Solusi untuk: Waspada! Video Hoaks Pembagian Dana Bantuan dari Australia Catut Nama Gubernur Papua Barat
Waspada! Video Hoaks Pembagian Dana Bantuan dari Australia Catut Nama Gubernur Papua Barat
Liputan6.com, Jakarta – Pemprov Papua Barat membantah adanya penyaluran dana bantuan dari Australia untuk kelompok Kristiani yang diduga mencatut nama Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Pemerintah provinsi tersebut mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap hoaks yang beredar.
Video yang berisi pernyataan Dominggus Mandacan tentang bantuan Australia untuk umat Kristiani sempat viral di platform media sosial. Pemprov Papua Barat mengklaim video tersebut merupakan narasi palsu yang menyesatkan.
“Gubernur Papua Barat tidak pernah menyatakan langsung atau melalui media apa pun mengenai dukungan terhadap alokasi dana bantuan tersebut kepada kelompok tertentu, baik di Papua Barat maupun di luar daerah itu. Pernyataan ini dibenarkan oleh Frans P. Istia, Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Papua Barat, dalam siaran resmi pemerintah provinsi. ‘Informasi yang disebarkan tidak akurat dan termasuk kategori hoaks yang memperumit pemahaman masyarakat,’ tambahnya.”
Klarifikasi ini bertujuan lebih dari sekadar memperjelas fakta, melainkan juga sebagai upaya edukasi publik untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah konten digital. Kecepatan penyebaran informasi di media sosial memerlukan literasi yang baik agar narasi tidak mudah disalahartikan sebagai kebenaran, apalagi bila tidak disertai bukti yang valid,” tambah Istia.
Pemerintah provinsi mengajak masyarakat untuk menghindari terpengaruh oleh berita yang belum dicek kebenarannya dan mengandalkan penerangan resmi sebagai acuan utama. ‘Kami menegaskan bahwa masyarakat diharapkan tidak menyebarkan konten tersebut, karena pemerintah akan melakukan tindakan hukum sesuai aturan yang berlaku,’ ujarnya.
Melawan hoaks adalah upaya melawan kebohongan. Mendasari pembuatan Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada tahun 2018 adalah semangat ini. Sampai saat ini, program tersebut terus aktif memberikan edukasi media kepada publik. Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com menjadi anggota International Fact Checking Network (IFCN) dan mitra Facebook. Selain itu, kami tergabung dalam inisiatif cekfakta.com. Setiap kerja sama dengan pihak lain tidak memengaruhi kemerdekaan kami dalam mengungkap fakta.
Jika Anda punya informasi mengenai hoaks yang ingin kami verifikasi, silakan kirim ke cekfakta.liputan6@kly.id. Untuk respons lebih cepat, hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.
