Strategi Penting: Makassar jadi kota pertama roadshow debat publik hadirnya Danantara

Makassar jadi kota pertama roadshow debat publik hadirnya Danantara

Debat mengupas peran superholding baru

Kota Makassar menjadi lokasi pertama penyelenggaraan debat publik yang dipimpin oleh Nagara Institute. Lembaga riset independen ini menggali isu terkait keberadaan Danantara sebagai inovasi strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Fokus utama diskusi adalah status Danantara sebagai superholding yang mengelola aset mencapai 900 miliar dolar AS, setara Rp14,7 triliun.

Kritik terhadap pengelolaan kekayaan negara

Direktur Nagara Institute, Akbar Faizal, dalam acara di Makassar, Rabu (15/4), mengingatkan masyarakat untuk memantau isu ini. Menurutnya, pergeseran besar terjadi dalam sejarah perekonomian Indonesia, dan adanya narasi kritis menjadi penting agar kebijakan tidak disusun secara satu arah. “Kami hadir untuk memastikan bahwa pembicaraan tentang Danantara melibatkan perspektif akademisi dan ahli yang peduli pada masa depan kekayaan bangsa,” jelasnya dalam

“Kita sedang menyaksikan pergeseran besar dalam sejarah ekonomi kita. Kami hadir untuk memastikan bahwa narasi mengenai Danantara tidak hanya datang dari satu sisi, tapi juga dari kacamata kritis akademisi dan ahli yang peduli pada masa depan kekayaan bangsa,”

ungkap Akbar Faizal.

Danantara diperkenalkan pemerintah sebagai alat baru untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen. Namun, ada risiko bahwa lembaga ini bisa menjadi celah bagi kerusakan ekonomi jika tidak dikelola secara transparan atau konseptual yang tepat.