Pembahasan Penting: Wacana potong gaji menteri, Seskab: Akan dirapatkan beberapa hari ini

Wacana potong gaji menteri, Seskab: Akan dirapatkan beberapa hari ini

Jakarta – Seskab Teddy Indra Wijaya mengungkapkan rencana pengurangan upah menteri masih dalam pembahasan di rapat mendatang. Saat menjawab pertanyaan media di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, Teddy menyampaikan berbagai skenario terkait wacana tersebut akan didiskusikan lebih lanjut. “Intinya, konsep-konsep itu akan dipertimbangkan dalam beberapa hari ini,” jelasnya.

Teddy memastikan belum ada keputusan resmi mengenai rencana pemotongan gaji menteri. “Nanti kita lihat. Belum ada keputusan apapun,” tambahnya. Ia juga menyarankan wartawan menanyakan langsung ke pihak yang mengusulkan wacana tersebut. “Tanya yang menyampaikan, kemarin siapa itu?” tanyanya.

“Kalau (pemotongan gaji) DPR saya enggak tahu. Kalau menteri sih nggak apa-apa, nanti kita lihat kebijakan Presiden seperti apa,”

kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, saat diwawancarai di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Senin (6/4). Ia menegaskan dukungan terhadap usulan pemotongan gaji pejabat negara sebagai bentuk solidaritas dalam menghemat belanja.

Dalam kesempatan berbeda, Purbaya mengatakan pihaknya akan menentukan persentase pemotongan anggaran belanja kementerian dan lembaga secara langsung sebagai upaya efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh gitu nggak mau memotong, dia naikkan semua malah,”

“Kalau bisa saya tentukan, saya potong berapa persen, nanti mereka yang sesuaikan,”

ungkapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3). Menurut Purbaya, fokus efisiensi akan menargetkan program-program yang tidak memberikan dampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional atau memiliki akselerasi lambat.

Wacana pemotongan gaji menteri dan wakil menteri juga muncul sebagai bagian dari upaya penghematan anggaran negara. Purbaya memperkirakan besaran pemotongan mencapai 25 persen. “Kayaknya 25 persen deh,” katanya. Ia menekankan pentingnya langkah ini dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.