Rencana Khusus: Bandara-Canggu 30 menit, Menhub siapkan taksi air di Bali

Bali Mendapat Percepatan Infrastruktur Transportasi Pariwisata

Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur transportasi pariwisata di Bali. Ia menyoroti rencana pengembangan taksi air dan dermaga sebagai langkah untuk meningkatkan koneksi serta daya tarik wisatawan. “Kementerian Perhubungan menggabungkan upaya percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali,” jelas Menhub saat diwawancara di Jakarta, Kamis.

Pembangunan Taksi Air dan Dermaga Menjadi Strategi Utama

Menurut Dudy, pengembangan taksi air diharapkan dapat mengintegrasikan berbagai moda transportasi, seperti darat, laut, dan udara. Ini juga bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Kabupaten Badung, khususnya sepanjang jalur utama menuju kawasan wisata. Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry sedang menyusun studi detail engineering design (DED), dengan konstruksi direncanakan dimulai Agustus 2026 hingga Juli 2027.

“Layanan taksi air nantinya akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu,” ujar Menhub.

Perjalanan darat dari bandara ke Canggu memakan waktu sekitar 1–2 jam. Dengan menggunakan taksi air, perjalanan tersebut diperkirakan bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Ini menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan dalam mobilitas wisatawan.

Pembangunan Dermaga di Celukan Bawang

Dudy juga menyebutkan rencana pembangunan dermaga baru di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng. Dermaga I dirancang untuk melayani kapal cargo umum dan bahan bakar minyak, dengan penambahan panjang dermaga sekitar 92 meter. Sementara Dermaga II akan dikembangkan menjadi dermaga multi-fungsi, yang mampu menampung penumpang, cargo umum, serta bahan kering, dengan panjang dermaga tambahan sekitar 60 meter.

Menurutnya, pengembangan pelabuhan ini bertujuan mengurangi penggunaan dermaga utama oleh kendaraan besar dan kecil, sehingga arus lalu lintas dapat terkelola lebih baik. Langkah ini juga bagian dari evaluasi untuk memperkuat alternatif pelabuhan yang terintegrasi.

Solusi Jangka Pendek di Ketapang

Sebagai solusi sementara, Menhub meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mempercepat pengembangan pelabuhan di Ketapang, terutama di Gilimanuk. Ia menyarankan pembukaan dermaga baru untuk menampung kapal yang akan melayani wilayah wisata, termasuk penyediaan zona buffer guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan.

“Apalagi tahun depan akan mendekati Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri,” katanya.

Dudy berharap pengembangan tersebut dapat segera terealisasi. Ini diharapkan memperkuat konektivitas, meningkatkan distribusi logistik, serta menjamin mobilitas penumpang secara lebih efisien. Selain itu, ia menegaskan bahwa perbaikan ini juga bertujuan menaikkan kualitas layanan transportasi di kawasan pariwisata Bali.