Special Plan: Tugure Bukukan Laba Rp110 Miliar pada 2025, Kinerja Terdorong Implementasi PSAK 117
Tugure Catatkan Laba Bersih Rp110 Miliar di 2025, PSAK 117 Jadi Pendorong Utama
Special Plan – Dari Jakarta, PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) melaporkan peningkatan kinerja yang signifikan pada tahun buku 2025, yang menjadi masa implementasi awal dari standar akuntansi PSAK 117. Dalam laporan keuangan yang telah diverifikasi, hasil jasa asuransi Perseroan mencapai Rp192,2 miliar, naik tajam dari Rp8,9 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, hasil investasi mengalami pertumbuhan sebesar 57 persen, mencapai Rp254,4 miliar dibandingkan Rp161,2 miliar di 2024. Pada akhir tahun, Tugure mencatatkan laba bersih sebesar Rp110 miliar, yang menunjukkan konsistensi dalam menjaga kualitas operasional.
Penerapan PSAK 117 Membuka Perspektif Baru
Perubahan kebijakan akuntansi ini memberikan gambaran lebih jelas tentang performa perusahaan. Sebagai contoh, metode pengukuran hasil jasa asuransi yang baru diterapkan mengharuskan perseroan menggambarkan kondisi keuangan secara lebih transparan dan realistis. Dradjat Irwansyah, Direktur Keuangan Tugure, menekankan bahwa PSAK 117 bukan hanya alat pengungkapan, tetapi juga bantuannya dalam memperkuat fondasi keuangan.
“Dengan PSAK 117, kita bisa menyajikan kinerja jasa asuransi secara lebih komprehensif, sehingga pemangku kepentingan dapat memahami dinamika bisnis dengan lebih tepat,” ungkap Dradjat Irwansyah. Ia menambahkan, standar ini juga memastikan laporan keuangan memiliki kredibilitas tinggi, yang mendukung pengambilan keputusan strategis di masa depan.
Kinerja positif ini didorong oleh disiplin underwriting yang lebih ketat dan peningkatan efisiensi dalam pengelolaan portofolio. Dengan fokus pada aspek-aspek kritis seperti risiko pembiayaan dan keuntungan operasional, Tugure mampu menekan biaya dan meningkatkan margin keuntungan. Selain itu, perusahaan juga memperhatikan keberlanjutan bisnis, terutama dalam menghadapi dinamika pasar yang semakin berubah.
Prospek Industri Reasuransi Masih Terbuka
Masuk ke tahun 2026, Tugure memperkirakan industri reasuransi tetap memiliki peluang tumbuh meskipun sedang menghadapi fase softening market. Dinamika pasar yang kompetitif ini memaksa perusahaan untuk mengoptimalkan strategi, termasuk memperkuat riset risiko dan meningkatkan kerja sama dengan mitra dalam dan luar negeri. Perseroan bersikukuh dalam pendekatan selektif, baik dalam memilih bisnis yang layak maupun dalam memperluas jaringan pasar.
Kemajuan ekuitas Tugure juga menjadi penanda kuatnya keseimbangan keuangan. Hingga akhir 2025, nilai ekuitas mencapai Rp1,5 triliun, yang telah memenuhi persyaratan modal minimum untuk tahun 2026 menurut Otoritas Jasa Keuangan. Dengan modal yang stabil, perusahaan berencana memperkuat kapasitas permodalan hingga mencapai KPPE 2 pada 2028. Target ini diharapkan memperbesar daya tahan terhadap volatilitas ekonomi global dan memperluas ruang gerak dalam berbagai sektor.
Kolaborasi dan Ekspansi Jadi Prioritas
Tugure juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan mitra domestik dalam menciptakan ekosistem risiko yang lebih solid. “Kerja sama dengan pihak ketiga menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pasar yang terus berubah,” terang Dradjat Irwansyah. Ia menambahkan bahwa pengembangan portofolio yang selektif akan dilakukan secara bertahap, agar tetap menghasilkan return yang optimal tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Dalam konteks global, Tugure berkomitmen untuk tetap mengelola risiko secara prudent, terutama di tengah ketegangan geopolitik dan fluktuasi ekonomi. Perusahaan menyiapkan strategi adaptif untuk memastikan stabilitas operasional, termasuk diversifikasi aset dan pengawasan ketat terhadap keuangan. Selain itu, Tugure berencana membuka peluang ekspansi di pasar regional, dengan mengevaluasi potensi kolaborasi dan inisiatif pemasaran yang efektif.
Tantangan dan Peluang di Tahun Mendatang
Meskipun memiliki fondasi yang kuat, Tugure masih menghadapi tantangan utama dalam menghadapi fase softening market. Persaingan yang ketat memaksa perusahaan untuk terus meningkatkan inovasi produk dan layanan, sekaligus menekankan kualitas asuransi yang diberikan kepada nasabah. Dradjat Irwansyah menilai bahwa ini adalah bagian dari proses matangnya industri reasuransi di Indonesia.
Di sisi lain, Tugure optimis bahwa peningkatan ekuitas secara organik hingga Rp2 triliun akan mendorong perluasan jaringan bisnis. “Kita akan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, bukan hanya kenaikan jangka pendek,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa hal ini akan diimbangi dengan penguatan manajemen risiko, agar pertumbuhan tidak terganggu oleh perubahan eksternal.
Terlepas dari tantangan, Tugure tetap yakin bahwa implementasi PSAK 117 akan memberikan dampak jangka panjang. Standar ini tidak hanya meningkatkan akurasi laporan keuangan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan. Selain itu, proses underwriting yang lebih ketat dan pengelolaan portofolio yang terstruktur diharapkan memperkuat daya saing perusahaan di pasar global.
Rencana Peningkatan Kapasitas Permodalan
Menyambut 2026, Tugure telah memenuhi syarat modal minimum industri reasuransi. Ini menjadi dasar untuk melanjutkan peningkatan kapasitas permodalan sesuai target KPPE 2 pada 2028. Dengan ekuitas yang terus tumbuh, perusahaan berharap dapat meningkatkan likuiditas dan fleksibilitas operasional. “Pertumbuhan ekuitas organik akan memberikan fondasi yang lebih kuat untuk ekspansi di pasar nasional dan internasional,” kata Dradjat Irwansyah.
Kebijakan pengelolaan risiko prudent juga menjadi bagian dari upaya memastikan stabilitas jangka panjang. Tugure menekankan bahwa risiko tidak hanya diukur secara kuantitatif, tetapi juga dirancang dalam konteks makroekonomi. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk merespons perubahan pasar dengan lebih cepat dan efisien. Dengan strategi yang matang, Tugure optimis dapat menjaga kinerja yang baik di tahun-tahun mendatang.
Peningkatan laba bersih di 2025 menjadi bukti bahwa Tugure mampu menyesuaikan diri dengan standar akuntansi baru. Hal ini menunjukkan adaptasi yang baik terhadap lingkungan bisnis yang dinamis. “Laba yang tercatat adalah hasil dari kons
