Indonesia imbang 0-0 dengan China pada babak pertama Piala Asia U17
Indonesia imbang 0-0 dengan China pada babak pertama Piala Asia U17
Indonesia imbang 0 0 dengan China – Pertandingan pembuka Grup B Piala Asia U17 2026 berlangsung sengit di King Abdullah Sport City Pitch A Stars, Selasa, dengan Timnas U17 Indonesia dan China berbagi angka 0-0 di babak pertama. Laga ini menjadi momen pertama bagi kedua tim untuk menunjukkan kualitas dan strategi mereka di ajang bergengsi Asia. Meski dominasi lebih didominasi oleh tim China, Indonesia tetap menunjukkan keberanian dalam bertahan dan mencoba menembus pertahanan lawan.
Kontrol Penuh Tim China
Tim China, yang diasuh oleh pelatih asal Jepang Bin Ukishima, langsung mengambil inisiatif sejak menit awal. Mereka menguasai bola dengan penguasaan yang memadai dan mencoba menggempur area pertahanan Indonesia secara konstan. Sepanjang 45 menit pertama, pemain China berulang kali menerobos ke sepertiga terakhir lapangan, tetapi serangan mereka terkadang gagal menghasilkan peluang yang mematangkan.
Pertahanan Indonesia, yang dijaga oleh Mathew Baker dan Mike Rajasa, bermain cukup solid. Kiper Mike Rajasa tampil dengan konsentrasi tinggi, membantu menjaga keunggulan gawang dari ancaman serangan lawan. Pemain bertahan Baker juga terlihat penuh semangat, memblok beberapa umpan panjang yang mengancam. Meski begitu, Indonesia sempat kesulitan merespons serangan China, terutama pada interval pertama.
Peluang yang Terlewatkan
Pada menit ke-33, Indonesia menciptakan peluang berarti setelah serangan cepat yang dipicu oleh Ichiro Akbar. Pemain muda tersebut menerima umpan terobosan dari rekan satu timnya, menciptakan situasi satu lawan satu dengan kiper China Qin Ziniu. Namun, keputusan Akbar untuk menendang bola terlihat ragu, sehingga bola justru dijegal oleh kiper lawan. Kesempatan yang terbuang ini menjadi sorotan media, karena bisa jadi menjadi titik balik bagi laga.
Sementara itu, Chico Jericho juga mengalami momen yang cukup berbahaya pada menit ke-43. Pemain yang ditempatkan di posisi bek tengah itu berada dalam posisi mengancam setelah melewati tiga pemain China, namun justru kehilangan keseimbangan dan terjatuh sebelum bisa menyelesaikan umpan. Situasi ini memberi keuntungan besar bagi tim lawan, tetapi Indonesia mampu bertahan hingga pertandingan berakhir tanpa kebobolan.
Kembangnya Semangat Garuda Muda
Dalam 15 menit terakhir babak pertama, Indonesia mulai menunjukkan perubahan strategi. Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto berusaha membangun permainan dari tengah lapangan, mengandalkan umpan-umpan pendek dan gerakan yang lebih terkoordinasi. Kekuatan fisik pemain Garuda Muda mulai terasa, dengan beberapa kali menggempur zona lawan. Meski tidak bisa menciptakan gol, mereka berhasil meredam tekanan China hingga pertandingan usai.
Kinerja Mike Rajasa di bawah mistar justru menjadi tulang punggung pertahanan Indonesia. Penjaga gawang yang baru saja memperkuat tim tersebut menunjukkan refleks yang baik dan keputusan taktis untuk menghalau bola. Kesolidan pertahanan ini membuat China sulit menghasilkan peluang yang benar-benar mengancam, meski sempat menguasai bola dalam durasi yang signifikan.
Pertandingan yang Menegangkan
Suasana di lapangan terlihat cukup tegang, terutama saat Indonesia terus berusaha memperoleh peluang. Namun, kurangnya akurasi dalam menyelesaikan serangan menjadi hambatan utama. Sementara itu, China tetap mempertahankan dominasi mereka, terutama melalui permainan bertahan yang disiplin dan kemampuan passing yang mantap. Banyak pihak menganggap bahwa keunggulan China di babak pertama bisa menjadi poin penting, tetapi Indonesia menunjukkan kemampuan mereka untuk merespons tekanan.
Sejumlah pemain Garuda Muda seperti Noha Pohan dan Dava Yuna turut memberikan kontribusi positif, membantu membangun permainan dari belakang. Dengan penguasaan bola yang lebih baik, mereka mulai mengendalikan alur pertandingan. Meski belum bisa mencetak gol, permainan Indonesia mulai menunjukkan perubahan dari awal laga yang kurang efektif.
Kesimpulan Awal
Babak pertama berakhir tanpa gol, dengan kedua tim saling menempa permainan. Indonesia tampil lebih percaya diri di akhir babak, terbukti dari upaya mereka untuk menguasai bola dan menciptakan peluang. Sementara itu, China tetap menjadi ancaman berbahaya, terutama karena kecepatan dan kualitas teknik pemain muda mereka. Hasil imbang ini menjadi pembelajaran awal bagi kedua tim, sebelum babak kedua yang diperkirakan lebih menentukan.
Timnas U17 Indonesia, dengan formasi yang terlihat lebih stabil di akhir pertandingan, menunjukkan kemampuan adaptasi mereka. Performa Mike Rajasa dan Mathew Baker menjadi sorotan, karena keberhasilan mereka dalam menghalau serangan China. Di sisi lain, pelatih China Bin Ukishima tampak puas dengan permainan timnya, meski perlu mengevaluasi strategi di babak kedua.
Daftar pemain Timnas U17 Indonesia: Mike Rajasa (GK), Mathew Baker (C), Pandu Aryo, Farik Rizqi, Peres Akwila Tjoe, Farrel Luckyta, Noha Pohan, Fardan Farras, Dava Yuna, Chico Jericho, Ichiro Akbar. Pelatih: Kurniawan Dwi Yulianto.
Daftar pemain Tim China: Qin Ziniu (GK), Jin Yucheng, Nan Zixun, Li Junpeng, Zhang Xuyao, Zhou Yunuo, He Sifan, Wan Xiang, Shuai Weihao, Wang Heyi, Pan Chaowei.
Kemungkinan besar, babak kedua akan menjadi penentu bagi laga ini. Dengan permainan yang lebih matang, kedua tim siap memperlihatkan daya tahan dan keberanian mereka di ajang Asia. Hasil imbang ini menjadi sinyal awal bahwa persaingan di Grup B akan sangat ketat, dengan potensi untuk menghasilkan gol di menit-menit akhir.
