruang publik. Dalam periode April hingga Mei 2026, lebih dari 2.000 orang telah menjalani pemeriksaan, meliputi tes kesehatan dasar dan rontgen dada yang dilakukan oleh tim medis terlatih. New Policy ini bertujuan mendeteksi gejala TBC seperti batuk berkepanjangan atau batuk berdarah, serta mencegah penularan melalui intervensi dini.
Direktur Pengendalian Penyakit Menular di Dinkes Kota Malang, Rudi Setiawan, menjelaskan bahwa New Policy ini berjalan rutin setiap minggu. “Program ini tidak hanya menyediakan pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi tentang TBC kepada warga,” ujarnya dalam wawancara dengan media. Menurut Rudi, hasil pemeriksaan dianalisis secara real-time, sehingga warga yang terdeteksi bisa segera diberi rekomendasi perawatan. Dengan pendekatan ini, Dinkes Kota Malang berharap mempercepat penanganan kasus TBC di masyarakat.
Strategi Pelaksanaan New Policy
Realisasi New Policy ini melibatkan koordinasi intensif antara Dinkes Kota Malang dengan RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga) untuk mengidentifikasi wilayah yang paling membutuhkan. Selain itu, dinas bekerja sama dengan organisasi nirlaba dan komunitas lokal untuk meningkatkan partisipasi warga. Setiap sesi screening biasanya dihadiri oleh sejumlah orang, khususnya di daerah yang belum memiliki fasilitas kesehatan lengkap. New Policy ini mengutamakan keaksesan layanan, termasuk pemilihan lokasi yang strategis untuk menjangkau masyarakat luas.
Proses pemeriksaan dimulai dengan pendaftaran warga, lalu dilanjutkan pengukuran suhu tubuh, pemeriksaan fisik, dan rontgen dada. Hasil rontgen dianalisis oleh spesialis radiologi, sementara tes kesehatan dasar ditangani oleh dokter umum dan perawat. Setelahnya, warga yang positif diberikan surat hasil dan rujukan ke puskesmas terdekat. Layanan ini dijalankan secara gratis, sehingga mengurangi beban finansial bagi keluarga yang terjangkit. New Policy ini juga memastikan proses diagnosis lebih cepat dan efisien.
Koordinator Program Penanggulangan TBC di Kota Malang, Dian Nurhayati, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam New Policy ini. “TBC tidak hanya menyerang orang yang batuk berbulan-bulan, tetapi juga bisa menjangkau anak-anak atau lansia dengan gejala ringan,” katanya dalam pernyataan resmi. Menurut Dian, New Policy ini telah mendapatkan dukungan dari warga karena layanan yang lebih dekat dan mudah diakses. Ia juga menyebutkan bahwa program ini memberikan edukasi tentang langkah pencegahan seperti penggunaan masker dan menjaga kebersihan.
Hasil Awal dan Dampak Positif New Policy
Berdasarkan evaluasi awal, New Policy screening mobile telah berhasil menaikkan jumlah kasus TBC yang terdeteksi secara dini. Data menunjukkan bahwa dari 2.000 warga yang diperiksa, sekitar 400 orang terbukti positif menderita TBC. Dari jumlah tersebut, 300 orang langsung mendapatkan pengobatan, sementara 100 lainnya memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. New Policy ini dinilai efektif karena sebelumnya banyak kasus TBC tidak terdeteksi karena masyarakat enggan ke rumah sakit. Kehadiran unit mobile juga mempercepat diagnosis, karena warga tidak perlu menunggu lama untuk hasil.
Dian Nurhayati menambahkan bahwa New Policy ini mendorong perubahan sikap masyarakat terhadap TBC. “Banyak warga sebelumnya takut ke dokter karena merasa penyakit ini menular, tetapi dengan layanan mobile, mereka lebih nyaman untuk diperiksa,” ujarnya. Selain itu, program ini berkontribusi meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan upaya pencegahan. New Policy ini juga memberikan peluang bagi warga yang terlambat mendeteksi gejala untuk segera menerima perawatan.
