Mentan tegaskan siap percepat peremajaan tebu demi swasembada gula

khrisna-edit-1784485753-cd7c99c775

Mentan Komitmen Percepat Program Peremajaan Tebu untuk Swasembada Gula

bisadonasi.com – Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara resmi menyatakan kesiapannya untuk mempercepat pelaksanaan program peremajaan tebu di tingkat nasional. Langkah ini diambil dengan tujuan utama mewujudkan swasembada gula dalam kurun waktu dua tahun, sesuai dengan arahan yang telah diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya yang dikonfirmasi di Jakarta pada hari Minggu, Mentan menegaskan bahwa seluruh jajaran Kementerian Pertanian akan bekerja secara maksimal. Kolaborasi ini akan melibatkan pemerintah daerah, badan usaha milik negara, sektor swasta, serta para petani untuk memastikan target tersebut dapat tercapai.

Menurut penjelasan Mentan, proses peremajaan tebu dilaksanakan melalui beberapa pendekatan strategis. Modernisasi dalam sistem budi daya menjadi salah satu fokus utama. Selain itu, peningkatan produktivitas lahan, penggunaan benih unggul, serta mekanisasi pertanian juga diterapkan secara intensif. Penguatan kemitraan antara petani dan industri gula juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Percepatan yang dilakukan merupakan langkah penting untuk meningkatkan produksi gula nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani tebu di seluruh wilayah Indonesia.

Target Dua Tahun Lebih Cepat dari Proyeksi Awal

Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target ambisius agar Indonesia mampu mencapai swasembada gula dalam dua tahun ke depan. Target ini dinilai lebih cepat dibandingkan dengan proyeksi awal yang ditetapkan selama empat tahun. Langkah tersebut merupakan bagian dari percepatan agenda pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden saat menghadiri acara Panen Raya dalam rangka program TNI Mendukung Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada hari Jumat, 17 Juli 2026.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menerima laporan dari Mentan Andi Amran Sulaiman mengenai program peremajaan tebu yang mencakup luas area mencapai 100 ribu hektare setiap tahunnya. Dengan skala tersebut, proyeksi awal menunjukkan bahwa swasembada gula dapat tercapai dalam empat tahun. Namun, setelah dilakukan diskusi mendalam, Mentan menyatakan bahwa target tersebut dapat dipercepat menjadi dua tahun. Mendengar komitmen kuat dari Mentan, Presiden menyampaikan apresiasi tinggi di hadapan ribuan peserta yang hadir dalam acara tersebut.

“Tadi, Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi, setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun’,” ujar Presiden Prabowo.

Setelah menyampaikan apresiasi, Presiden kemudian memberikan pesan khusus kepada Mentan yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari para peserta. Presiden berpesan agar Mentan tetap menjaga kesehatan selama menjalankan tugasnya. “Saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit Menteri Pertanian. Janji, dua tahun tapi You tidak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau,” kata Presiden dengan nada tegas namun penuh perhatian.

Strategi Besar Kemandirian Bangsa

Presiden menegaskan bahwa percepatan swasembada gula merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kemandirian bangsa. Setelah berhasil mencapai target swasembada pangan, pemerintah kini terus bergerak menuju swasembada energi dan memperkuat ketahanan air. “Target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang swasembada energi kita sedang menuju. Swasembada air sedang kita rintis, sehingga semua rakyat kita punya akses kepada air bersih dan air untuk tanaman,” ujarnya.

Presiden juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga para petani yang terus bekerja mengawal berbagai program strategis nasional. “Saya bangga melihat kerja keras semua unsur. Menteri-menteri, Panglima TNI, Kapolri, semua bekerja dengan gesit, tidak mengenal istirahat. Bahkan, banyak pejabat tinggi negara yang ambruk masuk rumah sakit karena bekerja keras,” kata Presiden.

Menurut Presiden, kerja keras tersebut dilakukan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri. “Kita mengejar sasaran karena rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan kaya seperti Indonesia. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri. Tidak ada bangsa lain yang akan membangun Indonesia selain kita sendiri,” tegas Kepala Negara.

Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus mengawal percepatan program peremajaan tebu sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada gula. Langkah ini juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani tebu di seluruh Indonesia. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi sektor pertanian dan ekonomi nasional.