Strategi Penting: Menteri LH dorong Gerakan Indonesia Asri jadi rutinitas setiap pekan

Menteri Lingkungan Hidup Dorong Gerakan Indonesia Asri Jadi Aktivitas Mingguan

Kota Jambi menjadi tempat pelaksanaan kegiatan bersih-bersih yang dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Sabtu. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjadikan Gerakan Indonesia Asri sebagai kegiatan rutin setiap minggu di seluruh daerah. “Gerakan ini bukan sekadar acara formal, melainkan wajib dijalankan melalui tindakan nyata yang berkelanjutan. Kami menginginkan kegiatan pembersihan lingkungan dilakukan setidaknya satu kali seminggu di setiap wilayah,” ujarnya.

Gerakan Indonesia Asri merupakan bagian dari instruksi Presiden Joko Widodo yang fokus pada peningkatan kesadaran kolektif masyarakat terkait kebersihan lingkungan. Peran aktif warga dianggap sebagai faktor penentu keberhasilan program ini. Menurut Hanif, sampah masih menjadi masalah serius di Indonesia, yang memerlukan kerja sama terpadu dari semua pihak untuk mengurangi dan mengelola volume sampah mencapai ratusan ribu ton per hari secara efektif.

“Pengelolaan sampah secara nasional masih menghadapi tantangan besar, sehingga diperlukan upaya bersama dari semua pihak untuk mengurangi dan mengelola sampah yang mencapai ratusan ribu ton per hari secara efektif,” kata Hanif.

Menteri LH juga menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan 40 ribu ton dari total 141 ribu ton sampah per hari di Indonesia dapat diubah menjadi energi melalui PSEL atau WTE, sesuai Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. “Penerapan teknologi pengolahan sampah, seperti WTE, diharapkan mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyatakan dukungan pemerintah provinsi terhadap kebijakan nasional ini, termasuk percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi. Di sisi lain, Wali Kota Jambi Maulana menuturkan bahwa pemerintah kota sedang mengoptimalkan pengelolaan sampah dari sumber terpadu melalui program OPBM dengan target mencakup 250 ribu rumah tangga. Selain itu, pihaknya juga mendorong penghapusan TPS liar, pengembangan inovasi seperti RDF, maggot, pupuk cair, serta persiapan pembangunan WTE.