Yang Terjadi Saat: Tiga jenazah prajurit gugur di Lebanon diterbangkan menuju rumah duka
Tiga Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Diterbangkan ke Rumah Duka
Jakarta – Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam tugas perdamaian bersama Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) hari ini diangkut dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, menuju tempat peristirahatan terakhir mereka. Proses pengangkutan dilakukan dalam rangkaian upacara militer yang dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Dua peti jenazah, yakni Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, dibawa menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara Super Hercules C-130J menuju Yogyakarta. Sementara peti jenazah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar diterbangkan melalui pesawat CN-295 ke Bandung. Setelah tiba di kota tujuan, jenazah Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan akan diserahkan ke keluarga di Magelang, Jawa Tengah, sementara Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon diterima di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, di sisi lain, tiba di Cimahi, Jawa Barat.
Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir sebagai pembina. Sebelum peti jenazah diusung, Prabowo memberikan penghormatan terakhir kepada para prajurit yang gugur. SBY, yang pernah menjalani tugas sebagai observer militer PBB di Bosnia Herzegovina pada 1995–1996, mengenakan baret biru muda khas pasukan perdamaian PBB saat mengikuti prosesi.
“Kami menyiapkan ruang penyambutan di dalam rumah, termasuk meja untuk peti jenazah,” ujar Risman Efendi, perwakilan keluarga dari almarhum Mayor Zulmi Aditya Iskandar.
Pada Gedung VIP Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, keluarga masing-masing prajurit hadir secara langsung untuk melihat upacara pengusungan dan prosesi persemayaman. Mereka juga secara bergantian ditemui langsung oleh Presiden Prabowo. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan ucapan belasungkawa kepada anggota keluarga, khususnya orang tua dan pasangan dari tiga prajurit yang gugur, sekaligus memberikan dukungan moral atas kehilangan yang mereka alami.
