Rice: Ini skuad Inggris terbaik dalam beberapa dekade terakhir
Declan Rice: Generasi Emas Inggris Telah Tiba
bisadonasi.com – Rice – Jakarta – Setelah berhasil meraih posisi ketiga di turnamen internasional terbaru, gelandang tim nasional Inggris, Declan Rice, menyatakan keyakinan penuh bahwa generasi saat ini merupakan yang terkuat dalam rentang waktu puluhan tahun. Pernyataan tersebut muncul setelah The Three Lions berhasil mengalahkan Prancis dengan skor telak 6-4 dalam laga perebutan tempat ketiga di Stadion Miami pada hari Minggu tanggal 19 Juli. Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi skuad yang selama ini menantikan trofi bergengsi.
Rice, yang juga memperkuat Arsenal, tidak ragu untuk menegaskan bahwa pencapaian mereka saat ini jauh melampaui ekspektasi sebelumnya. Ia merasa bangga dengan kualitas tim yang telah terbentuk dan yakin bahwa fondasi yang dibangun akan membawa mereka menuju puncak. Menurut pemain berusia dua puluhan itu, tidak ada yang bisa meragukan status skuad Inggris sebagai yang terbaik dalam beberapa dekade terakhir.
“Kami adalah grup timnas Inggris terbaik dalam beberapa dekade terakhir. Itu fakta dan tidak ada yang bisa mengambilnya dari kami,” tegas Rice sebagaimana dikutip oleh ESPN pada hari Minggu.
Meskipun harus mengakui kekalahan tipis 1-2 dari Argentina di babak semifinal, Rice tetap melihat sisi positif dari perjalanan tim. Ia menilai bahwa finis di posisi ketiga bukanlah hasil yang mengecewakan, melainkan sebuah pencapaian yang layak mendapat apresiasi. Namun, ia juga menekankan bahwa ambisi tim tidak berhenti di situ. Inggris tidak ingin terus-menerus puas dengan pencapaian di babak semifinal atau perempat final saja.
Pemain Arsenal tersebut menjelaskan bahwa rasa bangga karena mencapai babak-babak tertentu sudah terasa membosankan. Tim ingin melangkah lebih jauh dan membuktikan bahwa mereka mampu menjadi juara. Finis di peringkat ketiga dalam turnamen besar ini tetap menjadi pencapaian signifikan yang menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami sudah lelah hanya mengatakan bangga karena mencapai semifinal atau perempat final. Pada akhirnya kami ingin menjadi juara bersama Inggris. Tetapi finis di posisi ketiga turnamen ini tetap merupakan pencapaian besar,” ujarnya.
Rice juga menyoroti bahwa kegagalan di semifinal bukanlah sesuatu yang fatal. Ia menilai bahwa pertandingan sepak bola sering kali ditentukan oleh detail-detail kecil yang bisa menjadi penentu. Dalam beberapa tahun terakhir, selalu ada narasi bahwa tim Inggris akan tersingkir di turnamen besar, baik itu di semifinal, perempat final, maupun final. Namun, kali ini mereka hanya tinggal selangkah lagi dari trofi.
“Kami benar-benar sudah sangat dekat. Dalam beberapa tahun terakhir selalu ada pembicaraan tentang tim ini yang tersingkir di turnamen besar, mulai dari semifinal, perempat final hingga final. Kami hanya perlu terus melangkah karena semuanya ditentukan oleh margin yang sangat kecil,” ucap Rice.
Perjalanan Panjang Menuju Puncak
Perjalanan Inggris di kancah internasional memang menunjukkan tren positif dalam satu dekade terakhir. Di bawah asuhan Gareth Southgate, tim berhasil mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan perempat final Piala Dunia 2022. Selain itu, mereka juga meraih dua final Euro berturut-turut pada tahun 2021 dan 2024. Kini, dengan Thomas Tuchel sebagai pelatih baru, Inggris kembali menembus empat besar dan mengakhiri kompetisi di tempat ketiga.
Kapten tim, Harry Kane, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas skuad saat ini. Penyerang Bayern Muenchen tersebut menyatakan bahwa ini adalah salah satu tim terbaik yang pernah ia ikuti sepanjang kariernya bersama The Three Lions. Ia menyoroti ikatan istimewa yang terjalin antar pemain, baik saat berada di hotel, selama latihan, maupun di ruang ganti.
“Ini adalah salah satu grup timnas Inggris terbaik yang pernah saya ikuti. Saat melihat para pemain di hotel, saat latihan, maupun di ruang ganti, kami memiliki ikatan yang sangat istimewa dan kepercayaan yang besar satu sama lain,” kata Kane.
Sebelumnya, Tuchel sempat menerima kritik dari sebagian pendukung Inggris karena gagal membawa tim ke final. Namun, Kane meyakini bahwa pengalaman ini akan menjadi pelajaran berharga bagi sang pelatih. Ini adalah turnamen besar pertama Tuchel bersama Inggris, dan ia diyakini telah belajar banyak tentang skuad, perjalanan selama turnamen, serta tekanan yang harus dihadapi.
“Ini adalah turnamen besar pertamanya. Saya rasa dia belajar banyak tentang skuad ini, perjalanan selama turnamen, pertandingan, dan tekanan yang harus dihadapi. Pengalaman itu akan membuat kami menjadi lebih baik ke depannya,” tutur Kane.
Dengan fondasi yang kuat dan kepercayaan diri yang tinggi, Inggris tampaknya siap untuk melangkah lebih jauh di masa depan. Generasi emas yang diramalkan oleh banyak pihak sepertinya telah tiba, dan mereka hanya perlu terus melangkah menuju trofi yang selama ini ditunggu.
