Strategi Penting: Pemuda Katolik: Paskah jadi energi persatuan di tengah dinamika global

Pemuda Katolik: Paskah jadi energi persatuan di tengah dinamika global

Jakarta – Pada hari Minggu, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik Stefanus Gusma menegaskan bahwa momen Paskah 2026 harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai moral bangsa. Ia menekankan bahwa dalam kondisi global yang penuh dinamika, upaya menjaga persatuan dan mempercepat keadilan sosial memerlukan semangat baru.

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia terus menghadapi konflik berkepanjangan yang menimbulkan tantangan serius terhadap krisis kemanusiaan serta ketidakstabilan ekonomi. Sementara itu, Indonesia, sebagai negara yang majemuk, terus berusaha mempertahankan kohesi sosial di tengah keragaman budaya dan agama. “Paskah mengajak kita mengubah harapan menjadi tindakan nyata. Ini selaras dengan semangat pembangunan nasional yang menitikberatkan pada persatuan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat,” jelas Stefanus.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan pembangunan berkelanjutan, terutama mengingat frekuensi bencana alam semakin meningkat di berbagai daerah. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kebijakan harus tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan. “Dalam konteks tata kelola, penguatan integritas, transparansi, dan akuntabilitas adalah fondasi penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan program pembangunan berjalan efektif,” tambahnya.

“Ini bukan sekadar refleksi iman, tetapi kontribusi moral dalam mendukung arah pembangunan bangsa. Paskah menjadi sumber energi untuk memastikan kemajuan bersamaan dengan keadilan dan kemanusiaan,” kata Stefanus.

Momen Paskah 2026, menurut dia, juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Ia berharap seluruh pihak bersatu untuk menjaga stabilitas, memperkuat solidaritas, dan mendorong perubahan menuju Indonesia yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

“Selamat Paskah 2026. Semoga kebangkitan Kristus memberi kekuatan untuk terus berkarya menuju negara yang lebih baik,” ujarnya.