Pegula satu langkah lagi untuk pertahankan gelar Charleston Open

Pegula Semakin Dekat Menggapai Gelar Charleston Open

Jakarta – Jessica Pegula, petenis asal Amerika, semakin dekat menggapai gelar Charleston Open setelah mengalahkan Iva Jovic dalam laga semifinal yang berlangsung Minggu WIB. Kemenangan berikutnya memperkuat rekor Pegula menjadi 10-1 dalam pertandingan tiga set musim ini, serta menambahkan kemenangan ke-23 di 2026, membuatnya menyamai rekor Aryna Sabalenka sebagai pemain dengan kemenangan terbanyak di WTA Tour.

Kemenangan Berat di Semifinal

Pegula melangkah ke final kedua berturut-turut di Charleston setelah mengatasi Jovic dalam pertandingan tiga set dengan skor 6-4, 5-7, 6-3. Pertandingan ini menunjukkan ketahanan mental petenis nomor satu dunia tersebut, terutama setelah menghadapi tantangan yang tidak mudah.

“Terkadang saya sangat lelah, tapi justru hal itu membuat saya lebih fokus bermain tenis daripada merasa frustrasi atau khawatir,” ungkap Pegula setelah pertandingan, seperti dilansir dari WTA. “Kedengarannya buruk sekali. Sepertinya saya terlalu negatif. Namun, emosi kecil itu justru memperkaya permainan saya.”

“Saya terus berjuang di sana. Itu sulit, dan saya harus beradaptasi. Tidak semua terlihat sempurna, tapi saya yakin semua usaha itu bermuara pada persaingan. Saya rasa bisa bermain lebih baik di poin-poin kritis,” tambah Pegula.

Dalam laga semifinal yang penuh perubahan momentum, kedua pemain hanya berhasil mengonversi delapan dari 30 peluang break point. Jovic tampil dominan di awal dengan unggul 2-0 setelah memenangkan sembilan dari sepuluh poin pertama. Namun, Pegula bangkit untuk menyamakan skor 3-3 dan memimpin set pertama dalam 61 menit.

Set kedua berjalan lebih tenang bagi Jovic, yang memanfaatkan break point ketiga untuk memaksa set penentu. Meski tertinggal 2-0 di set ketiga, Pegula menunjukkan ketangguhan dengan membalikkan defisit menjadi unggul 4-2 melalui empat gim berturut-turut. Kemenangan ini menjaga peluangnya mempertahankan gelar, dengan Starodubtseva sebagai lawan berikutnya.

Starodubtseva, yang memulai pekan ini sebagai peringkat 89 dunia, kini berada di puncak pertandingan. Pemain ini hanya mendapat tiket ke babak utama setelah lawannya mengundurkan diri, dan pertandingan final bisa menjadi gelar WTA pertamanya dalam karirnya. “Saya belum pernah melawannya, tapi pernah melihatnya bermain beberapa kali,” kata Pegula. “Dia suka bermain di tanah liat, sangat terampil, dan pasti akan sulit menghadapinya.”