Latest Program: Sunan dan Noldi tundukkan petinju Thailand dalam Pattimura Big Fight

1000397650

Sunan dan Noldi Tundukkan Petinju Thailand dalam Pattimura Big Fight

Latest Program – Jakarta, Sabtu — Dalam pertandingan menarik yang berlangsung di Studio TVRI, Jakarta, dua petinju Indonesia, Sunan Agung Amoragam dan Noldi Mahakane, berhasil mempersembahkan kemenangan signifikan melawan atlet Thailand pada ajang Pattimura International Big Fight 2026. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi para petinju nasional, sebab mereka menantang lawan-lawan dari negara tetangga yang dikenal kuat di kancah tinju internasional.

Sunan Agung Amoragam, yang turut meraih kemenangan di kelas super bantam, mengungkapkan bahwa prestasi ini tercapai berkat kerja keras dan persiapan matang yang dilakukan sejak awal tahun 2026. “Saya dan tim pelatih telah mengikuti program latihan intensif di HS Boxing Ciseeng sejak Februari lalu,” jelasnya dalam keterangan tertulis. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan para atlet Pelatnas Perbati DKI Jakarta menjadi faktor kunci dalam menghadapi lawan yang dianggap tangguh.

“Saya latihan di HS Boxing Ciseeng bersama dengan pelatih pelatnas yakni Kamanit dan juga bergabung dengan anak-anak pelatnas Perbati DKI Jakarta buat persiapan di turnamen ini,” kata Sunan dalam wawancara usai pertandingan.

Dalam pertandingan melawan juara nasional Thailand Nathha Phong Nu, Sunan menunjukkan dominasi yang mengesankan. Petinju berusia 23 tahun ini secara aktif menguasai ring dengan serangan cepat dan strategi yang terukur. Kemenangan teknisnya terjadi di ronde ketiga, ketika lawannya tidak mampu bertahan lagi setelah menerima serangkaian pukulan yang mengarah pada putaran knockout. Performa Sunan dianggap sebagai bukti kekuatan tim nasional Indonesia dalam menghadapi lawan dari negara lain.

Sementara itu, Noldi Mahakane menorehkan hasil positif di kelas bulu. Petinju muda ini menghadapi Phirawat Panthong, yang merupakan juara Thailand. Noldi mengakui bahwa pertandingan berlangsung sengit dan penuh tantangan. “Saya harus bekerja keras sepanjang delapan ronde untuk menjaga keseimbangan dan menghalangi lawan yang sangat kompetitif,” katanya. Pertandingan tersebut berakhir dengan keputusan juri, karena Noldi mampu mempertahankan tekanan sepanjang pertandingan hingga akhir.

Kemenangan dua petinju Indonesia ini memberikan dampak besar dalam ajang Pattimura International Big Fight 2026. Pertandingan mempertemukan petinju nasional dengan atlet Thailand, dan hasil ini menunjukkan kemampuan tim Indonesia dalam menghadapi lawan dari luar negeri. Tak hanya itu, keberhasilan Sunan dan Noldi juga menjadi penghormatan terhadap persiapan yang telah dilakukan secara komprehensif.

Sunan: Latihan Intensif dan Dedikasi

Sunan Agung Amoragam, yang baru saja memenangkan pertandingan pertamanya dalam Pattimura Big Fight, menegaskan bahwa kemenangan ini tidak terlepas dari komitmen terhadap olahraga. “Saya dan tim pelatih sudah membangun rutinitas latihan yang ketat, baik secara fisik maupun mental,” ujarnya. Selama persiapan, ia juga berdiskusi dengan rekan-rekan pelatnas untuk mengasah teknik dan strategi pertarungan.

Sunan menjelaskan bahwa menghadapi Nathha Phong Nu, juara Thailand yang terkenal konsisten, membutuhkan perencanaan yang matang. “Lawan kami memang kuat, tapi kami sudah mempersiapkan segalanya agar tidak terkejut di ring,” tambahnya. Kemenangan dengan teknik knockout di ronde ketiga dianggap sebagai hasil dari pelatihan yang fokus pada kecepatan dan akurasi tendangan.

“Saya tinggal mengikuti saja,” ujar Sunan, yang juga Ketua Perbati DKI Jakarta, ketika menyerahkan peran berikutnya kepada manajernya, Alando.

Bagi Sunan, keberhasilan dalam turnamen ini menjadi motivasi untuk terus berkembang. Ia berharap kemenangan ini dapat menjadi langkah awal untuk menantang atlet dari negara lain di level yang lebih tinggi. “Saya berharap bisa menghadapi petinju Asia Tenggara lainnya dan membuktikan bahwa Indonesia memiliki kemampuan yang luar biasa di olahraga ini,” tuturnya.

Noldi: Keberanian dalam Peta Perang

Noldi Mahakane, yang tercatat sebagai petinju muda penuh potensi, juga menikmati kemenangan dalam kelas bulu. Pertandingan melawan Phirawat Panthong, juara Thailand, berlangsung sengit, tetapi ia berhasil meraih keputusan mutlak melalui penilaian juri. “Lawan kami sangat tangguh, tetapi saya percaya diri karena sudah mengikuti program latihan yang sangat baik,” kata Noldi.

Noldi menjelaskan bahwa pertandingan ini menjadi ujian untuk mengukur kemampuannya. “Saya tidak hanya berlatih teknik, tetapi juga memperkuat mental agar tidak mudah terpengaruh oleh tekanan,” tuturnya. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam setiap ronde, karena pertandingan melawan juara nasional Thailand membutuhkan stamina dan fokus yang maksimal.

“Saya harus bekerja keras sepanjang delapan ronde untuk meredam lawannya hingga dinyatakan menang angka mutlak oleh juri,” ujar Noldi Mahakane dalam wawancara.

Kemenangan Noldi juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas di setiap kelas. Pertandingan ini menegaskan bahwa kemenangan tidak hanya berasal dari kecepatan, tetapi juga dari keuletan dan ketahanan mental. Dengan hasil ini, Noldi berharap bisa menjadi contoh bagi generasi muda untuk terus berkembang dalam olahraga tinju.

Duel Antar Petinju Indonesia

Dalam ajang Pattimura International Big Fight 2026, selain pertandingan antar negara, juga terjadi duel sesama petinju Indonesia yang menarik. Refly Manake dan Albert Mondome memperebutkan gelar di kelas super bantam, dengan Refly akhirnya menang TKO ronde ketiga. Sementara itu, Iwan Kei Ngabalin melawan Kristian Malindo Rigiredjo di kelas ringan, dan Iwan Kei berhasil meraih kemenangan angka mutlak.

Pertandingan antar petinju Indonesia ini menjadi bagian penting dari turnamen. Kedua petinju, Refly Manake dan Iwan Kei Ngabalin, menunjukkan kemampuan yang memadai untuk bersaing di level nasional. Hasil-hasil ini menggambarkan dinamika internal olahraga tinju Indonesia, yang semakin berkembang karena adanya kompetisi yang ketat.

Dengan dua kemenangan ini, Indonesia berhasil memperlihatkan kekuatan yang beragam di berbagai kelas. Tidak hanya Sunan dan Noldi, tetapi juga pertandingan lain antar petinju nasional memberikan gambaran bahwa tim Indonesia memiliki keunggulan yang bisa bersaing di panggung internasional. Ajang Pattimura International Big Fight 2026 berharap menjadi penanda awal dari prestasi yang lebih besar di masa depan.