Hasil Pertemuan: Menyaksikan Kota Wamena dari ketinggian Tugu Salib

Menyaksikan Kota Wamena dari Ketinggian Tugu Salib

Kota Wamena, yang berada di ketinggian 1.600–1.800 meter di atas permukaan laut, menjadi pusat pemerintahan Provinsi Papua Pegunungan serta Kabupaten Jayawijaya. Wilayah ini dikenal dengan keunikan budaya dan keindahan alam yang masih dilestarikan oleh masyarakat asli hingga kini. Budaya lokal yang kental dan kepercayaan religius masyarakatnya menjadi ciri khas yang memperkaya identitas daerah.

Sejarah penamaan kota ini berasal dari bahasa Dani, Lembah Baliem. Kata “Wamena” terdiri dari dua kata, yaitu “Wam” yang berarti babi dan “ena” yang mengacu pada tempat. Nama tersebut pertama kali disampaikan oleh penduduk setempat kepada misionaris Belanda yang tiba di sana pada 1950-an. Sejak saat itu, nama Wamena terus dipakai, bahkan setelah integrasi ke dalam Indonesia pada 1960-an.

Tugu Salib Wio Silimo, sebuah landmark modern di tengah Kota Wamena, dibangun pada tahun 2016 dengan dana sekitar Rp150 miliar. Tugu ini diresmikan pada Desember 2020 dan memiliki tinggi sekitar 54 meter. Angka 54 tidak hanya menyimbolkan ukuran fisik bangunan, tetapi juga mengingatkan akan tahun 1954 ketika Injil pertama kali diperkenalkan ke Lembah Baliem oleh misionaris. Masyarakat setempat menyebut Tugu Salib ini sebagai simbol keagungan dan kerukunan antarumat beragama.

Bangunan ini dilengkapi lift untuk memudahkan pengunjung mencapai puncaknya. Lokasinya yang strategis berhadapan langsung dengan Kantor Bupati Jayawijaya membuat Tugu Salib Wio Silimo menjadi fokus perhatian. Dari puncak tugu, pengunjung dapat mengagumi pemandangan kota yang terbentang di bawahnya, sekaligus menikmati view dari daerah pegunungan sekitar. Wamena sering dibandingkan dengan kuali raksasa karena dikelilingi rangkaian gunung yang berfungsi sebagai pagar alam.

“Daerah ini sangat indah karena berada di pedalaman Pegunungan Tengah Papua,” kata Bupati Jayawijaya Atenius Murib. “Keberadaan tugu ini harus dijaga dan dilestarikan dengan baik oleh masyarakat,” tambahnya.

Kehadiran Tugu Salib Wio Silimo tidak hanya menjadi simbol agama, tetapi juga menunjukkan komitmen masyarakat dalam menjaga harmoni antarumat beragama. Pancaran lampu dari tugu ini dianggap sebagai harapan bagi pertumbuhan dan kemajuan daerah. Kunjungan pejabat negara ke Wamena sering kali dimanfaatkan untuk mengabadikan momen dengan latar belakang tugu salib yang megah.