Trump desak NATO berani kirim kapal militer ke Selat Hormuz

Trump Dorong NATO Kirim Armada ke Selat Hormuz

Istanbul menjadi tempat Trump, Presiden Amerika Serikat, meminta anggota Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk bertindak lebih berani dalam mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Dalam wawancara dengan Politico pada Rabu, Trump menyatakan, “Mereka harus berani masuk dan mengirimkan kapal-kapal mereka ke sana, lalu menikmatinya.” Pernyataan tersebut menggambarkan sikap Trump yang terkesan mengkritik peran NATO di wilayah tersebut.

Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi minyak sekitar 20 juta barel per hari, mulai mengalami gangguan sejak awal Maret karena konflik antara AS-Israel dan Iran. Trump menekankan bahwa negara-negara yang bergantung pada pasokan minyak melalui selat ini harus menanggung tanggung jawab untuk membuka jalannya kembali. Dalam kesempatan berbeda, ia menyatakan ketidakpuasan terhadap NATO, menegaskan, “Saya tidak membutuhkan mereka,” ketika ditanya apakah ia frustrasi dengan aliansi tersebut.

“Saya tidak peduli. Saya tidak membutuhkan mereka,” kata Trump kepada Politico.

Pertemuan dengan Rutte dan Kontroversi Pasal 5

Menurut laporan The Wall Street Journal, Trump akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Washington minggu depan. Sejarah menunjukkan bahwa Pasal 5 dari perjanjian pertahanan kolektif NATO hanya diterapkan sekali, yaitu setelah serangan teroris tahun 2001 terhadap AS. Pasal ini menetapkan bahwa serangan militer terhadap satu anggota NATO dianggap sebagai ancaman terhadap semua anggotanya.

Sekarang, para sekutu NATO mengecam langkah Trump yang memulai perang terhadap Iran tanpa berkonsultasi dulu. Dalam wawancara dengan The Telegraph, Trump menyebut anggota NATO sebagai “pengecut” dan mempertimbangkan opsi AS meninggalkan aliansi tersebut. Meski demikian, langkah sepihak itu akan menghadapi hambatan berupa undang-undang tahun 2023 yang mengharuskan dukungan dua pertiga mayoritas Senat AS untuk pengunduran diri dari NATO.